Dreettt...
Dreettt...
Dreettt...
"Iya Halo, ada apa kamu menghubungiku?" Tanya Arrayan datar pada sambungan telepon.
"Arrayan, aku sendirian di apartemen. Tapi, lampu di kamarku mati. Aku tidak bisa menggantinya." Suara Soraya terdengar manja mendayu-dayu.
"Panggil petugas keamanan Apartemen."
Tut
"Jika kamu tidak kehilangan Anye, aku yakin Mas Rayan menurutinya."
Vano terkekeh mentertawakan kebodohan Arrayan.
"Sudah ya Mas, aku akan menemani istriku menemui para tamu." Ucap Vano beranjak meninggalkan Arrayan.
"Tidak apa-apa, aku juga akan pulang sekarang. Aku mau ke rumah Anye." Ucap Arrayan.
Pria itu berharap bisa mendapatkan kata maaf dan memperbaiki keadaan. Sungguh Arrayan merasa telah kecolongan.
Arrayan mampir membeli setangkai bunga lili putih, dan sekotak coklat. Dia berharap istrinya mau memaafkannya. Begitu tiba di depan gerbang, Arrayan mengernyit heran karena pintu itu digembok dari luar pagar.
"Kemana Anye? Kenapa gerbangnya harus dirantai dan digembok." Monolog Arrayan.
Tin
Tin
Tin
Tidak ada sahutan, bahkan tidak ada security.
Rumah Anye memang dibiarkan kosong tanpa ada penghuni ataupun keamanan. Hal itu karena Anye tidak ingin Arrayan masuk ke dalam.
Anye benar-benar memutus semua komunikasi dan akses Arrayan menemukannya. Anye hanya butuh waktu sendiri, tapi dia pun tidak tahu waktu yang dibutuhkannya berapa lama. Sebulan, Dua bulan atau Setahun.
"Apa aku sungguh telah kehilanganmu?" Arrayan tergugu di depan pagar. Hingga seseorang yang kebetulan lewat menyapanya dan menanyakan kenapa menangis.
"Tuan Arrayan? Kenapa Anda menangis?" Tanya orang itu yang ternyata adalah security komplek yang mengenalnya.
"Maaf Pak, saya sedang memikirkan istri saya. Kami terlibat salah paham." Ucap Arrayan sedikit malu.
"Oh... Begitu, mungkin itu alasan Non Anye pergi ya Tuan. Dia dan adiknya membawa banyak koper satu jam yang lalu. Kalau tidak salah dengar saat teman saya tanya katanya mereka mau pindah ke Luar Negeri."
Jedeeaaarrr...
Arrayan terhuyung jika saja tid…
Kau Selingkuh, Ku Nikahi Suami Kakakmu
Pembalasan Arrayan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments
partini
good job rayy,,tapi mengsedihhhh dulu yah biarpun ga 100% kesalahan kamu sih lain kali waspada dong
2025-09-12
1
Shinta Dewiana
makanya jangan sok kasian kalau perempuan minta tolong...malah jadikan sekretaris lagi...dasar bodoh...bukannya dulu bokaplu juga selingkuh dg sekretaris....cih
2025-10-21
0
Shankara Senja
klo saya jadj anyelir,ga akan balik ke arrayan..Pria ga ounya ketegasan gtu..nnt jg terulang lg klo punya sekretaris cewek
2025-11-16
0