Pagi itu, udara di sekitar The Art-Void Museum terasa sangat kontras dengan keramaian pengunjung yang mengantre. Baskara tampil sangat rapi dengan kemeja hitam yang pas di tubuhnya, sementara Arini mengenakan gaun simpel berwarna krem yang membuatnya tampak seperti pengunjung elit pada umumnya. Namun, di balik kacamata hitamnya, mata Arini terus bergerak waspada.
"Genggam tanganku, Arini. Jika kamu merasa pusing atau mual, kita langsung keluar," bisik Baskara sambil merangkul pinggang Arini saat mereka melewati pintu detektor logam.
Arini mengangguk pelan. "Aku akan mencoba bertahan, Bas. Aku harus melihat apa yang mereka sembunyikan."
Begitu kaki Arini melewati garis pembatas galeri kedua, suasana berubah drastis bagi indranya. Mika yang tadi sempat mencoba menemani, langsung gemetar hebat.
"Rin, aku nggak kuat! Aura tempat ini menolakku mentah-mentah!" bisik Mika dengan suara pecah. Tanpa menunggu aba-aba, Mika langsung melesat masuk ke dalam botol parfum di tas Arini, bersembunyi di balik aroma melati yang kini menjadi satu-satunya pelindung tipis baginya.
Arini mencoba tetap tenang, tangannya menggenggam lengan Baskara dengan sangat kuat hingga buku jarinya memutih.
"Arini? Kamu pucat sekali. Dingin?" tanya Baskara, suaranya terdengar jauh dan samar bagi Arini.
Bagi Baskara, ruangan itu sejuk dan mewah. Namun bagi Arini, udara di sana terasa mendidih dan amis. Suhu panas yang tak kasat mata seolah memanggang kulitnya. Di telinganya, ribuan jeritan melengking—suara-suara wanita yang meminta tolong, meratap, dan mengutuk—beradu dengan musik klasik yang diputar di museum.
Jangan menoleh. Jangan berikan perhatianmu, Arini terus merapalkan pesan Sang Ratu dalam hatinya. Ia memejamkan mata sejenak, menahan rasa pusing yang hebat karena dinding-dinding galeri itu seolah berdenyut seperti jantung monster.
Namun, kepura-puraan Arini tidak bertahan lama. Dari arah singgasana seni di tengah ruangan, muncul sebuah energi hitam yang luar biasa besar. Sosok itu bukan s…
Diagnosis: Ghost!
BAB 33: Perjamuan Sang Raja Kegelapan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 101 Episodes
Comments