Tubuh tua itu menggelinding dari atas tangga hingga ke bawah. Berhenti tepat di depan dua pasang kaki Arrayan dan Rizal, yang saat itu terdiam terpaku. Dua anak yang menjadi korban keserakahannya, menjadi saksi bagaimana wanita itu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
"Sama seperti cara kematian Ayah, menggelinding hingga nafas terakhirnya hilang."
Ucap Rizal lirih, tapi masih bisa didengar oleh semua orang.
"Tidaakkk... Ibu...." Teriak Arthur memakakan telinga siapa pun yang mendengar.
"Ke... Kenapa kalian tega membunuh Ibuku?" Ucapnya lagi, dengan air mata yang membasahi kedua pipinya.
"Tidak ada yang membunuh Ibu. Tapi memang sudah takdirnya, Ibu meninggal dengan cara yang sama."
"Apa Mas Arthur lupa, jika saat itu Mas dan Ibu justru tertawa bahagia seolah kematian Ayah adalah hal yang paling kalian tunggu-tunggu." Ucap Rizal. Wajah penghulu muda itu datar, bagaikan kematian Ibunya hal biasa. Tidak ada raut wajah sedih, tapi yang terlihat hanya pasrah. Mungkin inilah hukum tabur tuai.
"Dasar anak sialan, anak tidak berbakti, anak durhaka kamu Rizal." Sumpah serapah Arthur tidak menerima jika Ibunya sudah tutup usia.
"Permisi Tuan Arrayan, kami datang atas panggilan dari Tuan Vano." Ucap seorang pria berseragam polisi diikuti beberapa rekannya dari belakang.
"Iya Pak, silahkan Anda bawa semua perusuh ini." Ucap Arrayan.
Polisi membawa Arthur dan anak buahnya keluar dari rumah Anye, kini tinggal Nyonya Renata yang masih tergeletak tidak bernyawa lagi.
Arrayan juga sudah memanggil pengurus jenasah untuk dimandikan dan dimakamkan. Bagaimana pun dia adalah Ibu kandung dari adik se ayahnya. Setelah semua selesai, suasana ruman milik Anye itu menjadi hening.
"Hubby..." Anye berlari menuruni anak tangga, membuat semua pria menahan nafas dengan tingkah ceroboh Anye.
"ASTAGA HONEY, BERHENTI BERSIKAP CEROBOH." Tanpa sadar Arrayan meninggikan suaranya. Membuat Anye terkejut lalu mengentikan langkah di anak tangga terakhir.
"Maaf, aku sudah meninggikan suara. Tolong, ber…
Kau Selingkuh, Ku Nikahi Suami Kakakmu
Sikap Dingin Anyelir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments
Teh Yen
kenapa arrayan berubah ,kenapa berbohong pada Anye saat minta d temani kontrol kandungan malah makan berdua dengan seornag wanita hemmmm? Anye lagi Kenap Tidka bertanya malah balik bersikap dingin yah hadeuuh 🙈 jd gmn ini salah pahamkah atau arrayan bner" selingkuh ?
2026-04-23
0
Qaisaa Nazarudin
Salah nya disini adalah kurangnya komunikasi,Mungkin wanita itu sekretarisnya Rayyan,kenapa suka banget memendam, bukannya ditanya langsung..ckkk🤦🤦
2025-10-19
0
Qaisaa Nazarudin
Anye tiba2 bersikap keras kepala...ckkk jadi gak masuk akal Alur ceritanya sampai di sini..
2025-10-19
1