Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta & Penyesalan Azalea

Cinta & Penyesalan Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Triyani

Azalea yang tidak mau dijodohkan dengan pria bernama Agam, anak dari teman ayahnya mencoba berbagai cara agar perjodohan itu tidak jadi dilaksanakan.

Segala macam cara pun dilakukan oleh Alea agar membuat Agam membenci dirinya dan mundur dari perjodohan itu.

Agam yang tidak ingin membuat Alea semakin terjerumus ke hal hal yang negatif hanya karena tidak ingin dijodohkan dengan dirinya pun akhirnya memutuskan untuk pergi menjauh dan menghilang dari kehidupan Alea.

Namun, disaat Agam sudah pergi, Alea baru menyadari jika di hatinya sudah terpaut kepada pemuda baik itu dan Alea pun merasa sangat kehilangan.

Lalu, bagaimana jadinya, jika sepuluh tahun kemudian keduanya pun kembali dipertemukan dengan Agam yang akan dijodohkan dengan wanita.

Akankah Alea merelakan Agam untuk bersama dengan wanita lain di saat dia sendiri sudah jatuh cinta kepada pria itu? Atau, Alea akan berusaha untuk mendapatkannya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Pertama

Malam itu, sebuah keluarga baru saja memasuki salah satu hotel bintang lima yang berdiri megah di tengah pusat kota.

Keluarga tersebut terdiri dari seorang ayah, ibu, dan putri semata wayang mereka. Sang putri tampil begitu anggun dalam balutan gaun malam yang cantik dan elegan, membuat beberapa pasang mata tanpa sengaja tertuju padanya saat mereka melangkah melewati lobi hotel.

Dengan langkah tenang, ketiganya berjalan beriringan menuju sebuah restoran mewah yang berada di salah satu bagian bangunan hotel tersebut.

Restoran itu tampak begitu elegan. Lampu-lampu kristal menggantung indah dari langit-langit, memancarkan cahaya hangat yang berpadu dengan interior bernuansa klasik dan modern.

Alunan musik instrumental terdengar lembut, menciptakan suasana makan malam yang tenang dan eksklusif.

Sesampainya di depan restoran, mereka tidak langsung masuk lebih jauh.

Sang ayah justru mengarahkan langkahnya menuju meja resepsionis yang berada di dekat pintu masuk.

Sehari sebelumnya, ia telah melakukan reservasi untuk sebuah ruangan khusus. Malam ini, ia datang bersama istri dan putrinya untuk menghadiri sebuah acara yang telah mereka persiapkan dengan matang.

Melihat kedatangan tiga orang tamu tersebut, resepsionis yang sebelumnya tengah duduk dibalik meja langsung berdiri. Senyum ramah segera menghiasi wajahnya.

“Selamat malam, Pak, Bu. Ada yang bisa saya bantu?” tanyanya dengan sopan.

Pria paruh baya itu membalas dengan anggukan kecil.

“Saya mencari ruangan VVIP.”

“Apakah sebelumnya sudah melakukan reservasi, Pak?”

“Sudah. Atas nama Hartono Sudrajat.”

“Baik. Mohon ditunggu sebentar, ya, Pak. Kami cek terlebih dahulu data reservasinya.”

“Silakan.”

Dengan sigap, sang resepsionis kembali duduk. Jemarinya mulai bergerak di atas papan ketik, sementara pandangannya tertuju pada layar komputer di hadapannya.

Beberapa saat kemudian, ia mengetikkan nama yang disebutkan tadi ke dalam sistem reservasi.

Sementara menunggu, Pak Hartono berdiri dengan tenang di samping istrinya. Sesekali, pria itu melirik ke arah putrinya yang kini sedang memperhatikan suasana restoran dengan tatapan penuh rasa ingin tahu.

Sang ibu pun berdiri di sisi putrinya sambil sesekali merapikan bagian gaun yang dikenakan anaknya.

Tidak lama kemudian, resepsionis tersebut kembali berdiri.

“Pak Hartono. Data reservasinya sudah kami temukan.” ucapnya yang dijawab sebuah anggukan kecil oleh Pak Hartono.

“Ruangan VVIP sudah kami siapkan. Atas nama Bapak, untuk enam orang, benar?”

“Benar.”

“Baik, Pak. Kalau begitu, izinkan kami mengantar Bapak dan keluarga menuju ruangannya.”

“Terima kasih.”

“Sama-sama, Pak.”

Resepsionis itu kemudian keluar dari balik meja dan memberikan isyarat kepada salah seorang staf restoran untuk membantu mengantar mereka.

Ketiganya pun kembali melangkah. Namun, sebelum memasuki ruangan VVIP tersebut, putri Pak Hartono sempat menghentikan langkahnya sejenak.

Tatapannya tertuju pada sesuatu di dalam restoran. Entah mengapa, sebuah pemandangan sederhana yang baru saja tertangkap oleh sudut matanya membuat langkah gadis itu terhenti.

“Ada apa, Sayang?” tanya sang ibu ketika menyadari putrinya tidak lagi berjalan di sampingnya.

Gadis itu menoleh, lalu tersenyum kecil.

“Tidak ada apa-apa, Bun.”

Setelah mengatakan itu, ia kembali melangkah menyusul kedua orang tuanya.

Beberapa langkah kemudian, mereka tiba di depan sebuah pintu kayu besar yang menjadi akses menuju ruangan VVIP.

Resepsionis restoran yang tadi mengantarkan keluarga itu segera membukakan pintu tersebut.

“Silakan, Pak, Bu. Ini ruangannya.”

Pak Hartono mengangguk kecil sebelum akhirnya melangkah masuk bersama istri dan putrinya.

Ruangan tersebut jauh lebih luas dibandingkan area restoran utama. Interiornya didominasi warna-warna hangat dengan sentuhan kemewahan yang begitu kental.

Sebuah meja makan panjang telah tertata rapi di tengah ruangan, lengkap dengan peralatan makan yang tersusun sempurna diatasnya.

Namun, bukan kemewahan ruangan itu yang membuat langkah Pak Hartono terhenti.

Melainkan karena di dalam ruangan tersebut sudah ada sebuah keluarga yang tengah menunggu kedatangan mereka.

Seorang pria paruh baya berdiri dari kursinya begitu melihat kedatangan Pak Hartono dan keluarganya. Wajahnya langsung dihiasi senyum hangat.

“Hartono!”

“Budiman.”

Kedua pria paruh baya itu berjalan saling mendekat, kemudian berjabat tangan dengan erat.

“Maaf sudah membuat kalian menunggu,” ujar Pak Hartono.

“Tidak masalah. Kami juga baru sampai beberapa menit yang lalu.”

Pak Budiman Wicaksono kemudian mengalihkan pandangannya kepada istri dan putri Pak Hartono yang berdiri di belakangnya.

“Lama tidak bertemu, Ratna.” sapanya kepada istri Pak Hartono.

Ibu Ratna mengangguk lembut, lalu tersenyum sopan.

“Benar, Mas. Sudah lama kita tidak bertemu, ya.” jawabnya.

Keduanya kemudian berbincang singkat. Setelah beberapa saat, seorang wanita anggun ikut bergabung dengan ketiganya.

“Senang bisa bertemu denganmu lagi, Ratna.” ucapnya menyapa ramah dan sopan.

“Tentu saja, Laras. Aku juga senang bisa bertemu denganmu lagi.”

Kedua wanita yang masih terlihat sangat cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi saling berpelukan singkat, namun hangat.

Setelah itu, perhatian semua orang perlahan beralih kepada seorang pria yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari kedua orang tuanya.

Pria itu memiliki postur tubuh tinggi dan tegap. Mengenakan setelan jas hitam yang tampak begitu pas di tubuhnya, ia berdiri dengan sikap tenang dan berwibawa.

Wajahnya tampan, tetapi ekspresinya cenderung datar. Tidak banyak senyum yang terlihat di wajahnya, seolah pertemuan malam itu bukanlah sesuatu yang membuatnya terlalu antusias. Pak Budiman menepuk ringan bahu pria muda itu.

“Agam. Sini, maju, Nak. Sapa Om dan Tante.” titahnya, membuat pria itu melangkah maju.

“Selamat malam, Om, Tante.” sapanya ramah.

“Ini anak sulungmu yang waktu itu masih SD itu?” tanya Pak Hartono saat Agam menyapanya.

“Memangnya anak siapa lagi? Kamu tahu sendiri, aku hanya punya dua anak dan anak bungsuku perempuan.” jawab Pak Budiman. Di angguki oleh Pak Hartono.

“Berapa usiamu sekarang, Nak?”

“Usiaku sekarang sudah dua puluh lima tahun, Om.”

“Wah… sudah dewasa, ya.”

“Iya, Om.”

“Lalu… kesibukan apa yang sedang kamu jalani sekarang?”

“Saat ini saya sedang menjalankan tugas sebagai CEO di perusahaan pusat, Om.”

“CEO? Wah… cepat sekali.”

Pak Budiman terkekeh kecil saat melihat keterkejutan dari wajah Pak Hartono saat tahu jika Agam sudah menjadi seorang CEO.

“Sudah waktunya dia mulai belajar mengelola perusahaan. Aku sudah mulai tua dan Agam harus mulai bertanggung jawab kepada perusahaan.”

Percakapan itu kemudian terhenti ketika perhatian Pak Budiman beralih kepada sosok yang berdiri di samping Pak Hartono.

Seorang gadis muda yang mengenakan gaun malam yang sederhana, tetapi begitu terlihat cantik, anggun dan elegan itu sejak tadi terlihat tenang di samping kedua orang tuanya.

Rambutnya ditata dengan sangat rapi, sementara wajah cantiknya hanya dipoles dengan riasan tipis yang justru semakin menonjolkan kecantikan alaminya.

Pak Hartono tersenyum saat menyadari arah pandangan Pak Budiman kini tertuju kepada putrinya. Tangan pria baya itu terulur menarik sang gadis agar lebih dekat dengan dirinya.

“Ini putri semata wayangku. Ayo, Nak. Perkenalkan dirimu kepada Om dan Tante.”

Gadis itu segera melangkah maju. Lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan teman dari Ayahnya itu.

“Selamat malam, Om, Tante. Perkenalkan saya Azalea Putri Sudrajat.”

Suara gadis itu terdengar sangat lembut dan sopan. Sangat nyaman ketika masuk ke dalam indra pendengar.

Menarik perhatian seorang pemuda yang awalnya cuek, tidak terlalu memperhatikan keberadaan sang gadis.

Akan tetapi, setelah mendengar suaranya yang lembut, tiba-tiba seperti ada sesuatu yang menariknya untuk terus memperhatikan gadis tersebut.

“Kamu cantik sekali, Nak. Berapa usiamu?”

“Dua puluh tahun, Om.”

“Oh. Sudah cukup dewasa. Apa kesibukanmu sekarang?”

“Saya masih kuliah.”

“Bidangnya apa?”

Kini… yang bertanya bukan hanya Pak Budiman. Melainkan istrinya, Bu Laras yang cukup memiliki ketertarikan kepada Azalea.

“Saya mengambil jurusan manajemen, Tante.” jawab Azalea tersenyum kecil

“Manajemen?”

“Iya, Tante.” jawab Azalea mengangguk pelan.

“Bagus sekali. Berarti nanti bisa ikut membantu bisnis keluarga dong.”

“Belum tahu, Tante. Untuk sekarang saya masih ingin menyelesaikan kuliah terlebih dahulu.” jawabnya, tersenyum canggung.

Jawaban polos itu justru membuat beberapa orang tersenyum. Sementara itu, sejak tadi Agam hanya diam dan memperhatikan.

Namun, untuk pertama kalinya malam itu, pandangan pria tersebut tidak pernah lepas dari gadis bernama Azalea itu.

1
Uba Muhammad Al-varo
Sania udahlah jangan kau paksa cintanya Agam dan carilah cinta yang lain karena lebih baik dicintai kau akan hidup bahagia
Enisensi klara
makasi up nya kk 😍
Enisensi klara
Makanya satu sama kan kamu aja sama cewek lain 😓
Enisensi klara
Lah ..si agam yg plin plan
Uba Muhammad Al-varo
ternyata Sania cinta ke Agam tetapi ditolak oleh Agam 🤔🤔
Enisensi klara
Makasi up nya kk ☺️☺️
Enisensi klara
makasih up nya kk ☺️
Enisensi klara
makasi up nya kk 🥰
Uba Muhammad Al-varo
akhir yang membahagiakan setelah Agam dan Azalea mengungkapkan perasaannya masing-masing, semoga secepatnya naik ke pelaminan dan mulai sekarang kau Agam bersikap dinginlah ke wanita lain demi menjaga hatinya Azalea
Valen Angelina
akhirnyaa😍😍😂
falea sezi
lahh lu aja ketawa ketawa ma cwek🤣🤣 egois lu gam
Uba Muhammad Al-varo
bagus ceritanya, setiap membaca perbannya bikin gregetan pingin pukul kepalanya Agam dan Azalea supaya sadar dan saling jujur bicara tentang perasaannya 🤦😠😠
Uba Muhammad Al-varo
begini nih kalau kedua orang berlainan jenis tidak jujur tentang perasaannya, gregetan juga jadinya, hadeuh.....🤦🤦🤦
dika edsel
lah..mas agam juga kelihatan akrab dan tertawa senang bersama wanita itu..jd impas kan trs apa masalah nya?? eeiii.. mumpung di dlm kamar berduaan ayo lakukan sesuatu..,setan..setan...jin..jin..ayo bisikan mereka berdua...jgn biarkan mereka lolos...!!!!!
🌸 Triyani 🌸: harusnya bilang "Ayo dong setan. kerja... woy kerja." gitu kali, ya 😭😭😭🙏🙏🙏
total 2 replies
Mira Hastati
bagus
Enisensi klara
Ayo Agam jelasin sebenarnya siapa sania itu dan jgn buat Alea semakin salah paham
Enisensi klara
Seharusnya Alea jgn menghindar dong, hadapin Agam bertemu dengarin penjelasannya dan jgn mengambil kesimpulan sendiri
dika edsel
nah...ini nih yg memicu gosip tunangan,sania..wanita ini yg mgkin menyebarkan rumor telah bertunangan dgn agam..?? gam..gam..kalau tdk ada hubungan knp setiap ada acara penting selalu barengan sih, terlihat akrab pula,org bodoh pun pasti berpikir kalian adalah pasangan begitupun alea
Enisensi klara
Makasi up nya kk 🩵🩵🩵🥰🥰
Enisensi klara
Ish... sebel deh sama Agam lola loading nya lama ish ☺️☺️☺️🙄🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!