Udara di dalam ruangan rahasia di balik lukisan itu jauh lebih dingin, namun anehnya, bau amis darah yang tadinya menyengat justru menghilang, digantikan oleh aroma bahan kimia pengawet yang tajam dan menusuk paru-paru. Baskara mengarahkan senternya ke depan, dan cahaya itu menyapu deretan tabung kaca silinder yang berbaris rapi di atas rak-rak baja tahan karat.
Arini melangkah maju dengan kaki yang terasa berat seperti timah. Ia berhenti di depan salah satu tabung besar. Di dalamnya, sebuah rahim wanita terapung dalam cairan formaldehida yang jernih. Di sampingnya, terdapat tabung-tabung kecil yang berisi janin berusia muda—hasil dari paksaan yang berakhir dengan maut.
"Bas... ini bukan sekadar perdagangan organ biasa," suara Arini bergetar hebat. "Lihat ini. Mereka mengawetkan bagian yang dianggap sebagai simbol 'kehidupan' dan 'kesuburan'."
Baskara bergeser ke sisi lain ruangan, di mana deretan tabung berisi jantung manusia berjejer. Di setiap tabung jantung itu, terdapat benang merah yang mengikat tutup tabung dan menjuntai ke atas, terhubung dengan foto-foto pria yang tampak gagah dan berwibawa di masa hidupnya.
"Korbannya terbagi dengan sangat spesifik," gumam Baskara, wajahnya mengeras menahan mual dan amarah. "Tabung rahim dan janin untuk foto-foto wanita... dan tabung jantung untuk pria."
Arini mendekati deretan foto wanita yang menggantung. Salah satunya adalah foto Bella Luna dan Maya Sari. Ia membalik foto Bella dengan tangan gemetar. Di balik kertas foto yang mahal itu, terdapat tulisan tangan yang sangat rapi menggunakan tinta merah:
Bella Luna
Waktu Eksekusi: 11 April 2026
Jam: 23.45 WIB
Status: Sempurna (Persembahan ke-99)
"Mereka mencatat semuanya, Bas," isak Arini. "Hari, tanggal, bahkan jam kematiannya. Ini adalah pabrik kematian yang dipadukan dengan ritual pemujaan. Mereka mengambil jantung pria untuk kekuatan, dan rahim wanita untuk keabadian."
Mika, yang biasanya tidak bisa diam, kini meringkuk di pojok ruangan. Wajah transparannya ta…
Diagnosis: Ghost!
BAB 36: Galeri Organ dan Garis Takdir yang Terputus
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 101 Episodes
Comments