Sebelum Arrayan pergi keluar ruangan, memang Anye sudah hampir terlelap. Tapi, saat mendengar langkah kaki seperti mengendap-endap membuka pintu. Detik itu juga Anye kembali sadar, meskipun belum membuka mata.
"Mau ke mana mas Ray" Pikir Anye tapi tidak bisa berbuat banyak dengan perut besarnya.
"Sepertinya aku belum terlalu mengenalmu."
Cukup lama Anye menunggu dengan gelisah, hingga satu jam kemudian Arrayan datang dengan cara yang sama saat akan pergi keluar. Mengendap-endap seperti seorang maling.
"Hubby, dari mana saja kamu? Apa ada yang kamu sembunyikan? Kenapa kamu berjalan mengendap-endap?" Tembak Anye menatap tajam Arrayan.
"Bicara jujur, jangan kecewakan aku."
"Honey... Sudah larut malam, sebaiknya kamu lanjutkan tidur." Ucap Arrayan.
"Jadi, seperti yang kamu inginkan? Aku tidur supaya tidak melanjutkan pertanyaanku tentang kepergianmu yang diam-diam seperti takut akan ketahuan. Ya sudah, aku tidak akan memaksa orang untuk berkata jujur. Cukup tahu, jika aku salah memilih suami untuk kedua kalinya."
"Pergilah Mas... Tidak perlu di sini, kalau aku bukan seseorang yang penting untuk mengetahui kebenaranmu."
"Honey... Tolong jangan salah paham. Aku hanya, tidak ingin membuat kamu lelah dan banyak pikiran." Ucap Arrayan merasa serba salah.
"Sudahlah Mas, terserah apa maumu. Dan aku juga akan melakukan apa mauku." Balas tegas Anye.
Jam dinding masih menunjukkan pukul 1 dini hari, tapi suasana ruangan itu malah menjadi panas. Karena merasa sesak, Anye melangkah keluar dan menuju ke taman. Meninggalkan Gavin yang masih tidur, dan Arrayan yang diam membeku.
Di taman Rumah Sakit, wanita hamil itu berulang kali membuang nafas kasar. Dadanya terasa sesak.
Kecewa, lagi-lagi dia harus menelan kekecewaan dari orang tercinta.
"Apa aku seburuk itu hingga terus tersakiti? Padahal aku sudah mulai membuka hati untukmu, tapi kamu justru langsung menorehkan luka. Aku kembali salah mengambil langkah, sebaiknya setelah ini aku pergi. Hidup dengan Gavin dan anakku yang akan lahir…
Kau Selingkuh, Ku Nikahi Suami Kakakmu
Siapa Dia?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments
Santika Aprilianti
lebih tepatnya bukan psikolog tp psikiater...
2025-10-08
6
Yuni Rachmawati
wasuh sdh senang bacanya sat set .tdk bertele tele...eeh skrg malah ada orang yg mau bebasin gina..duuh..jd sebel nich bacanya, krn penjahatnya ada yg melindungi..dan cerita jd lebih panjang...🤭🤭🤭
2026-08-25
0
Karsa Sanjaya
tidak sabaran sih hanya alasan karna anak tidak memikirkan gimana ke depannya padahal lebih baik minta bantuan Ratna ketika waktunya melahirkan atau dia kan kaya bisa mengupahi orang
2025-12-09
0