Suara mesin penghancur beton (jackhammer) yang dibawa tim Doni memekakkan telinga, beradu dengan deru mesin pabrik yang sengaja tidak dimatikan oleh anak buah Broto untuk menyamarkan kegaduhan. Debu semen mulai beterbangan di pojok gudang timur, menciptakan kabut putih yang menyesakkan.
Baskara berdiri tegak di depan Arini, tangannya mencengkeram gagang bambu kuning milik istrinya yang ia pinjam sebentar untuk memukul mundur hawa dingin yang mencoba mendekat.
"Don! Cepat dikit! Kita nggak punya banyak waktu sebelum pengacara dan preman-preman dia sampai ke sini!" teriak Baskara.
"Sabar, Bas! Beton ini tebel banget, kayak sengaja dicor berlapis-lapis!" sahut Doni yang bajunya sudah basah oleh keringat dan debu.
Pak Broto berdiri tak jauh dari sana, dikelilingi oleh beberapa pengawal berbadan tegap. Wajahnya yang tadi tenang kini tampak sangat gelisah. Matanya terus melirik ke arah langit-langit gudang, tempat sosok "Eyang" kera raksasa itu sedang merayap gelisah.
"Kalian merusak properti pribadi tanpa bukti yang kuat! Saya akan tuntut kalian sampai ke akar-akarnya!" raung Broto.
Arini melangkah sedikit ke depan, keluar dari bayang-bayang punggung Baskara. Matanya menatap tajam ke arah Broto. "Properti pribadi, Pak? Atau kuburan massal? Saya bisa mendengar mereka, Pak Broto. Karyawan-karyawan yang Anda bilang 'pulang kampung' padahal nyawa mereka Anda serahkan ke makhluk itu untuk kekayaan ini."
"Tutup mulutmu, Perempuan gila!" bentak Broto.
Tiba-tiba, lampu-lampu di gudang itu berkedip hebat. Bzzztt... bzzzt... Suasana mendadak menjadi sangat dingin hingga napas mereka mengeluarkan uap.
"Rin, ati-ati! Makhluk kuwi lagi ngumpulke tenaga!" (Rin, hati-hati! Makhluk itu lagi mengumpulkan tenaga!) teriak Mika. Ia terbang berputar-putar di atas Arini, mencoba menciptakan perisai dari aroma melatinya.
Sosok kera raksasa itu tiba-tiba melompat turun dari langit-langit, mendarat tepat di depan beton yang sedang digali. Namun, hanya Arini, Mika, dan Bagus yang bisa melihatnya.…
Diagnosis: Ghost!
BAB 58: Bongkahan Beton dan Rahasia yang Menguap
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 101 Episodes
Comments