Bab 045
Tiga Puluh Hari
Kevin membuka pagar, menyalakan motor, dan menunggu Sekar naik.
Sekar tidak bertanya lagi.
Ia memakai helm, duduk di belakang Kevin, lalu melingkarkan tangan ke pinggangnya. Biasanya Kevin akan menoleh sedikit, memastikan pegangannya cukup kuat. Malam itu ia hanya menarik napas, lalu membawa motor keluar dari kompleks.
Angin malam memukul wajah Sekar dari sela helm. Lampu-lampu jalan lewat seperti garis kuning panjang. Kevin tidak melaju terlalu cepat, tetapi arah motornya jelas. Bukan ke sekolah. Bukan ke tempat biliar. Bukan ke jalan ramai.
Ia berhenti di dekat taman kecil pinggir kanal, tempat beberapa warung sudah tutup dan hanya satu lampu jalan yang masih menyala terang.
"Turun sebentar."
Sekar turun.
Kevin mematikan mesin, tetapi tetap duduk di atas motor. Satu kakinya menahan di aspal, kedua tangannya masih memegang setang. Wajahnya menghadap kanal gelap, bukan Sekar.
Sekar berdiri di samping motor.
"Kamu mau ngomong apa?"
Kevin diam beberapa detik.
"Kalau gue pakai cara lama," katanya akhirnya, "malam ini gue bisa cari Om Budi."
Sekar menatapnya.
"Gue bisa cari Tommy. Bisa cari orang-orang yang tadi datang. Bisa bikin mereka takut."
"Kev..."
"Gue bisa," ulangnya. "Itu masalahnya."
Suara air kanal bergerak pelan di bawah jembatan kecil. Dari jauh terdengar motor lewat, lalu hilang.
Kevin menunduk, melihat tangan kirinya di setang. Wristband hitam sudah dilepas sejak pulang sekolah, jadi bekas gigitan di punggung tangannya terlihat samar di bawah lampu.
"Tapi kalau gue lakukan itu, besok masalahnya bukan Om Budi lagi. Masalahnya gue. Lo, Oma, sekolah, semua orang akan sibuk narik gue keluar dari masalah yang gue buat sendiri."
Sekar tidak bisa membantah.
Ia membenci kenyataan bahwa Kevin benar.
"Aku tidak mau membayar mereka," katanya.
"Bagus."
"Aku juga tidak mau menunggu mereka menyakiti Oma."
"Gue juga."
"Lalu kita harus apa?"
Kevin akhirnya menoleh.
Wajahnya tenang, tetapi matanya gelap. Bukan gelap karena putus asa. Gelap karena s…
Jatuh Dalam Bara
Episode 45
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 107 Episodes
Comments