Chapter 17 : Kedamaian yang di awasi.

‎"Damian!"

‎‎Celine terkejut, napasnya tercekat di kerongkongan. Jantungnya berdegup kencang di balik dada Damian, namun anehnya, di tengah ketakutan itu, ia merasa terlindungi. Seolah tubuh pria itu adalah benteng yang tak bisa ditembus siapa pun.

‎‎"Shh..." bisik Damian tepat di telinganya, suaranya tenang, terlalu tenang meski situasinya mendesak. "Jangan bergerak. Jangan takut. Tetap di sini."

‎‎Matanya tak lagi ke langit. Tatapannya tajam menembus gelap, menyapu atap gedung seberang dengan presisi yang mematikan. Bukan tembakan — belum. Hanya pengawasan. Mengintai. Menguji. Dan itu membuat darahnya mendidih lebih dari sekedar ancaman peluru.

‎‎Detik demi detik berlalu terasa seperti jam. Angin malam berdesir pelan, namun tak ada yang berani bergerak sedikit pun. Damian tetap memeluknya erat, tubuhnya tegak tak bergeming, menjadi tameng hidup yang tak akan membiarkan siapa pun menyentuh wanita di bawah perlindungannya.

‎Satu menit. Dua menit.

‎‎"Target pergi." Suara Luca kembali terdengar pelan dari earpiece. "Turun lewat tangga darurat. Tidak ada senjata api yang terlihat."

‎‎Barulah Damian melepaskan pelukannya. Perlahan, seolah sedang meletakkan benda paling rapuh di dunia. Tangannya tetap berada di bahu Celine sejenak, memastikan wanita itu berdiri tegak, mencari tanda-tanda ketakutan yang berlebihan.

‎‎Ia menatap wajah Celine, memeriksa setiap inci wajahnya. Yang ia temukan adalah keterkejutan, namun bukan kepanikan yang hancur. Celine menatapnya balik, napasnya masih memburu, tapi matanya tetap teguh.

‎‎"Kau baik-baik saja?" tanyanya pelan, suaranya sedikit serak, seolah menahan amarah yang baru saja ditahannya.

‎‎Celine mengangguk pelan, lalu tiba-tiba tertawa kecil — tawa yang gemetar, bercampur rasa lega dan ketakutan yang baru saja ia rasakan.

‎‎"Aku cuma mau lihat bintang..." bisiknya getir namun lembut. "...tapi malah hampir melihat peluru."

‎‎Damian tidak tertawa. Ia kembali mendongak menatap langit, tatapannya kembali tegas, namun kini ada sesuatu…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Rizky Manik

Rizky Manik

banyak banget musuhmu Don, gksanggup kalo aku yg hidup samamu😭

2026-08-18

0

〈⎳ FT. Zira

〈⎳ FT. Zira

siap gak siap, percayalah, Don mu akan setia menanti🤭🤣

2026-08-18

0

🍓ADIRA🍓

🍓ADIRA🍓

y kalau bukan dirimu yg jatuh duluan tuh Vin 😂😂😂

2026-08-19

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Pengkhianatan dan ultimatum.
2 Chapter 2 : Tawaran Sang Iblis.
3 Chapter 3 : Tanda tangan dan sangkar emas.
4 Chapter 4 : Jari atau langsung?
5 Chapter 5 : Istriku, Nyonya Salvatore.
6 Chapter 6 : Penjara bernama pernikahan.
7 Chapter 7 : Di balik senyum palsu.
8 Chapter 8 : Topeng dan keingkaran.
9 Chapter 9 : Perang dingin pertama di mansion.
10 Chapter 10 : Di antara amarah dan kelembutan.
11 Chapter 11 : Menagih Hakku.
12 Chapter 12 : Hukum dan air mata.
13 Chapter 13 : Di balik kedamaian yang rapuh.
14 Chapter 14 : Keputusan yang tak di sukai.
15 Chapter 15 : Dua wajah kesetiaan.
16 Chapter 16 : Di bawah langit yang sama, di balik tatapan yang mengintai.
17 Chapter 17 : Kedamaian yang di awasi.
18 Chapter 18 : Persiapan untuk makan malam.
19 Chapter 19 : Makan malam yang di tunggu.
20 Chapter 20 : Bukan sekedar perjanjian.
21 Chapter 21 : Di bawah perlindunganku.
22 Chapter 22 : Bukan perjanjian, tapi pilihan.
23 Chapter 23 : Bukan lagi kesepakatan.
24 Chapter 24 : Pulang ke rumah yang asing.
25 Chapter 25 : Harga untuk melepaskan.
26 Chapter 26 : Jatahku malam ini.
27 Chapter 27 : Malam yang tak berakhir tenang.
28 Chapter 28 : Sisi tergelapku yang kau lihat.
29 Chapter 29 : Satu janji di tengah hujan.
30 Chapter 30 : Saat rencana berubah menjadi jerat.
31 Chapter 31 : Kebenaran yang tak boleh lagi disembunyikan.
32 Chapter 32 : Langkah pertama menjadi kuat.
33 Chapter 33 : Bukan sekedar alat, tapi rumah.
34 Chapter 34 : Pengkhianatan dibalik nama keluarga.
35 Chapter 35 : Penyergapan yang direncanakan dari dalam.
36 Chapter 36 : Dua hati yang gelisah.
37 Chapter 37 : Hukuman untuk Don.
38 Chapter 38 : Sambutan untuk adik ipar.
39 Chapter 39 : Tamu di rumah sendiri.
40 Chapter 40 : Keputusan yang tak bisa ditawar.
41 Chapter 41 : Mengantar Leon ke sekolah.
42 Chapter 42 : Kursi Salvatore yang baru.
43 Chapter 43 : Lulus ujian Oma Rosalina.
44 Chapter 44 : Pamer kebahagiaan, dapat balasan telak.
45 Chapter 45 : Menunggu yang tak pasti.
46 Chapter 46 : Antara harapan dan kehancuran.
47 Chapter 47 : Ada nyawa kecil disini.
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60 End.
61 Karya Baru
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Chapter 1 : Pengkhianatan dan ultimatum.
2
Chapter 2 : Tawaran Sang Iblis.
3
Chapter 3 : Tanda tangan dan sangkar emas.
4
Chapter 4 : Jari atau langsung?
5
Chapter 5 : Istriku, Nyonya Salvatore.
6
Chapter 6 : Penjara bernama pernikahan.
7
Chapter 7 : Di balik senyum palsu.
8
Chapter 8 : Topeng dan keingkaran.
9
Chapter 9 : Perang dingin pertama di mansion.
10
Chapter 10 : Di antara amarah dan kelembutan.
11
Chapter 11 : Menagih Hakku.
12
Chapter 12 : Hukum dan air mata.
13
Chapter 13 : Di balik kedamaian yang rapuh.
14
Chapter 14 : Keputusan yang tak di sukai.
15
Chapter 15 : Dua wajah kesetiaan.
16
Chapter 16 : Di bawah langit yang sama, di balik tatapan yang mengintai.
17
Chapter 17 : Kedamaian yang di awasi.
18
Chapter 18 : Persiapan untuk makan malam.
19
Chapter 19 : Makan malam yang di tunggu.
20
Chapter 20 : Bukan sekedar perjanjian.
21
Chapter 21 : Di bawah perlindunganku.
22
Chapter 22 : Bukan perjanjian, tapi pilihan.
23
Chapter 23 : Bukan lagi kesepakatan.
24
Chapter 24 : Pulang ke rumah yang asing.
25
Chapter 25 : Harga untuk melepaskan.
26
Chapter 26 : Jatahku malam ini.
27
Chapter 27 : Malam yang tak berakhir tenang.
28
Chapter 28 : Sisi tergelapku yang kau lihat.
29
Chapter 29 : Satu janji di tengah hujan.
30
Chapter 30 : Saat rencana berubah menjadi jerat.
31
Chapter 31 : Kebenaran yang tak boleh lagi disembunyikan.
32
Chapter 32 : Langkah pertama menjadi kuat.
33
Chapter 33 : Bukan sekedar alat, tapi rumah.
34
Chapter 34 : Pengkhianatan dibalik nama keluarga.
35
Chapter 35 : Penyergapan yang direncanakan dari dalam.
36
Chapter 36 : Dua hati yang gelisah.
37
Chapter 37 : Hukuman untuk Don.
38
Chapter 38 : Sambutan untuk adik ipar.
39
Chapter 39 : Tamu di rumah sendiri.
40
Chapter 40 : Keputusan yang tak bisa ditawar.
41
Chapter 41 : Mengantar Leon ke sekolah.
42
Chapter 42 : Kursi Salvatore yang baru.
43
Chapter 43 : Lulus ujian Oma Rosalina.
44
Chapter 44 : Pamer kebahagiaan, dapat balasan telak.
45
Chapter 45 : Menunggu yang tak pasti.
46
Chapter 46 : Antara harapan dan kehancuran.
47
Chapter 47 : Ada nyawa kecil disini.
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60 End.
61
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!