"Gilang, kamu bilang semua aman. Tapi kenapa sekarang ada tim audit yang ingin menyita apartemen ini?" Ucap Zemi bisik-bisik.
"Aku juga tidak tahu, apa jangan-jangan Anye sudah curiga. Kalau gitu, aku harus pulang. Akan ku tanyakan padanya nanti. Sayang, ganti bajumu dan kemasi seluruh barang-barangmu." Ucap Gilang.
"Aku tidak mau pergi, Gilang. Apartemen mewah ini sudah menjadi milikku sejak kamu bilang membelikan untukku hampir setengah tahun lalu. Jadi jangan karena omongan tukang audit yang belum tentu benar, kamu sudah langsung cepat terprovokasi. Jika kamu mau pulang, silahkan. Tapi, aku akan tetap tinggal." Ucap Zemi tidak tahu malu.
"Pak, tolong untuk malam ini saja biarkan kekasih saya tinggal. Nanti saya akan tanyakan kenapa apartemen ini bisa jadi sengketa." Ucap Gilang mencoba memberi penawaran.
"Baiklah, saya beri waktu paling telat besok siang jam 11. Kalian harus sudah mengosongkan apartemen." Ucap petugas audit dengan tegas yang diangguki malas oleh Zemi.
Setelah kedua petugas itu pergi, Gilang pun ikut pamit pulang.
"Anye, aku yakin dia tahu sesuatu. Dan memerintahkan orang untuk mengusirku dan Zemi dari apartemen. Dasar perempuan licik." Gumam Gilang.
Sementara itu, Zemi ikut kesal. Niatnya ingin hidup mewah dengan suami orang, kini terancam gagal. Membuat wanita itu komat kamit.
"Dasar brengsek, aku harus ke mana jika apartemen ini disita. Sedangkan rumah kedua orang tuaku bulan depan sudah jadwal lelang."
Ya, perusahaan orang tua Zemi sudah diambang kebangkrutan. Rumah besar satu-satunya tempat tinggal mereka sudah dijadikan jaminan pinjaman bank. Dan karena sudah menunggak lama, rumah itu sudah masuk pelelangan.
Untuk itulah, harapan satu-satunya Zemi adalah menikah dengan Gilang. Setelah itu, kedua orang tuanya akan tinggal di apartemen ini. Sementara Zemi tentu saja ikut Gilang tinggal di rumah Anye. Sungguh rencana busuk yang sudah tersusun rapi tapi terancam gatot.
"Aku harus memaksa Gilang segera menikahiku sebelum 20 hari lagi."
Sementara…
Kau Selingkuh, Ku Nikahi Suami Kakakmu
Terusir Dari Apartemen
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments
itin
sebidoh bodohnya manusia ya eh manusia bukan ya gilang 🤭 yang sudah beberapa bulan menjabat CEO meski cuman duduk ongkang kaki setidaknya wibawa sesikit terbentuk ga yang dadakan kayak tahu bulat. kenapa otaknya kosong ya apa sudah pindah ke tengah selengki ya 😄🤣
2025-10-19
0
Yus Nita
terimalah kehancuran mu jalang biadab.
segitu nikmat ny kah lobang si Zemy, hingga gilang lupa ingatan, wlu pun perut si jalang udah mulai menonjol.
hadeeecchhh...
2025-10-19
0
Katherina Ajawaila
gila ya bu ambar main blng apartemen sendiri., bayar nya pakai ngangkang org waras juga ogah kalau. model terowongan kreta api, mana bau di kencingin. ganti, org🤑
2025-11-02
0