Chapter 11 : Menagih Hakku.

‎Celine menatapnya terbelalak, napasnya tercekat di kerongkongan. Wajahnya seketika memerah padam, panas merambat naik hingga ke telinga.

‎‎"M‑Malam pertama?!" suaranya nyaris berbisik, bercampur takut dan malu. Tubuhnya mundur sejauh mungkin hingga punggungnya menekan sandaran ranjang. "Kau... kau bercanda kan?!"

‎‎Damian tidak menjawab dengan kata‑kata. Ia hanya perlahan berdiri tegak, bayangannya yang besar menjulang menutupi separuh cahaya remang di ruangan itu. Matanya tak lepas dari wajah Celine. Gelap, berat, dan penuh kepastian yang tak bisa ditolak.

‎‎"Apakah aku terlihat sedang bercanda?" tanyanya rendah, lembut namun menekan.

‎‎Satu per satu, jari‑jarinya mulai membuka kancing kemeja hitamnya. Gerakannya lambat, terukur, tenang sekali, seolah waktu kini berjalan hanya untuk momen ini. Setiap kancing yang terbuka memperlihatkan lebih banyak kulit dadanya yang lebar, keras, dan penuh goresan lama serta bekas memar yang mulai menghitam.

‎‎Celine menelan ludah, matanya tak sengaja terpaku pada gerakan tangan pria itu. Jantungnya berdegup kencang, tak tahu harus mundur ke mana karena sudah terpojok.

‎‎"Damian..." nama itu keluar gemetar. "Kita... ini cuma perjanjian, kan?"

‎‎Damian berhenti sejenak saat kancing terakhir terbuka, kemejanya kini terbuka lebar menampakkan seluruh tubuh atasnya yang kokoh. Ia membiarkan kain itu meluncur jatuh perlahan dari bahunya, tergeletak di lantai tanpa suara.

‎‎"Benar," ucapnya pelan sambil melangkah maju satu langkah mendekati tepi ranjang, matanya terkunci pada mata Celine. "Tapi perjanjian itu juga menyatakan kau istriku sepenuhnya, Celine."

‎‎Ia mencondongkan tubuh sedikit ke depan, menatapnya begitu dekat hingga napasnya yang hangat menyentuh dahi Celine.

‎‎"Dan sekarang... aku menagih hakku."

‎‎Celine menelan ludah, tubuhnya gemetar halus, antara separuh takut dan separuh terhanyut oleh kehadiran Damian yang begitu kuat dan mendominasi. Ia tidak bisa mundur lagi, tak bisa ke mana‑mana.

‎‎Damian merentangkan selimut pe…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Rizky Manik

Rizky Manik

akhirnya ya Don dapat jatah juga walaupun sedetik kemudian diganggu sama duniamu🤣🤣

mateo mati saja kau😏

2026-08-15

0

〈⎳ FT. Zira

〈⎳ FT. Zira

sah sah aja kan minta jatah.. kan dah nikah Cel😏

2026-08-15

0

🍓ADIRA🍓

🍓ADIRA🍓

mau nolak gmna cobak sekarang cel 😂😂😂

2026-08-16

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Pengkhianatan dan ultimatum.
2 Chapter 2 : Tawaran Sang Iblis.
3 Chapter 3 : Tanda tangan dan sangkar emas.
4 Chapter 4 : Jari atau langsung?
5 Chapter 5 : Istriku, Nyonya Salvatore.
6 Chapter 6 : Penjara bernama pernikahan.
7 Chapter 7 : Di balik senyum palsu.
8 Chapter 8 : Topeng dan keingkaran.
9 Chapter 9 : Perang dingin pertama di mansion.
10 Chapter 10 : Di antara amarah dan kelembutan.
11 Chapter 11 : Menagih Hakku.
12 Chapter 12 : Hukum dan air mata.
13 Chapter 13 : Di balik kedamaian yang rapuh.
14 Chapter 14 : Keputusan yang tak di sukai.
15 Chapter 15 : Dua wajah kesetiaan.
16 Chapter 16 : Di bawah langit yang sama, di balik tatapan yang mengintai.
17 Chapter 17 : Kedamaian yang di awasi.
18 Chapter 18 : Persiapan untuk makan malam.
19 Chapter 19 : Makan malam yang di tunggu.
20 Chapter 20 : Bukan sekedar perjanjian.
21 Chapter 21 : Di bawah perlindunganku.
22 Chapter 22 : Bukan perjanjian, tapi pilihan.
23 Chapter 23 : Bukan lagi kesepakatan.
24 Chapter 24 : Pulang ke rumah yang asing.
25 Chapter 25 : Harga untuk melepaskan.
26 Chapter 26 : Jatahku malam ini.
27 Chapter 27 : Malam yang tak berakhir tenang.
28 Chapter 28 : Sisi tergelapku yang kau lihat.
29 Chapter 29 : Satu janji di tengah hujan.
30 Chapter 30 : Saat rencana berubah menjadi jerat.
31 Chapter 31 : Kebenaran yang tak boleh lagi disembunyikan.
32 Chapter 32 : Langkah pertama menjadi kuat.
33 Chapter 33 : Bukan sekedar alat, tapi rumah.
34 Chapter 34 : Pengkhianatan dibalik nama keluarga.
35 Chapter 35 : Penyergapan yang direncanakan dari dalam.
36 Chapter 36 : Dua hati yang gelisah.
37 Chapter 37 : Hukuman untuk Don.
38 Chapter 38 : Sambutan untuk adik ipar.
39 Chapter 39 : Tamu di rumah sendiri.
40 Chapter 40 : Keputusan yang tak bisa ditawar.
41 Chapter 41 : Mengantar Leon ke sekolah.
42 Chapter 42 : Kursi Salvatore yang baru.
43 Chapter 43 : Lulus ujian Oma Rosalina.
44 Chapter 44 : Pamer kebahagiaan, dapat balasan telak.
45 Chapter 45 : Menunggu yang tak pasti.
46 Chapter 46 : Antara harapan dan kehancuran.
47 Chapter 47 : Ada nyawa kecil disini.
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60 End.
61 Karya Baru
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Chapter 1 : Pengkhianatan dan ultimatum.
2
Chapter 2 : Tawaran Sang Iblis.
3
Chapter 3 : Tanda tangan dan sangkar emas.
4
Chapter 4 : Jari atau langsung?
5
Chapter 5 : Istriku, Nyonya Salvatore.
6
Chapter 6 : Penjara bernama pernikahan.
7
Chapter 7 : Di balik senyum palsu.
8
Chapter 8 : Topeng dan keingkaran.
9
Chapter 9 : Perang dingin pertama di mansion.
10
Chapter 10 : Di antara amarah dan kelembutan.
11
Chapter 11 : Menagih Hakku.
12
Chapter 12 : Hukum dan air mata.
13
Chapter 13 : Di balik kedamaian yang rapuh.
14
Chapter 14 : Keputusan yang tak di sukai.
15
Chapter 15 : Dua wajah kesetiaan.
16
Chapter 16 : Di bawah langit yang sama, di balik tatapan yang mengintai.
17
Chapter 17 : Kedamaian yang di awasi.
18
Chapter 18 : Persiapan untuk makan malam.
19
Chapter 19 : Makan malam yang di tunggu.
20
Chapter 20 : Bukan sekedar perjanjian.
21
Chapter 21 : Di bawah perlindunganku.
22
Chapter 22 : Bukan perjanjian, tapi pilihan.
23
Chapter 23 : Bukan lagi kesepakatan.
24
Chapter 24 : Pulang ke rumah yang asing.
25
Chapter 25 : Harga untuk melepaskan.
26
Chapter 26 : Jatahku malam ini.
27
Chapter 27 : Malam yang tak berakhir tenang.
28
Chapter 28 : Sisi tergelapku yang kau lihat.
29
Chapter 29 : Satu janji di tengah hujan.
30
Chapter 30 : Saat rencana berubah menjadi jerat.
31
Chapter 31 : Kebenaran yang tak boleh lagi disembunyikan.
32
Chapter 32 : Langkah pertama menjadi kuat.
33
Chapter 33 : Bukan sekedar alat, tapi rumah.
34
Chapter 34 : Pengkhianatan dibalik nama keluarga.
35
Chapter 35 : Penyergapan yang direncanakan dari dalam.
36
Chapter 36 : Dua hati yang gelisah.
37
Chapter 37 : Hukuman untuk Don.
38
Chapter 38 : Sambutan untuk adik ipar.
39
Chapter 39 : Tamu di rumah sendiri.
40
Chapter 40 : Keputusan yang tak bisa ditawar.
41
Chapter 41 : Mengantar Leon ke sekolah.
42
Chapter 42 : Kursi Salvatore yang baru.
43
Chapter 43 : Lulus ujian Oma Rosalina.
44
Chapter 44 : Pamer kebahagiaan, dapat balasan telak.
45
Chapter 45 : Menunggu yang tak pasti.
46
Chapter 46 : Antara harapan dan kehancuran.
47
Chapter 47 : Ada nyawa kecil disini.
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60 End.
61
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!