Chapter 39

Berbagai kenangan manis antara dirinya dan Celline Ayudia berdatangan. Kebersamaan mereka sedari kecil hingga mereka menjalin kisah asmara. Begitu bahagia sampai dahulu membuat hati Sagara berbunga-bunga.

Hati Sagara pun kembali tersentuh dan terenyuh. Namun itu tidak lama karena kenangan indah itu diganti dengan datangnya kenangan yang meremukkan jiwa.

"Bagaimana Nak, kamu mau kan menikah dengan Celline?" Suara Samiaji memutus lamunan Sagara.

"Aku nggak mau." Singkat, padat, mencengangkan. Sampai membuat Samiaji melotot tajam.

"Kenapa kamu nggak mau? Apakah kamu tidak merasa kasihan pada Celline? Umurnya tidak akan lama lagi, Saga ..."

"Ya nggak mau aja. Urusan Celline mau mati atau pun hidup ... itu bukan urusanku!"

"Saga!" Amarah Samiaji pecah juga. Telunjuknya mengacung tepat pada wajah Sagara yang duduk di depannya. "Kamu bener-bener nggak punya rasa empati! Celline itu sedang sekarat dan dia punya permintaan terakhir ingin menikah dengan kamu. Tapi kamu malah menjawab asal-asalan. Padahal Papa sudah bicara baik-baik sama kamu!" hardik Samiaji tidak terkendali.

Bukannya marah, Sagara malah tertawa terbahak-bahak.

"SAGARA!" Laungan Samiaji membahana. Dia merasa diolok-olok oleh anak semata wayangnya. Matanya memerah, pun dengan wajahnya yang lebih ke merah padam.

"Kenapa aku harus berempati pada orang-orang yang sudah merebut dan menghancurkan kebahagiaanku dan juga Mamaku?!"

Samiaji terhenyak. Dadanya pun tersentak. "Kauu!"

"Pulang lah, Pa! Aku ada urusan yang jauh lebih penting dari mengurusi keluarga baru Papa." Sagara membalik badan. Berjalan pergi menuju kamarnya. Tanpa menghiraukan keberadaan sang papa yang menahan amarah.

Di dalam kamar, Sagara duduk terdiam di atas ranjang. Mengingat lagi perkataan papanya. "Celline kanker otak?" Dia tersenyum kecut. Tangannya merogoh ponsel di saku jaket. Dia menghubungi nomor Edwin.

"Ada apa Mas Saga?" Edwin menyahut cepat di seberang sana.

"Tolong kamu cari tahu tentang Celline. Apakah benar dia mengidap…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

partini

partini

gila tu orang tua,,segitu cintanya sama pelakor sampai istri meninggal ga peduli ma anaknya,gila gila ini mah
good saga very smart
gimana saga ga benci sama mereka berdua sangat menjijikan

2025-07-06

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!