Harryson sendiri tidak tahu mengapa ia berharap bisa memberikan pekerjaan itu pada Liona.
Yang ia tahu pasti, gadis itu tak akan bertahan lima menit di dekat Mikael. Pria itu bisa meledak hanya karena hal sepele—dan Liona, dengan tubuhnya yang mudah tersentak dan suara gugupnya, jelas bukan tipe orang yang tahan dengan tekanan seperti itu.
Harryson bukan orang yang suka basa-basi. Ia tahu gadis itu rapuh. Dan ia juga tahu, ia tak sanggup melihat Liona menderita.
Pikiran itu terus mengganggunya saat ia berjalan pelan di antara lampu-lampu terang kasino, menjauh dari meja tempat Liona duduk dan mengisi formulir.
Dia diambil alih oleh rasa ingin tahu, lebih dari sekadar tanggung jawab profesional. Ia memikirkan pipi Liona yang bersemu saat mereka berbicara, dan bibirnya yang gemetar ketika menyebutkan namanya. Dia putri Conor Davis, itu yang ia tahu. Dan sepertinya, sudah tak lagi bersama suaminya—jari manisnya kosong. Tapi Harryson tidak peduli soal itu. Ia tak punya urusan dengan keluarga Davis. Yang penting, Liona bisa bekerja dengan baik.
Dua anak buahnya duduk di seberang meja, membahas soal distribusi. Tapi telinga Harryson setengah tak mendengarkan. Fokusnya justru tertuju pada gadis yang kini duduk beberapa meja dari mereka.
"Bos?" salah satu anak buahnya memanggil.
Harryson mengangkat wajah. "Aku dengar."
"Siapa dia?" tanya mereka, penasaran.
"Tak perlu kalian tahu," jawab Harryson singkat, tajam. Mereka langsung mengangguk dan diam, tak berani melirik ke arah Liona lagi.
Pandangan Harryson kembali pada gadis itu. Ia melihat Liona tersentak saat seorang pelanggan berteriak karena menang besar. Ia tampak gelisah, bahkan ketakutan. Dan entah kenapa, pemandangan itu membuat dada Harryson terasa tidak nyaman.
Ia meneguk habis minumannya, membiarkan rasa terbakar alkohol menjernihkan pikirannya.
Namun, suara pelanggan itu kembali terdengar. Harryson menoleh, mendengus pelan. Pelanggan yang sama—berisik dan menyebalkan.
Dengan satu jentikan tangan, Harryson memanggi…
Mr. Dark
Bab 8 Memasak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments