Mobil SUV hitam Baskara berhenti tepat di depan gerbang raksasa Pabrik Tekstil Suryatama Kencana. Di belakangnya, dua mobil operasional yang membawa Doni dan tim kecilnya sudah bersiap. Pabrik ini terlihat sangat megah dari luar, dengan cerobong asap yang menjulang tinggi, namun di mata Arini, asap yang keluar bukan berwarna abu-abu, melainkan hitam pekat seperti rambut yang terbakar.
"Rin, pegang bambu kuningnya. Jangan lepas," bisik Baskara sambil mematikan mesin. Ia menatap tajam ke arah dua satpam yang mulai mendekat dengan wajah tidak bersahabat.
"Aku siap, Bas. Mbak Arunika sudah di depan gerbang, dia bilang energinya sangat panas di dalam," sahut Arini. Ia merasakan sensasi hangat dari bangle yang tersemat di pinggangnya, seolah ada benteng tak kasat mata yang mendekap perutnya.
Baskara turun dari mobil, diikuti Arini. Ia mengeluarkan kartu tanda pengenalnya sebagai Jaksa Utama. "Buka gerbangnya. Saya membawa surat perintah penggeledahan terkait laporan kecelakaan kerja dan dugaan tindak pidana."
Dua satpam itu saling lirik, wajah mereka pucat namun mencoba tetap angkuh. "Maaf, Pak Jaksa. Pak Broto sedang tidak ada di tempat. Harus ada janji dulu."
"Saya tidak butuh janji untuk menegakkan hukum," potong Baskara dengan suara baritonnya yang menggelegar. "Buka, atau saya perintahkan tim saya untuk mendobrak. Dan katakan pada bosmu, Baskara Adhitama sudah di depan pintunya."
Gerbang akhirnya terbuka dengan suara derit logam yang memekakkan telinga. Begitu mereka melangkah masuk ke area produksi, deru mesin tenun yang ribuan jumlahnya itu terdengar seperti suara jeritan manusia yang disatukan.
"Rin, ati-ati! Ing pojok kono... sosok sing rupane koyo kera raksasa lagi ndelok kowe!" (Rin, hati-hati! Di pojok sana... sosok yang rupanya seperti kera raksasa sedang melihatmu!) Mika tiba-tiba muncul di samping Arini, wajahnya tampak sangat tegang.
Arini menyipitkan mata. Benar saja, di atas tumpukan gulungan kain di pojok gudang, sesosok makhluk berbulu hitam lebat deng…
Diagnosis: Ghost!
BAB 57: Gerbang Neraka di Ujung Pantura
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 101 Episodes
Comments