Seorang wanita tua keluar dari mobil mewah dengan wajah angkuh. Dagu diangkat, banyak perhiasan di seluruh tubuhnya. Mirip toko berjalan.
"Jadi di sini rupanya dia bersembunyi. Pantas susah sekali ditemukan." Gumamnya sambil melangkahkan kaki ingin memasuki rumah tanpa mau permisi.
"Nyonya mau ke mana?" Rani terlihat menghadang jalan Nyonya Renata.
"Aku ingin bertemu anak dan menantuku, dan kamu untuk apa menghalangi jalanku." Ucap Nyonya Renata.
"Tuan dan Nyonya sedang sarapan..."
"Minggir jangan pernah halangi jalanku." Nyonya Renata memotong kalimat sambil mengacungkan sebuah pistol ke arah Rani yang langsung diam terkejut.
"Jadi, kalian berkumpul di sini?" Ucapnya Nyonya Renata tersenyum remeh.
"Jadi, kamu bersembunyi di bawah ketiak wanita hamil itu? Menjijikkan!"
"Ibu... Sudah Bu, turunkan senjata Ibu. Jangan terus mencari musuh." Ucap Rizal beranjak dari duduknya kemudian ingin menjabat tangan Ibunya. Tapi, justru uluran tangan Rizal ditepis kasar, dan tubuhnya didorong kasar membuat Rizal yang belum pulih 100 persen jatuh tersungkur.
"Kamu, anak durhaka? Mana surat wasiat yang kamu curi dariku?" Tanya Nyonya Renata menatap tajam.
"Surat wasiat palsu yang kamu maksud? Bukankah justru kamu yang mencuri harta kedua orang tuaku. Dasar wanita jalang, pelacur murahan. Kamu goda Papaku, setelah itu kamu bunuh kedua orang tuaku. Wanita iblis." Ucap Arrayan marah.
"Bedebah sialan, siapa kamu berani menghinaku? sudah seharusnya Andhika memberikan seluruh hartanya padaku, karena aku satu-satunya wanita yang dicintai."
"Tante tua, lebih baik bangun dari tidur panjangmu. Kalau Papa mertuaku mencintaimu, tidak perlu kamu memaksa membuat surat wasiat palsu kemudian dengan tanganmu sendiri kamu malah membunuhnya. Apa itu cinta?"
Perlahan tapi pasti, wanita hamil itu berdiri dan mendekati tamu tak diundang yang sudah mengganggunya.
"Selain menjadi pelakor dan pembunuh, apa kemampuan yang kamu miliki?" Tanya Anye dengan tatapan membunuh yang sebelumnya tidak pernah dia perlih…
Kau Selingkuh, Ku Nikahi Suami Kakakmu
Kematian Gina
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments
Teh Yen
kepo banget hidup.loe.gilang terserah anye dong mau nikah sama.siapa lagian udh cere kan sama kamu engg ky kamu yg udh nyoblos duluan sama.zemi huuh maling teriak.maling lu mah gilang
2026-04-23
0
Tri Ningsih Kurniawati
Gina, marine ditangannya sendiri. ending yang baik. Gilang, mamanya, bagaimana nantinya?
2025-11-02
0
Linda pransiska manalu
mampus kamu gilang. tau rasa sendirikan akibatnya.
2025-09-28
1