Haris melangkah keluar rumah, duduk di kursi yang ada di teras, kembali merenungi nasibnya yang tak pernah terbayang olehnya, Haris benar benar merasa hidupnya terlampau sulit untuk di mengerti, seluruh bagian tubuhnya terasa sakit, walau yang paling sakit adalah dadanya.
“Bang Haris …”.
Haris angkat kepala. “Widya … Lufti”.
Haris berdiri dan memeluk erat Lufti setelah berjabat tangan dengan Widya, kemudian mereka duduk lagi, Widya terlebih dahulu mencoba mengintip ke dalam rumah baru duduk di samping Haris.
Widya dan Lufti yang sekarang tetangga Natalia, pulang dari sekolah tadi saling anggukkan kepala melihat ada laki laki duduk di teras rumah Natalia, tapi setelah mereka memperhatikan dan yakin jika yang mereka lihat adalah Haris, keduanya tak jadi masuk rumah, malah mendatangi Haris.
“Kapan datang Bang ?”.
Haris sedikit senyum. “Tadi pagi Wid”.
“Tadi pagi ?”.
Haris mengangguk. “Sampai sekitar jam 9 tadi”.
Widya dan Lufti kembali saling pandang, ada hal yang tentunya membuat mereka heran dan penuh pertanyaan, menghilangnya Hasris tidak saja menimbulkan duka bagi keluarganya saja, tapi juga untuk teman temannya.
Haris kemudian menatap Lufti. “Jadi Wid, Kamu menikahnya dengan Preman Rawamangun ini”. Kata Haris mencoba mencairkan suasana.
Lufti langsung meninju pelan bahu Haris. “Sialan Lu”.
Lufti tak bisa bicara banyak, Haris selalu saja sejak dulu bicara asal saja kalau dengan sesama mereka. Kegiatan dan ulah mereka yang memang sering tampak gila kini kembali masuk ke kepala Lufti, tapi apapun itu, senakal nakanya mereka dulu, mereka belum pernah masuk ke ranah keterlaluan.
“Udah tobat memang ?”.
“Kenapa memang ?”.
Haris tertawa kecil. “Kasihan Firman”.
“Emang Kenapa ?”. Sengit Lufti.
Haris angkat bahu. “Gimana tak kasihan coba, punya adik ipar brengsek kayak lu”.
“Sialan Lu”. Rutuk Lufti pasrah.
Widya bahkan ikut tertawa cukup keras melihat dua orang sahabat lama yang tampaknya belum berubah sama sekali, masih ngomong asal keluar, tak ada rem sama sekali, bahkan…
Tak Perlu Ada Cinta
Kembali ke 22 Tahun Yang Lalu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 136 Episodes
Comments
Khairil Anwar Peni
Sungguh kasihan. Sangat tertekan dan sangat sakit rasa di dada .... 😭😭😭💔💔💔
2021-05-27
1
Yoo_Rachel
semangat berkarya..
2021-04-29
1
StrawCakes🍰
ditunggu kelanjutannya thor 👍🏻
2021-03-17
2