"Sepandai-pandainya orang menyimpan bangkai, baunya pasti akan tercium juga." Perkataan Sagara berhasil memutus keterkejutan di wajah Samiaji. "Sama seperti perselingkuhan Papa dan gundik itu. Disembunyikan serapi apapun, pada akhirnya semua terbongkar juga." Sagara tersenyum sinis di akhir ucapan, lalu melangkah pergi meninggalkan Samiaji yang tidak berkata-kata lagi.
Samiaji melangkah gontai keluar dari apartemen Sagara. Kepalanya pening bukan main. Harapannya untuk menikahkan Celline dengan sang anak sudah hangus, kini ia harus memikirkan kembali rencana yang lain untuk menutupi aib tersebut agar tidak diketahui oleh orang lain.
Aborsi.
Satu kata itu terlintas dalam benaknya. "Aku harus segera membicarakan ini dengan Shinta," gumamnya sebelum naik ke atas mobil.
Sesuai janjinya tadi, Sagara kembali ke rumah Rara. Dia membawa buah-buahan, bahan makanan dan juga cemilan yang cukup banyak untuk si empunya rumah.
Raja sibuk mengeluarkan semua buah tangan yang dibawa calon kakak iparnya. Membawa bahan makanan dan buah-buahan ke dapur untuk dimasukkan ke dalam lemari es.
"Ra, kamu mau pesta pernikahan seperti apa dan mau diadakan di mana? Sebutin aja, jangan sungkan!" kata Sagara sambil membelai rambut Rara lalu menghirup wangi shampo dari sana.
Hati Rara bergetar mendengar perkataan itu. Ia bahagia sekaligus terharu.
"Di KUA saja, Saga. Tidak perlu ada pesta, yang penting sah di mata agama dan negara." Akhirnya Rara menjawab pertanyaan Sagara dengan mata berkaca-kaca.
Sagara tersenyum hangat, lalu mengecup kening Rara. "Makasih sudah meringankan tugasku. Tapi mau pesta pun aku tidak akan keberatan. Uangku banyak Ra," kekeh Sagara di akhir ucapan.
Kekehan itu menular kepada Rara. "Aku tahu. Tapi aku sungguh-sungguh tidak mau mengadakan pesta. Tubuhku rasanya lelah dan lesu. Nggak mau yang ribet, kita syukuran saja setelah pulang dari KUA. Undang tetangga dan sahabat dekat," papar Rara menambahkan.
"Ok. Kalau gitu, minggu depan aja ya kita nikahnya."
Rara se…
Dendam Gila Sagara
Chapter 43
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments
partini
gundik merasa tersakiti helooo
biuhhh ke dukun itu sakittttttt buangttt kata sodaraku yg sudah meninggal katanya perutnya di ulek ulek ihhh seremm thor
2025-07-10
1