Bab 006
Motor
Jam istirahat besoknya, Sekar datang ke kantin tepat waktu.
Ia bahkan datang lima menit lebih awal.
Yola menatapnya dari samping meja dengan ekspresi sulit dijelaskan. "Lo sadar lo kelihatan seperti anak yang mau ujian beasiswa, bukan mau makan siang?"
Sekar merapikan ujung rambutnya. "Berlebihan?"
"Banget."
"Aku biasa saja."
"Biasa saja itu bukan datang duluan, duduk tegak, terus cek jam tiap tiga puluh detik."
Sekar pura-pura tidak mendengar. Di bawah meja, tangannya menggenggam botol air mineral. Ia tahu ini konyol. Di kehidupan sebelumnya, ia pernah melewati kematian, polisi, makam, dan penyesalan yang tidak bisa dibayar. Namun sekarang ia gugup hanya karena akan makan siang dengan Kevin.
Mungkin karena hal kecil seperti inilah yang dulu tidak pernah ia miliki.
Kevin datang dua menit sebelum bel istirahat benar-benar ramai. Bryan berjalan di belakangnya sambil membawa nampan berisi tiga piring nasi ayam dan satu es teh besar.
"Paket perlindungan datang," kata Bryan ceria.
Kevin melempar tatapan tajam. "Lo mau makan atau ngomong?"
"Dua-duanya."
Kevin duduk di depan Sekar dan mendorong satu piring ke arahnya. "Makan."
Sekar melihat nasi ayam itu, lalu menatap Kevin. "Pakai uangku?"
"Iya."
"Kamu beli juga untuk Bryan?"
"Pakai uang dia sendiri."
Bryan langsung menunjuk piringnya. "Gue tersinggung, tapi benar."
Yola yang masih duduk di sebelah Sekar menatap Kevin, lalu menatap Sekar, lalu menatap makanan itu. Matanya penuh pertanyaan, tetapi untuk sekali ini ia memilih menahan diri. Ia hanya berbisik dekat telinga Sekar, "Nanti gue butuh laporan lengkap."
Sekar menyikutnya pelan.
Makan siang itu tidak romantis seperti yang Sekar bayangkan.
Kevin hampir tidak bicara. Ia makan cepat, sesekali mendorong lauk yang lebih banyak ke piring Sekar dengan gerakan seolah itu bukan apa-apa. Ketika Sekar mengambil sambal terlalu banyak, ia langsung menukar piring kecil itu dengan yang lebih sedikit.
"Pedas," katanya.
"Aku bisa makan pedas."
"Kemarin hampir jatuh dar…
Jatuh Dalam Bara
Episode 6
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 108 Episodes
Comments