Liona mengusap alisnya, menyeka keringat yang membasahi wajahnya sambil mengamati ruangan yang kini bersih tanpa noda. Ruangan itu besar, gelap, dan suram—sama seperti Harry. Ruangan itu sangat cocok untuknya.
Kamar mandi yang terhubung dengan kamar itu sebenarnya cukup bersih. Meskipun begitu, Harry tetap lebih mirip orang yang berantakan daripada orang yang jorok. Liona mulai berpikir bahwa masalah utama Harry sebenarnya adalah tidak bisa merapikan barang, bukan karena dia tidak suka kebersihan.
Setelah selesai di ruangan itu, Liona beralih ke kamar tidur milik Mikael dan Lukas. Rasa sakit yang tajam di tulang rusuknya mulai kambuh, tetapi ia tetap melanjutkan pekerjaannya: membersihkan, mencuci, dan menyetrika. Hingga akhirnya sebuah pesan dari Harry masuk ke ponselnya, memberi tahu bahwa mereka akan pulang dalam dua jam. Dengan hampir seluruh lantai bawah sudah bersih, Liona memutuskan untuk menunda sisa pekerjaan sampai setelah makan malam.
Ia menatap dapur lalu melangkah masuk, tetapi pikirannya tidak fokus pada bahan makanan yang mungkin bisa digunakan untuk makan malam. Pikirannya langsung teralihkan oleh dinding seberang...
Matanya membelalak heran saat melihat banyaknya kue dan permen. Rak-rak di sana penuh dengan bungkusan warna-warni, masing-masing tampak menjanjikan kebahagiaan manis. Liona baru ingat bahwa Harry pernah mengatakan bahwa saudara-saudaranya memiliki enam anak. Itu menjelaskan semuanya.
Walau ia harus kembali fokus merencanakan makan malam, Liona tak bisa menahan diri untuk tidak berlama-lama di depan rak tersebut.
Karena kue adalah kelemahannya. Masalahnya. Tumit Achilles-nya. Kue adalah penghalang antara dirinya dan tubuh yang ramping serta ideal.
Ia tahu seharusnya ia berbalik dan bersumpah untuk tidak menatap rak itu lagi. Tapi kakinya tetap terpaku di tempat.
Kotak Twinkies yang berwarna cerah menarik perhatiannya. Bolu emas berisi krim lembut itu seperti memanggil namanya. Tangannya terulur tanpa sadar, menyentuh bungkus dingin itu.…
Mr. Dark
Bab 14 Memasak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments