***
Aku merasa gugup seperti remaja yang baru pertama kali diajak kencan. Tanganku berkeringat, jantungku berdetak terlalu cepat seolah aku habis berlari maraton. Ini konyol. Ini bodoh. Tapi aku tak bisa membohongi diri sendiri—ada semacam aliran adrenalin yang membuatku sulit berpikir jernih.
Aku baru saja bangun ketika mendengar ketukan pelan di pintu. Jantungku langsung melonjak. Tidak biasanya seseorang datang sepagi ini. Dengan langkah pelan, aku membuka pintu sedikit, cukup untuk melihat siapa yang ada di baliknya. Ternyata, Harry.
Aku mengenakan kaus oblong kebesaran yang nyaris menutupi pahaku. Mungkin bukan pilihan pakaian terbaik untuk menerima tamu, tapi tak ada waktu untuk berganti. Mataku langsung bertemu pandangnya, dan jujur saja, ada sesuatu di wajahnya yang tampak… canggung. Bukan seperti dirinya yang biasanya tenang dan tegas.
"Tn. Harry?" Aku masih terbiasa memanggilnya begitu. Entahlah, rasanya sopan saja.
Matanya menyapu cepat penampilanku, tapi dia segera mengalihkan pandangan dan menggeleng gugup. “Tidak, eh... tidak ada yang salah. Aku hanya…” Dia terlihat seperti sedang bertarung dengan pikirannya sendiri.
“Aku ingin mengajakmu makan malam. Maksudku, maukah kau makan malam denganku?” katanya akhirnya, seperti menumpahkan semuanya dalam satu tarikan napas.
Aku terpaku. “Maaf?”
“Maksudku... ya... kau mau makan malam denganku?” Ia menelan ludah, dan suaranya terdengar jauh lebih pelan. “Kalau kau tidak sibuk…”
Aku harus mengakui, aku tidak menyangka ajakan itu. Aku memang merasa ada yang aneh belakangan ini—bagaimana dia sering memandangku, kadang terlalu lama. Tapi aku tak pernah mengira ini akan terjadi.
" Aku? " tanyaku, masih belum percaya.
Dia mengangguk cepat. “Kau sudah bekerja sangat keras. Kupikir... ini hal paling sederhana yang bisa kami lakukan untuk menghargai itu.”
Aku bisa merasakan wajahku memanas. Ini bukan sekadar makan malam biasa. Setidaknya, tidak bagiku. Dia bukan hanya pria biasa. Dia Harry—seseorang yang keras, penuh rah…
Mr. Dark
Bab 32 Pov Liona
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments