"Haven sebentar lagi malam, kamu pulanglah!" pinta Ellena menatap Haven berharap pria itu mematuhinya.
"Apa? Kenapa? Aku masih mau di sini," jawab Haven.
"Ya itu benar Ellena, biarkan adikmu menginap. Ada banyak kabar kosong yang bisa adikmu pilih," timpal Felix dengan tatapan tajamnya melirik Haven.
"Anak ini masih remaja, masih sangat muda, tapi dia sangat pandai membaca situasi. Dia tau kakaknya tidak nyaman, hingga tidak terpengaruh apapun," batin Felix yang sejak tadi menawarkan beberapa hal yang biasanya menggembirakan dan disukai anak laki-laki seperti Haven.
Namun, tawarannya tak ada satupun yang membuat Haven melepaskan pandang dari adiknya.
"Dia sangat cocok jadi anggotaku, tapi apa dia mau?" lanjut Felix dalam benaknya.
Merasa diperhatikan, Haven membalas tatapan itu dengan tajam. Meski tau siapa Felix, Haven seolah tak takut sedikitpun pada pria itu.
"Mata tajamnya sangat menakjubkan," batin Felix memuji.
Pria itu mengulum senyum membalas tatapan tajam Haven. Ia melirik sekilas pada Ellena yang sedang meremas roknya, dengan ekspresi cemas, lalu kembali menatap Haven. "Dia sangat pemberani, tapi, kenapa kakaknya justru sangat penakut," batinnya sembari mengulum senyum menahan tawanya.
"Tidak Haven, kamu pulang saja. Ayah mungkin mencarimu. Kamu juga harus sekolah besok!" ucap Ellena dengan tegas.
Haven berdecih. "Ayah itu gila setelah Ibu meninggal dan dia menikah lagi, dia lebih mementingkan anak tirinya, ditambah kakak pergi, dia semakin tidak peduli, dan bulan ini uang sekolahku belum dibayar ayah."
"Apa?" Ellena terkejut, tangannya mengepal emosinya mendadak naik mendengar itu. Dalam benaknya berucap, "Ayah kamu benar-benar jahat! Beraninya membuang adikku!"
"Oh ya? Berapa biaya sekolahmu, biar aku yang bayar," sahut Felix dengan santai membuat Ellena sontak menatapnya.
"Itu tidak perlu. Aku tidak perlu bersekolah. Aku hanya ingin menjaga kakakku!" sahut Haven.
Ellena beralih menatap Haven. Hatinya kini bimbang, harus melakukan apa.
Meminta bantu…
Pengantin Bayangan Jadi Tawanan
Bab 26
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments