Bab 017
Saksi
Namun untuk pertama kalinya sejak fitnah itu meledak, Sekar melihat celah di dinding yang dibangun Adrian.
Celah itu harus dijaga.
Keesokan paginya, Bu Wati mengirim pesan ke grup kelas. Semua siswa yang melihat kejadian tangga diminta memberi keterangan setelah jam pelajaran terakhir. Sekolah juga akan memeriksa rekaman CCTV di koridor, meski Pak Arief sudah memberi tahu bahwa sudut kamera tidak menangkap tangga bagian samping dengan jelas.
Adrian datang ke sekolah dengan perban tipis di siku.
Tidak berlebihan. Tidak dramatis. Hanya cukup untuk membuat orang bertanya, lalu merasa kasihan.
Sekar melihatnya dari ujung koridor. Adrian sedang berbicara dengan beberapa siswa, tersenyum lemah, berkali-kali berkata, "Aku nggak apa-apa." Setiap kali ia mengatakannya, tatapan orang-orang pada Kevin menjadi sedikit lebih buruk.
Di depan loker, seorang siswa yang biasanya meminjam charger pada Bryan langsung menutup pintu lokernya saat Kevin lewat. Dua siswi yang sedang tertawa mendadak berhenti, lalu menyingkir ke sisi lain koridor. Tidak ada yang mengatakan sesuatu secara langsung, tetapi jarak yang mereka buat lebih menyakitkan daripada tuduhan.
Sekar menggenggam buku biru di depan dada.
Seorang siswi dari kelas sebelah memberanikan diri bertanya, "Sekar, kamu yakin masih mau bela Kevin? Adrian kelihatannya benar-benar sakit."
Koridor mendadak menunggu jawaban.
Sekar menatap siswi itu. "Aku membela fakta."
"Tapi kamu pacarnya."
"Justru karena aku pacarnya, aku tahu kapan dia marah dan kapan dia menahan diri." Suara Sekar tidak tinggi, tetapi cukup jelas. "Kemarin dia menahan diri."
Siswi itu terdiam. Beberapa orang menunduk, tetapi bisikan tidak hilang. Sekar sadar, tanpa saksi lain, kata-katanya akan selalu dianggap pembelaan pacar.
Kevin berdiri di samping Sekar, wajahnya datar.
"Jangan lihat dia," kata Sekar pelan.
"Gue lihat orang yang bikin masalah."
"Aku tahu."
"Lo sudah makan?"
Sekar menoleh. "Kamu masih sempat tanya itu?"
"Kalau lo marah sambil perut…
Jatuh Dalam Bara
Episode 17
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 107 Episodes
Comments