Pagi itu, sekitar pukul sepuluh, Bu Sumarni sudah duduk di dalam angkot yang melaju menuju Resto Citra Sunda. Tangannya tak henti-henti meremas ujung kerudung yang dikenakannya. Sesekali pandangannya terlempar ke luar jendela, tetapi pikirannya justru jauh melayang pada masa lalu.
Sebelum berangkat, ia menitipkan Cio kepada tetangga. Entah mengapa sejak bangun pagi tadi dadanya terasa sesak. Ada sesuatu yang ingin ia selesaikan. Sesuatu yang selama ini hanya berani ia simpan sendiri dalam hati.
Hari itu Bu Sumarni memberanikan diri menemui Arini. Bukan untuk meminta apa-apa. Bukan pula untuk membela diri. Ia hanya ingin meminta maaf.
Maaf atas semua perlakuannya di masa lalu. Maaf karena pernah memandang Arini sebelah mata. Maaf karena ketika Arini masih menjadi menantunya, ia justru ikut membuat perempuan itu merasa tidak dihargai dan tidak dianggap sebagai bagian dari keluarga.
Dan kini, ketika mengetahui siapa Arini sebenarnya, melihat bagaimana perempuan itu bangkit dan memiliki kehidupan yang jauh lebih baik, penyesalan itu terasa semakin menyesakkan.
Angkot berhenti tidak jauh dari Resto Citra Sunda. Bu Sumarni turun perlahan. Ia berdiri beberapa saat di depan bangunan restoran yang tampak megah itu. Menatap papan nama di atas pintu masuk, lalu menarik napas panjang.
"Ya Allah... kuatkan aku!" bisiknya lirih.
Ia kemudian melangkah masuk. Pagi menjelang siang itu suasana resto masih relatif lengang. Para pelanggan yang datang untuk sarapan sudah banyak yang meninggalkan tempat, sementara waktu makan siang masih cukup lama. Beberapa karyawan tampak sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Bu Sumarni berjalan mendekati meja security dengan langkah ragu. "Maaf, Pak..." sapanya pelan.
Security itu segera menoleh. "Ibu ada keperluan?"
"Saya mau bertemu Bu Arini."
"Bu Arini?" Security itu memastikan.
Bu Sumarni mengangguk. "Iya."
"Kalau begitu, Ibu bisa menyampaikan ke resepsionis dulu, ya."
Bu Sumarni mengangguk kembali. Ia kemudian berjalan menuju meja resepsionis. De…
ISTRI YANG DISINGKIRKAN DI HARI ULANG TAHUN PERNIKAHAN
138. Maaf yang Datang Terlambat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments
Cicih Sophiana
lebih baik terlambat ya bu... dari pada tdk sama sekali... minta maaf adalah kewajiban manusia yg bersalah... dan penyesalan yg terlalu banyak akan menjadi penyakit...
2026-09-05
0
Fey mldn
akhirnya Bu Sumarni sadar dan minta maaf ke Arini dan semoga Arini mendapatkan kebahagiaan dari seseorang yang tulus mencintainya
2026-09-02
0