Juna alexander (32) adalah seorang duda yang merupakan putra kedua dari Praja alexander yang yang menjabat sebagi CEO di perusaan keluarganya. Istrinya meninggal karena kecelakaan tragis bersama dengan selingkuhan nya yang bernama sanders dan merupakan sahabat dari Juna sendiri.
Lidya steven (23) adalah seorang wanita berparas cantik, mandiri dan cerdas. Di usianya yang ke 20 dia mampu mendirikan perusahaan nya sendiri. Lidya sendiri merupakan sepupu Juna alexander yang hanya pernah bertemu sekali ketika Lidya masih balita.
Mereka dipaksa menikah oleh orang tua mereka karena terjadi sesuatu hal yang mengharuskan pernikahan mereka secepatnya diselenggarakan.
Bagaimana rumah tangga mereka setelah mereka sah menjadi suami istri? Apakah tetap bertahan atau kandas ditengah jalan?
Yuk ikuti kisah mereka!!!
Nb: * banyak adegan kekerasan dan ****** ******!! Sesuaikan umur untuk memilih bacaan.
Selamat membaca ini adalah karya novel pertamaku. Mohon dukungan dari para pembaca 👍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Octa_since, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana kepergian Lidya
Selamat membaca 💕
London..
Lidya steven seorang gadis, berparas cantik yang berumur 23 tahun. Merupakan perempuan mandiri,pintar,dan cantik. Lidya sendiri merupakan seorang CEO dari perusahaan, yang dimilikinya. Bukan karena warisan orang tuanya.
Seorang wanita yang cerdas, mempunyai daya tarik yang Luar biasa di dunia bisnis. Di usianya yang masih bisa dikatakan muda, Lidya mampu mendirikan kerajaan bisnisnya sendiri, dari umur 20 tahun.
“Sejauh ini kamu sudah cukup bekerja keras sayang, dady bangga padamu,” ucap Willy steven pada putri satu-satunya itu.
“Seperti yang dady lihat, aku bisa buktikan kepada dady dan momy, bahwa aku bisa mandiri.” ucap Lidya yang tersenyum.
Kedua orangtuanya pun, tersenyum dan bangga dengan apa yang telah, di capai putri mereka.
“Ehm,,ya kau benar sayang, kau telah membuktikan pada kami, bagaimana sekarang kerennya dirimu. Maka dari itu, dady dan momy sangat bangga padamu.” ucap Willy mengelus kepala Lidya.
Padahal sebenarnya, Willy mampu memberikan apa saja, yang diinginkan Lidya tanpa harus bekerja. Akan tetapi putrinya itu, tidak mau terpaku terhadap kekayaan orang tuanya. Lidya adalah perempuan, yang penuh ambisi didunia bisnis. Sifat Lidya ini menurun dari dady nya yang sewaktu muda dulu juga penuh ambisi. Sampai mampu seperti sekarang. ya Willy mempunyai kekuasan bisnis yang sangat berpengaruh di berbagai negara.
“Hey sayang, kau belum pernah mengenalkan, teman pria mu pada momy dan dady!” Seru Hana pada putrinya. Karena memang Lidya belum pernah memperkenalkan, satu orang pria pun pada orang tuanya.
“Ishh mom, aku belum tertarik mengenal pria,” ucap Lidya.
“Usia mu sudah bisa dong sayang, mengenal pria hmm.. kau itu sudah punya segalanya, apalagi yang mau kau kejar sayang?” tanya Hana pada putrinya itu.
“Habis gimana dong mom, kalau aku belum tertarik,” Lidya pun sedikit kesal, karena momy nya sering bertanya tentang keiinginannya, supaya Lidya mendapat pasangan.
Willy yang mendengarkan, percakapan ibu dan anak itu langsung tertawa.
“Udah dong dear, anaknya belum mau jangan dipaksa,” ucap Willy pada istrinya.
“Honey, kan aku cuma nanya!” ucap Hana.
“Udah udah kalau soal itu, nanti aja dear kalau sudah waktunya tepat, pasti putri kita akan ketemu jodohnya.”ucap Willy lembut.
“Huff...kamu itu ya honey!” kesal Hana mendengar ucapan suaminya.
“Yang dibilang dady benar mom, kalau jodoh ga akan kemana,biarlah waktu yang menjawab.”ucap Lidya memeluk Hana.
“Oh ya mom dad, lusa aku mau ke Singapura, aku hanya minta izin dengan kalian, kalau aku nanti berada disana 1 minggu,” Lidya pun mengutarakan rencana keberangkatannya ke Singapura.
“Oh ya sayang? Ada acara apa disana?” tanya Willy.
“Temanku mau mengadakan acara melepas lajang ma, karena temanku akan menikah,” jelas Lidya pada mamanya.
“Tuh kan.. temanmu saja mau menikah,kamu kapan? Mama ingin punya cucu Lid”!! seru Hana.
“Ihh mom, kan mendapat jodoh itu ga se gampang mom!”.
“Hmm kamu itu ada aja jawabannya,” ucap Hana.
Willy pun yang, mendengar putrinya mau pergi ke Singapura, langsung berbicara..
“Sayang, nanti disana kamu hati hati ya! Jaga diri baik baik!” pesan Willy.
“Siap dad, thank you and i love you,” ucap Lidya memeluk dadynya.
“Hmm jadi sama momy ga dibilang love nih?”Sahut Hana.
“Owh my mom kau tau? Kau adalah momy terbaik,tercantik dan segalanya bagiku,” ucap Lidya yang tak mau membuat mamanya cemburu.
Mereka pun lalu tertawa sambil menyantap makanan.
Indonesia…
Hari hari berlalu berganti bulan. Terlihat seorang pria tampan, yang penuh pesona duduk dimeja makan bersama keluarganya.
“Juna, kamu sudah siap mulai lagi kerja?” tanya Praja alexander yang adalah papanya sendiri.
“Aku sudah 2 bulan ga masuk ke perusahaan pa, jadi aku rasa aku, sudah bisa mulai kerja besok.”jawab Juna mengehela nafasnya.
“Papa senang, kamu sudah semangat lagi,”ucap Praja bahagia.
“Terimakasih pa,ma sudah mendukungku sampai sejauh ini,” ucap Juna yang berterimakasih, karena orang tua nya lah yang mendukung nya ketika masa terpuruk nya.
“Hey! ya dong sayang, kau kan anak mama dan papa siapa lagi yang mendukungmu, kalau bukan kami hm?” ucap Mery, ya dan dia adalah mamanya Juna.
“Ya ma terimakasih,” ucap Juna yang memang sangat menghormati orang tua nya itu.
“Nah gitu dong kak!! Semangat! “ Ucap Velly yang adalah adiknya Juna.
Juna pun merasa bahagia, karena keluarganya sangat begitu menyayanginya, walau dulu dia sempat membangkang, pada saat menikahi Jenny.
Setelah aktivitas dimeja selesai,Juna langsung pergi menuju kolam renang dan duduk ditepi.
Dia tetap masih mengingat bagaimana Jenny meninggal, dalam kecelakaan tragis bersama selingkuhannya, yang tak lain adalah sahabatnya sendiri, yang bernama Sanders.
Ya Jenny adalah mantan istri Juna, yang telah meninggal dunia bersama kekasihnya.
Saat itu tepat 3 hari, sesudah universery pernikahan mereka yang pertama, disitulah Jenny dan Sanders mengalami kecelakaan.
“Jenny kau sudah amat sangat mengecewakanku,sudah terlalu banyak kebohongan, yang kau lakukan padaku. semoga dosamu diampuni Tuhan.” batin Juna yang masih merasa sakit hati yang luar biasa. akan tetapi cinta itu sudah menghilang di telan bumi dari hatinya.
“Aku tak ingin mengingat, segala kenangan yang ada diantara kita dulu,,, karena pada kenyataannya, kau dulu bersandiwara, sepanjang kita bersama.” lirihnya lagi.
Sanders adalah sahabat Juna, dan ada satu orang lagi. mereka bertiga bersahabat sejak mereka bertiga, menempuh pendidikan diluar negri.
“Tak kusangka, orang yang kau cintai adalah sahabatku sendiri. Dan kau tak pernah mengatakannya padaku,” ucap Juna tertawa, ya dia mentertawakan kebodohan nya.