Indonesia
NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Tiri

Obsesi Sang Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Selingkuh / Harem
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lalalati

Apa jadinya jika seorang pacar ganteng, kaya, dan cool yang sangat cinta sana kamu malah kamu khianati karena kakak tiri gila yang terobsesi padamu?

bagaimana jika pacarmu yang cantik, populer, dan fashionable itu, yang sangat mencintai kamu, mengetahui bahwa kamu jadi 'peliharaan' ibu tirimu sendiri?

akankah mereka saling mengetahui rahasia nakal dari masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Mommy Daddy Cerai

...Bianca Dira Aqueena...

...Theodore Bima Aldion...

...Sagara Putra Mahameru...

Suara kecupan begitu nyaring terdengar di kamar yang hening itu. Bian tak mampu berpikir, ia berada di alam benak yang asing, yang membuatnya serasa melayang. Bibirnya beradu dengan liarnya, menikmatinya. Setelah beberapa saat, Theo mulai menginginkan lebih.

Wajah Theo kecewa. “Lagi? Yang, ini udah berapa kali?” Theo bergeser dari Bianca dengan wajah kecewa bercampur kesal.

“Aku belum siap, Yang,” ungkap Bian merasa bersalah karena wajah sang pacar menjadi muram. Ia mulai mengancingkan lagi seluruh kemeja seragamnya.

“Aku pengen kita melangkah ke sana, Yang,” rajuk Theo. “Aku pengen sentuh kamu.” Theo raup kedua pipi Bian dan menciumnya lagi.

“Yang,” tolak Bian. Ia mendorong kembali Theo menjauh darinya.

“Kamu kenapa sih gak mau?!” Theo akhirnya tak bisa membendung emosinya.

“Soalnya nanti ada bekasnya. Kalau orang lain lihat gimana?” Bian merasa bersalah karena Theo kini nampak marah. “Kalau mommy sama daddy lihat gimana? Aku bukannya gak mau, Yang.”

Theo menghela nafasnya. “Udahlah, gak usah dibahas. Sekarang aku anter kamu pulang.”

“Pulang? Sekarang?” tanya Bian kecewa.

“Iyalah. Mau ngapain lagi emang di sini? Kamunya juga gak mau ngapa-ngapain,” gerutu Theo. Ia meraih tas Bian dan keluar dari kamar.

“Tapi…” Bian menghentikan ucapannya karena Theo sudah ada di luar kamar dan terus berjalan ke arah pintu keluar. Mau tidak mau Bian pun mengekor Theo.

“Mau ke mana lo, Bi?” tanya Dinda. Ia berada di ruang tamu bersama dengan pacarnya, Luis.

“Pulang,” jawab Bian dengan wajah ditekuk, kemudian ia berjalan kembali ke arah pintu keluar.

“Kenapa? Lo berantem sama Theo?” tanya Dinda lagi agak berteriak karena Bian terus pergi tanpa menghiraukan salah satu sahabatnya itu.

“Paling Bian nolak lagi buat ‘itu’ sama si Theo,” celetuk Luis.

***

Motor besar berwarna biru milik Theo sudah berada di depan rumah Bian. Bian yang duduk di belakang pun turun dan menyerahkan helmnya pada sang pacar.

“Aku langsung ya,” ujar Theo agak ketus.

“Kamu gak akan masuk dulu?” tanya Bian masih merasa bersalah.

“Gak kayaknya. Aku langsung pulang aja. Aku sekarang ya.”

Motor biru itu pun sudah meninggalkan Bian tanpa menunggu sahutan dari gadis cantik dan manis itu.

Bian pun masuk ke dalam gerbang rumah dan melihat dua mobil milik kedua orang tuanya sudah ada di carport. “Mommy sama Daddy udah pulang jam segini? Tumben banget.” Bian melihat jam di layar smart watch yang melingkar di tangannya.

“Mom, Dad!” panggil Bian saat sudah berada di dalam rumah.

Muncul seorang wanita yang masih begitu cantik dan fashionable meskipun usianya sudah empat puluh tahunan. Begitu juga seorang pria berkacamata dengan jenggot tipis di sekeliling bibir dan dagunya muncul dari lantai dua.

"Hey, udah pulang, Baby?" sapa Diana, sang ibu dari Bian. Ia mencium pipi sang putri.

"Udah," jawab Bianca ketus.

"Kenapa bete gitu sih, Nak?" Radit segera memeluk sang putri dan mengecup puncak kepalanya.

"Gak apa-apa," sahut Bian lagi. Ia melangkah menuju sofa dan menjatuhkan dirinya di sana.

"Kamu abis ketemu sama Theo?" tanya Diana dengan nada menginterogasi. Kedua matanya tertuju pada leher sang putri.

Sontak Bian segera duduk tegak dan menutupi lehernya dengan kerah kemeja seragam yang sedang digunakannya. 'Mampus. Gue lupa sama merah-merahnya,' gerutu Bianca.

"Daddy gak masalah kamu punya pacar. Tapi jangan sampai seperti itu, Nak. Kamu harus jaga diri dengan baik," nasehat Radit dengan tenangnya. Ia duduk di hadapan Bian.

Mendengar nada bicara sang ayah yang tak menunjukkan nada marah sama sekali, Bian seketika lega. "Bian gak ngapa-ngapain kok, Dad. Cuma sampai sini gak lebih." Bian menyentuh lehernya dengan harap-harap cemas.

"Beneran? Mommy gak percaya. Kamu pasti udah lebih dari ini?" tanya Diana dengan tangan melipat di dada tak sepenuhnya percaya pada sang putri.

"Beneran, Mom. Masa Mommy gak percaya sama Bian," ujar Bian kecewa.

"Di, aku percaya sama anak kita. Dia bisa jaga diri," bujuk Radit kembali dengan nada tenangnya.

Bian menatap sang ayah dengan penuh rasa terima kasih. Ayahnya memang selalu bisa membuat keadaan terkendali. Ia juga selalu memberikan kepercayaan kepada Bian bahkan sejak Bian kecil. Maka walaupun anak tunggal, Bian bisa menjadi anak yang mandiri.

"Okay, okay, aku lagi gak pengen debat." Diana bergabung duduk dengan sang suami menghadap ke arah Bian yang duduk di seberang mereka.

"Maaf ya, Mom, Dad. Bian janji gak akan keulang lagi," cicit Bian.

"Gak apa-apa, Nak." Radit menenangkan. "Untuk ke depannya, kamu harus jaga diri lebih baik lagi ya. Daddy tahu Theo anak yang baik. Tapi dia tetap seorang laki-laki. Daddy tahu bagaimana rasanya menjadi seorang laki-laki dan juga memiliki pacar secantik anak Daddy ini. Dia pasti gemas sama kamu. Tapi ini belum saatnya, Nak. Jadi kamu harus bisa jaga batasan kamu ya."

"Okay, Daddy. Daddy bisa percaya sama Bian. Bian gak akan kecewain Daddy dan Mommy," tekad Bian.

"Good, kalau gitu kamu harus jaga terus kepercayaan Mommy dan Daddy ya. Walaupun..." Diana melirik ke arah sang suami sekilas. "Mungkin mulai sekarang hanya salah satu dari kami yang bakal lebih banyak ketemu sama kamu dan ngawasin kamu."

Dahi Bian mengerut seketika. "Maksud Mommy?"

Radit mengambil nafasnya dalam-dalam. Ia raih tangan sang putri dan menatapnya lekat. "Daddy tahu ini akan terdengar kacau dan menyedihkan buat kamu. Tapi Daddy yakin kamu akan paham nanti kenapa Daddy dan Mommy mengambil langkah ini."

"Apa yang lagi Daddy omongin sih? Bian gak paham."

Diana meraih tangan Bian yang lain. "Baby, mulai hari ini, Mommy dan Daddy sudah resmi bercerai."

...Dinda dan Luis...

1
D_wiwied
sukuriiiin, salahkan saja dirimu yg plin plan Theo 😁
D_wiwied
mak lampir si biang kerok datang, akan kah dia sendiri yg akan mengungkapkan siapa yg jd selingkuhan Theo? 😁
D_wiwied
o oww.. kamu ketahuan 😆 kita lihat gimana jawaban si Theo🤭
D_wiwied
kayra gila ini sih 🤣🤣
lalalati: banget dia mah otaknya gak pernah disapuin
total 1 replies
D_wiwied
whattt ternyata ini yg ngajarin dan ngerusak saga to, yg membuat dia jd pemain.. ee dasar maniak brondong 😁🤭
D_wiwied
heh jule, cinta itu ga bs dipaksakan you know 😠
mending td ga usah ditolongin aja, biar kamu terbebas dr obsesi ibu yg ga ada akhlaknya itu
D_wiwied
ngeri kali si Juli ini, dah masuk kategori child grooming ga sih.. ky yg rame kmrn🤔🤭
D_wiwied: bisa dibikin lepas ga sih si Theonya, apa mmg sengaja dibikin gini alurnya? biar ketahuan Bian trs akhirnya jadi sm saga, dr terpaksa jd mau gitu
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!