Bab 022
Jangan Pergi
Hujan turun lebih rapat.
Titik-titik air pecah di lantai halaman Polsek, memantulkan lampu kuning yang gemetar. Sekar berdiri di bawah tepi atap, tetapi ujung sepatunya sudah basah. Kevin hanya berjarak tiga langkah darinya, setengah tubuhnya terkena hujan, setengah lagi masih tertahan cahaya dari teras.
Kalimatnya barusan belum hilang.
Berhenti jadi pacar gue, Sekar.
Sekar menatapnya lama. Dadanya sakit, tetapi bukan jenis sakit yang membuatnya mundur. Justru karena sakit, ia tahu kalau ia mundur sekarang, Kevin akan benar-benar memakai malam ini sebagai alasan untuk mengubur dirinya sendiri.
"Nggak," katanya.
Kevin menoleh sedikit.
"Gue nggak minta pendapat lo."
"Aku juga nggak menerima perintahmu."
Hujan memukul bahu Kevin. Air turun melewati rambut birunya, membuat warnanya tampak lebih gelap. Anting peraknya berkilat sebentar, lalu hilang di balik bayangan.
Di belakang mereka, Bu Wati mendekat setengah langkah. "Sekar, kamu bisa bicara besok. Sekarang kalian sama-sama lelah."
Sekar tidak memalingkan wajah. "Bu, maaf. Saya butuh sebentar."
Pak Arief menahan Bu Wati dengan tatapan. Bryan berdiri di samping mereka, mengepalkan tangan sampai buku jarinya putih.
"Bro," ujar Bryan, suaranya berat. "Jangan bikin dia nangis."
Kevin tersenyum miring. "Terlambat."
"Lo tahu bukan itu maksud gue."
"Gue tahu." Kevin akhirnya menoleh pada Bryan. "Makanya lo diam."
Bryan tampak ingin membalas, tetapi Sekar mengangkat tangan kecil. Ia tidak ingin Bryan menjadi sasaran. Malam ini yang berdarah bukan cuma bibir Kevin. Sesuatu di dalam dirinya sedang robek, dan setiap orang yang mencoba mendekat bisa kena serpihannya.
"Kevin," panggil Sekar.
"Pulang."
"Tidak."
"Sekar."
"Kalau kamu mau bilang aku harus berhenti jadi pacarmu, bilang alasannya dengan benar." Sekar melangkah maju, hujan langsung membasahi rambutnya. "Jangan sembunyi di balik kata-kata pendek."
Mata Kevin menggelap. "Lo mau alasan?"
"Iya."
"Gue alasan itu."
Sekar diam.
Kevin menunjuk dadanya sendi…
Jatuh Dalam Bara
Episode 22
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 107 Episodes
Comments