Di hari pertama baru tengah hari tak ada dagangan yang di bawa pulang Arvin. Laris manis.
Suatu keberuntungan bagi Arvin di hari pertama keliling menjual pakaian. Lima potong di beli tunai, bahkan Arvin jual sedikit lebih mahal dari harga yang ditentuin Vira.
Arvin diajak Vira masuk ke rumah, untuk menghitung bersama.
Vira mencatat dengan teliti di buku pembukuan, barang-barang yang telah terjual tunai dan yang secara kredit. Keuntungan yang menjadi hak Arvin diserahkan.
Yanti iri melihat Vira menyerahkan beberapa lembar uang bagian keuntungan Arvin.
Arvin berterima kasih pada Vira dan bilang jadi makin bersemangat.
2026-08-09
1
anonim
Mirna ini bisanya menyalahkan Vira. Anaknya juga sama. Maunya menggantungkan kebutuhan hidup pada Vira.
Ibu dan anak tak tahu diri, jadi benalu tidak ada rasa malu.
Daril lagi - menyalahkan Vira yang mengangkat hidup Arvin.
Pak RT dan perangkat desa datang ke rumah Mirna. Menyampaikan pesan dari Pak Kades. Mirna dan Daril diminta datang ke balai desa sore nanti.
Kapok kau Mirna, Deril juga. Bakal menuai hasil taburan kalian. Rasakan akibat tak menjaga lisan.
2026-08-09
1
anonim
Arvin mau ambil barang lagi.
Vira menyerahkan barang yang akan di bawa Arvin untuk putaran kedua.
Dua kantong plastik besar diangkat Arvin siap untuk dipasarkan.
Pak RT datang, memberi ucapan salam yang disambut ucapan salam balik oleh Vira.
Pak RT memberi tahu Vira, nanti sore diminta datang ke balai desa.
Pak Kades ingin bertemu Vira. Yanti juga diminta ikut.
Kaget kan Yanti mendengar namanya disebut. Rasakan akibat mulut tak dijaga lisannya
Comments
anonim
Di hari pertama baru tengah hari tak ada dagangan yang di bawa pulang Arvin. Laris manis.
Suatu keberuntungan bagi Arvin di hari pertama keliling menjual pakaian. Lima potong di beli tunai, bahkan Arvin jual sedikit lebih mahal dari harga yang ditentuin Vira.
Arvin diajak Vira masuk ke rumah, untuk menghitung bersama.
Vira mencatat dengan teliti di buku pembukuan, barang-barang yang telah terjual tunai dan yang secara kredit. Keuntungan yang menjadi hak Arvin diserahkan.
Yanti iri melihat Vira menyerahkan beberapa lembar uang bagian keuntungan Arvin.
Arvin berterima kasih pada Vira dan bilang jadi makin bersemangat.
2026-08-09
1
anonim
Mirna ini bisanya menyalahkan Vira. Anaknya juga sama. Maunya menggantungkan kebutuhan hidup pada Vira.
Ibu dan anak tak tahu diri, jadi benalu tidak ada rasa malu.
Daril lagi - menyalahkan Vira yang mengangkat hidup Arvin.
Pak RT dan perangkat desa datang ke rumah Mirna. Menyampaikan pesan dari Pak Kades. Mirna dan Daril diminta datang ke balai desa sore nanti.
Kapok kau Mirna, Deril juga. Bakal menuai hasil taburan kalian. Rasakan akibat tak menjaga lisan.
2026-08-09
1
anonim
Arvin mau ambil barang lagi.
Vira menyerahkan barang yang akan di bawa Arvin untuk putaran kedua.
Dua kantong plastik besar diangkat Arvin siap untuk dipasarkan.
Pak RT datang, memberi ucapan salam yang disambut ucapan salam balik oleh Vira.
Pak RT memberi tahu Vira, nanti sore diminta datang ke balai desa.
Pak Kades ingin bertemu Vira. Yanti juga diminta ikut.
Kaget kan Yanti mendengar namanya disebut. Rasakan akibat mulut tak dijaga lisannya
2026-08-09
1