Asrul merasakan jemari Risda yang semakin menggigil. Tapi Asrul tak bisa apa, ia hanya mampu mengeratkan genggamannya, tak ada yang bisa selain itu, karena pada dasarnya Asrul juga dalam kondisi yang nyaris sama, ketakutan stadium tinggi.
Asrul agak lega melihat dari kejauhan ada desa, itu di buktikan dengan penerangan yang terlihat banyak, itu desa pertama, artinya, perjalanan ini tidak akan jauh lagi, mungkin hanya sekitar dua jam lagi, waktu yang tidak lama untuk ukuran jarak di pedalaman ini.
Awalnya Asrul makin lega karena merasa getar tangan Risda sudah turun drastis, tapi tak lama suasana malah jadi menegangkan. Ada banyak perahu yang merapat ke pinggiran sungai, berlari turun dan teriak teriak tak karuan.
Kali ini Asrul langsung merangkul bahu Risda, nyaris memeluknya. Lutut Asrul juga sudah sangat gemetaran, di daratan, tepat di ujung tikungan, sedang terjadi keributan yang cukup parah, sekarang sudah terlihat api yang membesar, ada yang dibakar oleh warga, tampaknya itu truk.
Risda bahkan menjerit saat terdengar ledakan, kali ini Asrul benar benar memeluknya, itu ekspresi spontan karena tingkat ketakukan Risda yang memang sudah sangat tinggi, sama dengan Asrul yang jantungnya berdegub kencang.
Asrul yakin, ledakan itu pasti berasal dari truk yang dibakar. Sialnya, Pak Buang malah mendekat, bukannya menjauh seperti yang di harapkan Asrul. Detak jantung Asrul kian kencang, apalagi saat Pak Buang mengatakan, itu truk Pak Nas.
Perasaan Asrul makin tak karuan, Pak Buang dan kawan kawannya malah turun dari perahu dan meninggalkan Asrul dan Risda yang sama sekali tak bisa bergerak. Asrul baru agak tenang, saat melihat banyak orang yang sedang ribut itu ia kenal, besarnya api membuat Asrul bisa mengenali mereka.
Satu perahu mendekat dan mengikat perahunya ke perahu Pak Buang, untuk turun mereka harus melewati perahu Pak Buang, tapi untungnya orang orang itu mengenal Asrul dan Risda, mereka hanya senyum.
“Pak Guru dan Bu Guru disini saja, nggak usah turun. Kita mau…
Tak Perlu Ada Cinta
Keributan Di Tengah Hutan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 136 Episodes
Comments
Khairil Anwar Peni
Kasihan Asrul guru garis depan guru g tiga
2021-05-28
1
R.F
cemungut
2021-05-02
1