Bab 040
Biaya Masuk
Rio tidak menunggu Kevin menjawab.
Ia hanya menepuk bahu Kevin sekali, singkat dan keras, lalu berjalan lebih dulu ke arah ruang ganti.
Kevin berdiri beberapa detik di tempat.
Sekar mendekat membawa botol air baru. "Kamu baik-baik saja?"
Kevin mengambil botol itu, tetapi tidak langsung minum. Matanya masih ke arah pintu ruang ganti tempat Rio menghilang.
"Dia barusan bilang mau bela gue?"
"Iya."
"Aneh."
"Kamu juga sering aneh."
Kevin menoleh padanya. "Gue?"
Sekar mengangkat alis.
Kevin akhirnya membuka tutup botol dan minum. Setelah pertandingan, wajahnya tampak lebih lelah daripada saat menang. Mungkin karena tubuhnya masih penuh adrenalin. Mungkin karena menahan diri ternyata lebih menguras tenaga daripada memukul.
"Tadi kamu hebat," kata Sekar.
"Yang mana? Menang atau nggak mukul?"
"Dua-duanya."
Kevin menatap botol di tangannya. "Rasanya lebih gampang kalau mukul."
"Tapi hasilnya lebih bagus karena kamu tidak melakukannya."
Ia tidak langsung menjawab.
Sekar menyentuh wristband hitam di tangan kirinya. "Kamu ingat."
Kevin melihat tangannya, lalu menarik wristband sedikit. Bekas gigitan itu sudah tidak semerah dulu, tetapi bentuknya masih ada, seperti jejak kecil yang menolak hilang.
"Gue ingat."
Pak Arief memanggil tim untuk evaluasi singkat. Semua pemain duduk di bangku pinggir lapangan. Steven menerima tepukan karena meski cadangan, ia berhasil masuk dua menit tanpa membuat bola hilang. Rio dipuji karena rebound terakhir. Kevin dipuji karena kontrol permainan dan kontrol emosi.
Bagian kedua membuat beberapa pemain bersiul.
Kevin tampak ingin pindah sekolah lagi.
"Jangan malu," kata Pak Arief. "Kemampuan menahan diri itu juga skill."
Rio dari sisi lain berkata, "Skill langka buat dia, Pak."
"Buat kamu juga," balas Pak Arief.
Satu tim tertawa.
Setelah sekolah lebih sepi, Bryan akhirnya datang tergopoh-gopoh dari arah gerbang dengan wajah penuh penyesalan.
"Gue ketinggalan bagian menangnya?"
Yola menatapnya. "Kamu ketinggalan semuanya."
"Remedia…
Jatuh Dalam Bara
Episode 40
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 107 Episodes
Comments