Risda melihat kalender yang tergantung di kamarnya dan melihat coretan yang ia buat, Risda menghitung dengan jarinya, benar. Risda dan Asrul sudah memasuki penghujung perjalanan menjalankan tugas di pedalaman Kalimantan ini.
Jika dihitung, waktu yang sudah mereka lewati sudah begitu banyak, tak terasa waktu begitu cepat, saat ini Risda sudah memasuki fase terakhir, jika waktu disini dibagi tiga fase, awal, tengah, dan akhir.
Bahkan di fase akhir ini sudah dijalani lebih separuhnya. Risda bersyukur hingga saat ini ia belum menemukan kendala apa apa, semuanya masih berjalan lancar dan berjalan cukup baik dan memuaskan.
Bahkan tak ada program mereka yang mandeg dari segi apa saja, semuanya berjalan sesuai rencana, nyaris tanpa kendala. Sokongan datang dari banyak pihak, tidak hanya sekolah tempat mereka mengabdi, pemerintah desa dan lainnya.
Ada satu pihak yang banyak menyokong dari segi dana, Haris, yang Risda kenal dengan panggilan Pak Nas. Ya, Haris memang selalu tampil kedepan untuk mensupport Risda dan Asrul, bahkan volume hadirnya terus meningkat.
Dari sekali sebulan, menjadi dua kali, hingga kemudian sekali seminggu. Sekarang malah kunjungan Haris ke desa tempat Risda mengabdi meningkat tajam menjadi dua kali dalam seminggu, Asrul yang tahu hanya senyum saja, Risda yang malah tak tahu apa apa, kini sudah sangat dekat dengan Haris.
Acara sekarang lebih banyak tentang administrasi, kunjungan dan visitasi, praktis Risda hanya mengajar tiga hari saja dalam seminggu, karena waktu banyak habis untuk kunjungan ke kota, baik ke ibukota kecamatan, kabupaten, hingga sampai juga ke ibukota provinsi.
Letih, mungkin itu yang paling pasti, kenapa tidak, pagi pagi sekali sekarang biasa harus naik perahu hingga berjam jam untuk mencapai ibu kota kecamatan, naik ojek lagi dengan medan yang luar biasa untuk mencapai ibukota kabupaten.
Jika tak memungkinkan, terpaksa harus menginap, perjalanan yang memakan waktu separuh hari hanya untuk mengejar seminar yang tak sampai dua jam, ka…
Tak Perlu Ada Cinta
Membelah Hutan Di Malam Buta
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 136 Episodes
Comments
Khairil Anwar Peni
Sungguh perjalanan yang menyeramkan bagi Asrul dan Risda di hutan Kalimantan ... 😭😭😭
2021-05-28
1
IG: Saya_Muchu
Saling support dan favorit ya thor
2021-05-08
1
Bang Regar
lanjut bang
2021-04-29
1