Sejak awal, Arini tahu posisinya. Dia bukan pilihan pertama.
Dia hanya "rumah singgah" bagi Rayhan yang hatinya masih tertinggal di masa lalu, di pelukan Sahira.
Bertahun-tahun Arini bertahan, berharap Rayhan akan memilihnya.
Sampai suatu hari Sahira kembali, sakit, dan butuh Rayhan lebih dari siapapun.
Di persimpangan itu Arini dihadapkan dua pilihan: bertarung mempertahankan, atau pergi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan Yang tidak Diinginkan
"Apa yang kamu pikirkan?, aku sudah katakan padamu untuk menolak pernikahan itu, kamu kenapa sih?". Bentaknya dengan keras.
"Tapi aku tidak bisa menolaknya Rayhan, aku juga tidak bisa mundur karena itu adalah permintaan terakhir ayahku, aku tidak mungkin bisa".
"Tapi kamu mengorbankan perasaan ku Arini, kamu tahu semua itu". Jawabnya melemah.
"Maafkan aku Rayhan aku tidak punya pilihan lain apalagi keluargamu mengancam keluargaku, aku tidak bisa membuat keluargaku dalam masalah jika aku tidak mengikuti keinginan keluargamu".
"Blussit". Teriak Rayhan menghempaskan vas bunga itu.
Arini hanya bisa meratapi kepergian lelaki yang begitu dicintainya, mereka memang berteman sejak usia muda itu alasan utama keluarga mereka menjodohkannya dan juga adanya janji mendiang ayahnya dan juga ayah Rayhan saat itu.
"Apa yang kamu lakukan pada Arini Rayhan?". Ucap suara bariton dari belakangnya.
Wajahnya terlihat sangat murka apalagi tadi Arini sendiri menelponnya untuk membatalkan pernikahan itu, tapi dia bersikeras untuk tetap melaksanakan hal itu karena itu adalah janjinya pada almarhum sahabatnya
Rayhan yang baru pulang dari kantor kini menoleh mendapati wajah murka sang ayah, dia menelan salivanya bulat-bulat karena ketakutan
"Aku tidak melakukan apapun ayah, aku hanya tidak mau perjodohan itu, aku tidak ingin menikah dengan Arini aku mencintai Sahira ayah". Ucapnya pelan.
Dia tahu perkataannya ini membuat ayahnya murka karena ayahnya adalah orang yang teguh memegang janji dan prinsipnya apalagi ayah Arini adalah sahabatnya sejak dulu.
"Kamu tidak punya pilihan Rayhan, nikahi Arini atau akan ayah buat orang yang kamu cintai itu menghilang dari muka bumi ini". Ucapnya Dnegan tegas.
"Ayah keterlaluan, aku sudah menuruti ayah selama ini, apa hidupku akan selalu ayah kontrol dan atur sesuka hati?, aku ini manusia ayah bukan boneka yang bisa ayah perlakuan seenaknya". Teriaknya terima.
Plak..
Suara tamparan itu menggema diruangan itu, Rayhan berdiri mematung memegang pipinya yang baru saja ditampar oleh ayahnya.
"Ayah?". cicitnya pelan.
Dia menatap ayahnya tidak percaya, ayah yang begitu dia hormati bisa menamparnya seperti ini hanya karena sebuah janji .
"Dengar Rayhan, ayah sudah berjanji pada almarhum ayah Arini dan yang membuat janji itu adalah ayah sendiri, Sahira bukan perempuan baik untukmu, dia suka bepergian dengan lelaki yang berbeda, ayah tidak mau kamu rusak".
Dia memang sudah menyelidiki aktivitas Sahira selama ini, perempuan itu tidak sebaik apa yang dilihat putranya selama ini dan dia akan melindunginya sampai kapanpun dan itulah alasan yang sangat penting melaksanakan pernikahan itu.
"Jangan menjelek-jelekkan Sahira ayah, aku tahu ayah tidak suka padanya tapi bukan berarti ayah bisa menghinanya seperti itu, dia perempuan baik dan tulus yang pernah kukenal".
Matanya memerah menahan emosi karena ayahnya berkata seenaknya tentang gadis yang dia cintai.
"Tapi itu kenyataannya".
Ayah Rayhan bernama Bagas itu melemparkan beberapa foto yang didapat oleh orang suruhannya dihadapan sang anak agar matanya terbuka.
"Aku tidak percaya ini ayah, ayah sengaja melakukan ini agar aku melepaskan Sahira, tidak akan ayah, aku tidak akan meninggalkan orang yang kucintai". Ucapnya dengan tegas.
"Baik, kalau begitu jangan salahkan ayah jika besok pagi Sahira lenyap dari muka bumi ini, ayah tidak akan segan lagi melakukannya".
Bagas pergi meninggalkan sang anak yang tengah mengepalkan tangannya dengan penuh amarah.
"Sial". Umpatnya menendang meja yang ada dihadapannya.
Pernikahan yang telah diatur oleh keluarga kami agar Rayhan bisa lepas dari bayangan masa lalu tapi tak pernah cukup untuk membuatnya benar-benar lupa.
Pernikahan itu akhirnya terlaksana entah bagaimana cara keluarga Rayhan membuat dirinya takluk dan akhirnya memilih menikah denganku.
Setelah acara selesai, didalam kamar pengantin Rayhan menatap istrinya itu dengan tatapan tajam dan dingin.
Rayhan sengaja membawa Arini kerumah pribadinya agar dia bisa jauh dari keluarganya, dia tidak akan membiarkan mereka tahu apa yang terjadi dalam pernikahannya bersama Arini.
Mereka memang bisa memaksanya menikah tapi mereka tidak akan bisa mengatur rumah tangganya kedepannya jika dia tinggal terpisah.
"Jangan pernah berharap bisa memiliki hatiku, kita menikah hanya karena dijodohkan, aku mencintai Sahira bukan mencintai kamu".
"Tapi kita sudah menikah, kamu tidak bisa terus menerus hidup dalam bayangan perempuan lain padahal kamu suamiku". Ucapnya dengan menahan tangis.
"Aku tidak peduli Arini, sudah aku katakan sejak awal aku tidak pernah mencintai kamu tapi kamu malah membuatnya semakin rumit, andai kamu tegas menolak semua ini tidak akan terjadi".
"Tapi aku juga tidak bisa menolaknya Rayhan".
"Terserah padamu, yang jelas jangan pernah harap aku mau menyentuhmu setelah ini, kita hanya menikah karena perjodohan".
Rayhan menghempaskan pintu kamar itu dan mengganti pakaiannya dikamar yang lain, dia tidak akan tidur satu kamar dengan Arini karena dia tidak akan menyentuhnya.
Keesokan harinya saat akan membuat sarapan, Rayhan sudah turun untuk pergi bekerja padahal waktu masih sangat pagi,
"Ini masih terlalu pagi untuk kekantor Ray, biarkan aku buat sarapan untuk kamu dulu". Ucap Arini pelan.
Rayhan hanya melirik dirinya sekilas kemudian berjalan keluar tanpa menghiraukan perkataannya.
"Ray". Panggilnya dengan pelan
"Tidak usah mengurusku Arini, urus saja dirimu sendiri, aku tidak akan menyentuh makanan yang kamu buat,jadi berhentilah pura-pura ". Jawabnya dengan dingin dan kembali melangkah menjauh.
Arini hanya bisa menghela nafas lelah karena Rayhan bersikap seperti itu padanya, nyatanya itu bukan pertama kali dan itu bertahan hingga kini
Lelaki yang begitu dia cintai ternyata begitu mencintai orang lain bahkan tidak pernah menyentuhnya dan kini datang membawa luka padanya walau begitu dia memilih bertahan.
Tiga tahun.
Tiga tahun dirinya jadi tempat pulang Rayhan yang tidak benar-benar untuk pulang.
Bukan rumah utama, hanya singgah, hanya tempat dia beristirahat saat lelah mengejar bayangan perempuan bernama Sahira.
Rayhan memang tetap pulang kerumah tapi tak pernah benar-benar ada sebagai pasangan untuknya
"Ada undangan dari orangtuamu Ray, kita harus kesana, ayah dan ibu menunggu kita".
"Biarkan saja, kalau kamu mau kamu saja yang pergi kesana". Jawabnya dengan acuh.
Sejak pernikahan ini Rayhan memang menjaga jarak dari keluarganya bahkan dia mencari pekerjaan ditempat lain dan tidak lagi menjadi penerus keluarganya.
"Tapi Ray, tadi ibumu datang kesini mencari mu, dia terlihat lebih kurus, sepertinya beliau sakit".
Rayhan yang tadinya acuh kini menatap Arini dengan seksama berusaha mencari kebohongan dari ucapan perempuan yang dia nikahi tiga tahun lalu itu.
Dia menyayangi ibunya, walau dia menjaga jarak dari keluarganya tapi jika itu menyangkut ibunya dia tidak akan tega
"Jangan coba-coba mencari perhatianku Arini, jangan membohongi aku tentang keadaan ibuku". Geramnya tidak suka
"Terserah apa katamu Ray, kalau kamu tidak percaya padaku itu urusanmu yang jelas aku tidak bohong.
"Baik kita kesana, jika kamu berbohong kamu akan tahu akibatnya".
semoga bos nya gk pilih kasih walau rayhan Salah ttp hrs di Pecat.
Cerita ini bagus tidak bertele-tele ,tapi sayang upnya lama , hingga lupa alurnya.