“Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Harry.
"Aku baik," jawab Liona datar, berusaha terdengar setenang mungkin. "Aku hanya butuh segelas air. Selamat malam."
Ia mencoba mengakhiri percakapan, tapi suara Harry menahannya. “Tunggu.”
Tubuh Liona menegang, napasnya tercekat. Ia merasa seolah-olah tubuhnya mencoba menyusut ke dalam dirinya sendiri.
Harry menoleh ke arah lemari es, melihat tempat Liona mengambil es. “Apa kamu sudah makan sesuatu?”
Liona menggelengkan kepala.
“Belum makan?” tanya Harry lagi. Tangannya meraba dinding, mencari saklar lampu.
Liona menyipitkan mata ketika cahaya terang tiba-tiba membanjiri dapur. Ia merasakan empedu naik ke tenggorokannya dan perlahan mencoba menjauh. Tapi jari-jari Harry yang lembut melingkari lengannya, membuat Liona tersentak. Ia meringis kesakitan ketika Harry dengan hati-hati membalikkan tubuhnya menghadap ke arah pria itu.
Namun, ia tidak sanggup menatap matanya. Pandangannya hanya terarah ke sepatu kets lusuh di kakinya, sepatu yang kotor oleh tanah dari gang sempit tempat ia berjalan tadi.
“Apa yang terjadi?” suara Harry rendah dan kasar, menggetarkan dada Liona. Air mata mulai berkumpul di pelupuk matanya.
Jika ia membuka mulutnya sekarang, ia tahu dirinya akan runtuh dan tak akan pernah bisa menyusun kembali kepingan-kepingan dirinya yang hancur. Ia mengepalkan tangan, menahan perih dari goresan dan luka di telapaknya.
“Liona.”
Namanya meluncur dari bibir Harry, tegas dan penuh makna. Suara itu menuntutnya untuk menatap, namun ia tetap tak sanggup.
Bayangan tubuh Harry menjulang di atasnya, memojokkannya di dekat pulau dapur. Punggungnya menekan tepian meja yang membuatnya semakin kesakitan. Ia menggigit bibir menahan erangan.
Harry sedikit mundur, memberikan ruang. “Siapa yang melakukan ini?”
Suara Harry pelan, tetapi berbahaya. Amarahnya menguar seperti predator yang sedang mengintai. Inilah sisi Harry yang sering dibicarakan orang-orang. Sosok garang yang tak mengenal belas kasihan jika marah.
Namun, amarah itu buk…
Mr. Dark
Bab 41 Memberi Tahu Harry
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments