Ruang interogasi khusus di markas kepolisian terasa sangat sunyi pukul tiga pagi. Di balik kaca satu arah, Baskara dan Arini memperhatikan Kevin yang duduk meringkuk di sudut kursi. Pemuda itu terlihat sangat kecil, wajahnya pucat pasi setelah Amon-Ra dipaksa mundur oleh cahaya janin Arini.
Doni masuk membawa dua cup kopi panas, wajahnya tampak sangat kusut. "Bas, ini bakal jadi berkas paling aneh yang pernah aku ketik. Hendrawan terus-terusan teriak kalau dia diserang monster di kamar hotel. Dia minta perlindungan saksi karena merasa nyawanya terancam oleh 'sihir' Kevin."
Baskara menyesap kopinya, matanya tetap tertuju pada Kevin. "Hendrawan itu pengecut, Don. Dia menggunakan narasi 'sihir' supaya Kevin terlihat gila atau berbahaya, sehingga kesaksian Kevin soal pelecehan seksual itu dianggap tidak valid di pengadilan. Itu taktik kotor yang sudah aku duga."
"Lalu bagaimana kita menulis laporannya?" tanya Doni.
"Kita fokus pada apa yang terekam di kamera," sahut Baskara tegas. "Kamera menunjukkan Hendrawan mengintimidasi Kevin soal tesis, meminta imbalan seksual, dan mencoba melakukan pemaksaan. Soal 'monster' atau 'kabut hitam', kita catat sebagai gangguan psikologis yang dialami korban (Kevin) akibat trauma berat yang memicu histeria masa. Secara hukum, itu jauh lebih masuk akal daripada menulis nama Amon-Ra di berita acara."
Arini menghela napas, ia memegang tangan Baskara. "Bas, di dunia batin, Amon sedang tertawa. Dia tahu Kevin sekarang dalam posisi terjepit. Kevin merasa dirinya kotor karena dilecehkan, dan merasa bersalah karena hampir membunuh. Jika hukum manusia menyudutkannya, Amon akan punya celah untuk masuk kembali."
Mika muncul di samping Arini, wajahnya terlihat sangat geram. "Rin, Pak Dosen kuwi isih sombong! (Rin, Pak Dosen itu masih sombong!) Neng ruang sebelah, deweke bisik-bisik karo pengacarane nek deweke duwe koneksi neng kementerian. Deweke yakin iso bebas!"
"Dia tidak akan bebas," desis Baskara. Ia berdiri dan melangkah masuk ke ruan…
Diagnosis: Ghost!
BAB 82: Diplomasi di Ruang Gelap
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 101 Episodes
Comments