Bab 009
Surat Cinta
Dan sampai Sekar benar-benar berdiri di depan pagar rumah Oma Lien, Kevin tidak melepaskan tangannya.
Setelah itu, Kevin pulang dengan wajah seolah tidak terjadi apa-apa.
Sekar berdiri di balik pagar, menatap motor hitam yang menjauh di bawah gerimis tipis. Telapak tangannya masih hangat. Di sela-sela jarinya, seolah masih ada bentuk jari Kevin yang menggenggamnya.
Ia baru masuk rumah ketika Oma Lien memanggil dari ruang tengah.
"Sekar, kenapa berdiri lama di depan? Hujan-hujan begitu."
Sekar cepat-cepat melepas sepatu. "Nggak apa-apa, Oma."
Oma Lien menatapnya dari balik kacamata baca. Matanya turun ke pipi Sekar yang merah, lalu ke tangan yang sejak tadi disembunyikan di balik tas.
"Diantar teman?"
Sekar hampir tersedak napas sendiri.
"Teman sekolah."
"Laki-laki?"
Sekar diam terlalu lama.
Oma Lien tidak marah. Ia hanya tersenyum kecil, lalu kembali melipat koran di pangkuannya. "Kalau teman baik, kapan-kapan ajak masuk. Oma buatkan bakpao."
Bakpao.
Sekar tiba-tiba membayangkan Kevin duduk kaku di ruang tengah, menerima bakpao dari Oma Lien dengan kedua tangan, tidak tahu harus bersikap seperti apa. Bayangan itu membuat hatinya lembut.
"Nanti," jawabnya pelan.
Malam itu, Sekar tidur sambil memegang tangan kanannya sendiri.
Di tempat lain, Kevin tidak tidur sama sekali.
Kamar kosnya sempit, hanya cukup untuk satu ranjang, meja kecil, lemari plastik, dan gantungan jaket di belakang pintu. Dari jendela, lampu jalan masuk sebagai garis kuning pucat di lantai. Di atas meja, ada buku tulis murah yang dibelinya dari toko alat tulis setelah mengantar Sekar pulang.
Buku itu sudah penuh sobekan kertas.
Kevin duduk membungkuk, pulpen di tangan, rambut biru berantakan karena terlalu sering ia usap ke belakang. Di lantai, bola-bola kertas berserakan seperti bukti kekalahan.
Ia sudah menulis sejak sore.
Lebih tepatnya, ia mencoba menulis.
Kalimat pertama terlalu kaku. Kalimat kedua terdengar seperti pesan ancaman. Kalimat ketiga membuatnya sendiri ingin merob…
Jatuh Dalam Bara
Episode 9
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 108 Episodes
Comments