Siang itu, setelah berjam-jam berjibaku dengan pekerjaan dan mematangkan berbagai persiapan untuk konsep serah terima resto, Arini, Satria, Hani, dan Om Wahyu akhirnya menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak. Mereka memilih makan siang bersama di sebuah private room yang lebih tenang, jauh dari hiruk-pikuk area resto.
Begitu duduk, Om Wahyu langsung mengambil daftar menu yang tersedia. Matanya menyusuri satu per satu pilihan makanan, sementara yang lain mulai menentukan pesanan masing-masing.
"Makannya mau apa, nih?” tanya Om Wahyu sambil masih melihat-lihat menu.
"Saya timbel komplit aja, Om. Plus es teh manis,” jawab Satria tanpa banyak berpikir.
"Saya nasi bakar aja sama es jeruk,” sahut Arini.
Om Wahyu kemudian mengalihkan pandangan kepada Hani. "Kamu, Han?”
"Nasi liwet aja, Om. Sama teh tawar.”
"Sip.”
Setelah semua pesanan ditentukan, Om Wahyu mengambil ponselnya dan langsung menelepon bagian dapur untuk menyampaikan pesanan mereka. Tak lama kemudian, ia kembali meletakkan ponselnya di atas meja.
Suasana di dalam ruangan terasa jauh lebih santai. Untuk sesaat, mereka bisa melepaskan ketegangan pekerjaan dan menikmati waktu makan siang bersama.
Namun, di tengah suasana santai itu, Om Wahyu tiba-tiba teringat sesuatu.
"Oh, ya, Han. Untuk lamaran kerjaannya tetap aja kamu kirim ke HRD, ya. Bisa lewat Arini juga kalau mau. Walaupun sebenarnya…” Om Wahyu sengaja berhenti sejenak, lalu tersenyum tipis. "Kamu itu dilamar, bukan melamar.”
Arini dan Satria langsung saling pandang. Senyum kecil muncul di wajah keduanya.
Hani hanya bisa tertawa kecil sambil mengangguk.
"Iya, siap, Om."
Ucapan sederhana itu membuat suasana kembali dipenuhi kehangatan. Di tengah kesibukan mempersiapkan masa depan resto, ternyata ada juga hal-hal kecil yang membuat pekerjaan terasa jauh lebih menyenangkan.
Sambil menunggu pesanan datang, Arini mengambil ponselnya. Ia mulai berselancar di dunia maya, membuka beberapa media sosial untuk sekadar mengisi waktu luang.
Namun, baru beberapa me…
ISTRI YANG DISINGKIRKAN DI HARI ULANG TAHUN PERNIKAHAN
133. Pujian dari Satria
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments
Fey mldn
ada yang pipinya kemerah2an ini karena pujiannya Satria,udah sih Airin terimalah cintanya Satria
2026-08-28
0
Cicih Sophiana
ah Arini pura pura gak denger... awas loh nanti gak denger beneran 😀
2026-08-28
0
Ds Phone
tengah jatuh cinta tu
2026-09-07
0