Saksi satu persatu dipanggil maju untuk memberikan kesaksiannya. Dimulai dari gosip dengan tuduhan Vira sudah tidak perawan.
Bu Rini maju untuk memberikan kesaksiannya. Pada saat itu ia sedang ngobrol bersama beberapa ibu-ibu, di warung. Lalu Mirna datang. Bu Rini memberikan kesaksiannya kurang lebih seperti yang Mirna bilang saat itu.
Mirna yang ditanya Pak Kades lama tidak menjawab. Setelah buka mulut, katanya dari orang lain. Lupa orangnya.
Bu Rini menyangkal jawaban Mirna. Tak ada bilang dengar dari orang lain. Dia kembali mengulang ucapan Mirna waktu itu. Dan dibenarkan oleh beberapa ibu-ibu
2026-08-11
1
anonim
Pihak desa minta bantuan para ketua RT untuk menelusuri asal usul ketiga gosip tersebut.
Juga meminta keterangan beberapa saksi.
Pak Kades menyebut nama - Bu Mirna, Daril, dan Yanti.
Mirna menatap ketiganya, ia sebelumnya sudah menduga. Dugaan itu benar-benar terbukti, dadanya terasa sesak.
Kurang apa Mirna membantu mereka bertiga. Bisa-bisanya menghancurkan nama baik dan sumber penghidupannya.
Arvin menatap tajam ke arah ketiganya. Tidak menyangka mereka bertiga menerima begitu banyak kebaikan dari Vira, begitu tega menusuk dari belakang.
2026-08-10
1
anonim
Pengadilan digelar di dalam balai desa. Sudah berkumpul Pak Kades beserta istrinya, Hartato, perangkat desa, para ketua RT, dan RW, beberapa ibu-ibu, serta beberapa pemuda yang diminta jadi saksi.
Vira, Arvin, Yanti, Mirna, dan Daril sudah hadir juga.
Pak Kades menyampaikan tujuan diadakan pertemuan. Sebagai kepala desa, ia tidak akan membiarkan gosip yang sedang beredar, meresahkan masyarakat desa yang dipimpinnya. Terlebih gosip bisa menghancurkan nama baik seseorang, merusak mata pencahariannya, bahkan memecah hubungan antar warga.
Pak Kades menyebut satu persatu gosip yang akan dibahas.
Mirna dan Daril berusaha menenangkan diri, mendengarkan Pak Kades yang sedang bicara. Yanti tubuhnya menegang, keluar keringat dingin membasahi telapak tangannya.
Comments
anonim
Saksi satu persatu dipanggil maju untuk memberikan kesaksiannya. Dimulai dari gosip dengan tuduhan Vira sudah tidak perawan.
Bu Rini maju untuk memberikan kesaksiannya.
Pada saat itu ia sedang ngobrol bersama beberapa ibu-ibu, di warung. Lalu Mirna datang. Bu Rini memberikan kesaksiannya kurang lebih seperti yang Mirna bilang saat itu.
Mirna yang ditanya Pak Kades lama tidak menjawab. Setelah buka mulut, katanya dari orang lain. Lupa orangnya.
Bu Rini menyangkal jawaban Mirna. Tak ada bilang dengar dari orang lain. Dia kembali mengulang ucapan Mirna waktu itu. Dan dibenarkan oleh beberapa ibu-ibu
2026-08-11
1
anonim
Pihak desa minta bantuan para ketua RT untuk menelusuri asal usul ketiga gosip tersebut.
Juga meminta keterangan beberapa saksi.
Pak Kades menyebut nama - Bu Mirna, Daril, dan Yanti.
Mirna menatap ketiganya, ia sebelumnya sudah menduga. Dugaan itu benar-benar terbukti, dadanya terasa sesak.
Kurang apa Mirna membantu mereka bertiga. Bisa-bisanya menghancurkan nama baik dan sumber penghidupannya.
Arvin menatap tajam ke arah ketiganya. Tidak menyangka mereka bertiga menerima begitu banyak kebaikan dari Vira, begitu tega menusuk dari belakang.
2026-08-10
1
anonim
Pengadilan digelar di dalam balai desa. Sudah berkumpul Pak Kades beserta istrinya, Hartato, perangkat desa, para ketua RT, dan RW, beberapa ibu-ibu, serta beberapa pemuda yang diminta jadi saksi.
Vira, Arvin, Yanti, Mirna, dan Daril sudah hadir juga.
Pak Kades menyampaikan tujuan diadakan pertemuan. Sebagai kepala desa, ia tidak akan membiarkan gosip yang sedang beredar, meresahkan masyarakat desa yang dipimpinnya. Terlebih gosip bisa menghancurkan nama baik seseorang, merusak mata pencahariannya, bahkan memecah hubungan antar warga.
Pak Kades menyebut satu persatu gosip yang akan dibahas.
Mirna dan Daril berusaha menenangkan diri, mendengarkan Pak Kades yang sedang bicara. Yanti tubuhnya menegang, keluar keringat dingin membasahi telapak tangannya.
2026-08-10
1