Pukul sepuluh pagi, Arini dan Satria masih duduk berdampingan di ruang kerja Arini. Keduanya tengah serius mendiskusikan satu hal yang cukup penting, yaitu mencari pengganti untuk posisi bagian keuangan yang saat ini masih kosong. Beberapa catatan dan berkas terbuka di atas meja, sementara Arini sesekali menyampaikan pendapatnya dan Satria menanggapi dengan penuh perhatian.
Di tengah pembicaraan, terdengar ketukan dari arah pintu.
Tok tok tok
"Masuk," ujar Arini.
Pintu terbuka. Dhea, sang sekretaris, muncul di ambang pintu dengan senyum sopan.
"Maaf, Bu. Ada Mbak Hani yang mau menemui Ibu."
Wajah Arini seketika berubah cerah. "Oh, silakan suruh masuk!"
"Baik, Bu."
Dhea segera memberikan ruang. Tak lama kemudian, Hani melangkah masuk. "Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam. Silakan masuk!"
Arini langsung berdiri dari kursinya. Begitu melihat sahabatnya, senyum lebar langsung menghiasi wajahnya. Hani pun berjalan cepat menghampirinya
Ariiiin
Keduanya langsung berpelukan erat. Kerinduan yang cukup lama tersimpan seolah tumpah dalam pelukan itu. Beberapa saat mereka saling berpelukan sebelum akhirnya Hani melepaskan tangannya.
Namun, baru saja mundur selangkah, mata Hani menangkap sosok yang sejak tadi duduk tak jauh dari mereka
Keningnya langsung berkerut. "Lho, kok ada Mas Satria?
Arini menoleh ke arah Satria, lalu kembali menatap Hani dengan wajah heran "Iya, dari tadi juga ada. Masa badan segede gitu, enggak kelihatan?"
Satria yang mendengar ucapan Arini hanya mengangkat alis sambil menahan senyum.
Hani spontan terkekeh
"Eh, maat, kirain enggak ada orang." Hani kemudian menghadap Satria. Kedua telapak tangannya ia tahlilan tangkupkan di depan dada sebagai tanda menyapa. "Apa kabar, Mas?"
"Alhamdulillah, kabar baik. Kamu sendiri apa kabarnya?l
"Alhamdulillah, baik juga." Hani tersenyum lebar. Tatapannya kemudian berpindah dari Satria kepada Arini. "Malah semakin baik saat melihat kalian berdua akrab begini."
Arini mengerutkan kening.
"Lho, kok bisa?"
"Iya lah." Han…
ISTRI YANG DISINGKIRKAN DI HARI ULANG TAHUN PERNIKAHAN
132. Hani Datang Membawa Warna
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments
Mamah Dini11
nanti pas serah terima restonya mungkin arini baru tau mantan Dan adik iparnya kerja do sana , semoga galang gk bikin ulah setelah tau ITU resto mil ik arini dan bisa nerima dgn lapang Dada , lanjut thor semangat SEHAT selalu ya 💪💪
2026-08-31
0
Cicih Sophiana
Arini belum melihat Yulia dan Galang kerja di resto nya yah...
2026-08-28
0
Ds Phone
permulaan baru
2026-09-07
0