Mati karena diabaikan oleh keluarganya, mati karena diabaikan bahkan dikhianati oleh sang suami, lelaki yang paling dicintai, mati akibat fitnah, kebusukan dan kelicikan saudara tiri dan ibu tirinya.
Mati sebagai orang hukuman yang benar-benar hina, mati di ujung pedang tajam sang algojo.
Tapi...
Dia punya kesempatan kedua untuk hidup, punya kesempatan untuk mengubah takdir buruknya di masa lalu.
Maka kesempatan kedua itu dia manfaatkan sebaik-baiknya untuk membalas dendam terhadap semua orang yang telah membuatnya hancur dan sakit hati....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2. Kehidupan Ke Dua Dimulai
Tepat ketika parang besar itu hampir menebas leher Ling Qingxue, tiba-tiba alam di sekitar tempat itu seakan terhenti.
Cekriiing....!
[SISTEM REINKARNASI TELAH AKTIF]
Seketika terdengar suara aneh dan datar, semacam suara mekanis sistem yang seolah-olah datang dari dimensi lain dari dalam pikiran Ling Qingxue.
Tentu saja Ling Qingxue terkejut bukan main. Mencoba mencari siapa yang berkata dengan suara aneh di sekitarnya. Tapi semua alam di sekitar situ masih saja diam dan sunyi.
"Apa yang terjadi? Suara apa itu?" tanyanya kebingungan dalam keterkejutan dan rasa penasaran yang tinggi. "Apa aku sedang berhalusinasi?"
[Shao Jie, saya adalah sistem dalam diri dan jiwa Anda. Apakah Anda ingin hidup kembali dan melakukan balas dendam?]
Terdengar lagi suara aneh dan datar itu dari dimensi pikirannya, membuatnya kembali terkejut penasaran.
[Pilih YA jika Anda ingin hidup kembali, pilih TIDAK jika Anda memang memilih mati sia-sia]
Jantung Ling Qingxue seketika berdebar dengan amat kencang. Bersamaan dengan itu dia segera paham akan situasi yang terjadi pada dirinya, dia ternyata dianugerahi sebuah sistem yang akan merubah hidupnya.
Saat itu juga amarahnya langsung meluap di atas tekadnya. Kebencian seketika membakar semangat dan tekadnya untuk hidup kembali. Rasa sakit di dalam hatinya memompa dirinya untuk melakukan balas dendam.
Semua pengkhianatan, penghinaan dan ketidak adilan yang dia alami dan terpaksa menelan begitu saja, membuat kesadarannya tercipta, dia tidak boleh mati dengan sia-sia.
Dia harus balas dendam!
Harus...!
"Ya...!" teriaknya begitu keras, begitu semangat di dalam relung hati dan batinnya yang penuh duka, luka, kecewa dan sakit hati.
Kejap berikut waktu kembali berputar, alam kembali bergerak. Saat itu juga parang besar itu kembali bergerak terayun dengan cepat. Lalu....
Craaasss!
Begitu mudah mata parang besar itu menebas leher belakang Ling Qingxue, hingga putus dengan sempurna. Kepala Ling Qingxue terlepas dari tubuhnya. Terlempar menggelinding di atas matras panggung dengan berceceran darah.
Sedangkan tubuhnya langsung tersungkur jatuh begitu saja di lantai panggung dengan bermandikan darah.
Melihat itu, tatapan Kaisar Zheng Liang tidak berubah; datar dan dingin, penuh kebencian dan amarah sekaligus kekecewaan.
Sementara semua rakyat, alih-alih bersedih dengan kejadian itu, malah mereka merasa senang dan gembira dengan pelaksanaan eksekusi yang berjalan dengan lancar. Seolah merasa bencana telah berlalu dengan matinya mantan Permaisuri Ling Qingxue.
Sungguh naif. Mereka dibutakan dan dibodohkan dengan kepalsuan yang dibuat oleh Selir Ling Yaofei dan ibunya, Su Yinfei.
Sementara itu, ketika sepasang mata Ling Qingxue sudah terpejam rapat, tiba-tiba sekelebat cahaya bening warna kuning memendar, lalu dengan cepat membungkus sekujur tubuh dan kutungan kepalanya.
★☆★☆
Sementara itu di kediaman Jenderal Besar Ling Guojin. Di bagian paling belakang dari kediaman megah dan mewah itu, di sebuah bangunan kecil yang nyaris tak ada bedanya dengan gubuk.
Di dalam sebuah kamar yang tak terlalu besar, di atas tempat tidur reok, terbaring seorang gadis berumur 18-an tahun. Tak ada gerakan sama sekali yang tampak dari gadis itu, seolah yang terbaring itu adalah mayat.
Namun seketika sepasang matanya terbuka dengan lebar, bahkan melotot bagai habis melihat sesuatu yang amat mengerikan.
Seketika dia tersentak bangun dengan cepat. Tampak napasnya memburu dan terengah-engah seolah habis dikejar binatang buas. Keringat dingin langsung keluar begitu saja, membasahi keningnya yang putih.
Begitu dapat menguasai perasaan dan dirinya, dia segera memandang sekeliling kamar yang amat sederhana dan tidak memiliki banyak perabot selain lemari kusam dan meja yang sudah setengah lapuk. Telapak tangannya meraba kasur kusam dan lusuh di bawahnya.
Sungguh, pemandangan yang ada di kamar ini begitu amat sederhana dan biasa, namun tampak begitu bersih meski tidak wangi.
"Kenapa tiba-tiba aku bisa berada di kamarku?" gumamnya lirih, berbicara sendiri di sela rasa kaget yang masih mendera hebat. "Bukankah... tadi aku berada di panggung eksekusi?"
"Dan...," seketika dia meraba lehernya," tadi sepertinya kepalaku dipenggal..., lalu leherku putus. Tapi kenapa sekarang baik-baik saja? Apa yang terjadi pada diriku?"
"Apa... apakah aku hidup kembali?" gadis yang ternyata Ling Qingxue adanya semakin terkejut heran. "Apakah... sistem itu benar-benar nyata...?"
Tiiiing....!
Seketika terdengar bunyi bagai suara notifikasi sistem menggema nyaring dari dalam dimensi pikiran Ling Qingxue. Menyusul kemudian suara mekanis sistem terdengar pula dari dalam situ, begitu datar tapi ajaib.
[SELAMAT LING SHAO JIE! ANDA TELAH BERHASIL REINKARNASI DENGAN SEMPURNA]
Ling Qingxue sontak terkejut kembali. Benaknya seolah masih belum percaya jika dia benar-benar hidup kembali, kembali ke masa lalu di mana dia belum menikah dengan Kaisar Zheng Liang.
Namun sebelum Ling Qingxue memikirkan lebih jauh tentang apa yang terjadi pada dirinya, tiba-tiba pintu kamar ini terbuka dengan perlahan, bersama bunyi derik engsel pintu seakan menggema di seluruh ruangan cukup kecil ini.
Ling Qingxue langsung menoleh dengan cepat ke arah pintu. Hampir bersamaan, seorang gadis remaja masuk dengan takut-takut ke dalam kamar.
Namun begitu dia melihat Ling Qingxue duduk di atas tempat tidur dengan tegak, dengan sehat, dia terkejut tidak percaya.
"Ling Shao Jie..., Anda... Anda masih hidup?" suaranya agak terbata-bata tapi jelas, penuh keterkejutan bercampur rasa gembira yang tak terkira.
Tanpa memikirkan apapun lagi, gadis remaja 17 tahun itu langsung menghambur ke Ling Qingxue dengan cepat. Begitu sampai di hadapan sang majikan, dia langsung memeluknya penuh haru dan bahagia. Tak lama dia langsung menangis tersedu dalam pelukan Ling Qingxue.
"Shao Jie..., aku kira... aku kira pelayan hina ini tidak akan bertemu dengan Anda lagi," ucapnya penuh haru di sela isak tangisnya. "Aku kira Anda sudah mati.... Anda sudah terbaring selama 4 hari, dan tidak bergerak sama sekali...."
"Aku... aku amat takut, Shao Jie....!"
Sejenak Ling Qingxue membiarkan gadis itu menumpahkan kerinduan dan air matanya di dalam pelukannya.
Ling Qingxue langsung mengingat siapa gadis itu. Dia adalah pelayannya yang amat setia, bernama Liu Xui.
★☆★☆
Perlahan Ling Qingxue melepas pelukan pelayan setianya itu. Membawanya tepat di hadapannya. Lalu, dengan jemari lentiknya mengusap air mata Liu Xui, terus berkata dengan lembut dan tenang.
"Kamu tidak usah menangis lagi, Liu Xui. Aku masih hidup dan tidak kurang suatu apa."
"Shao Jie, Anda tidak sadarkan diri selama 4 hari," kata Liu Xui memberi tahu seraya masih menatap khawatir pada majikannya itu, "semenjak Anda tercebur ke danau waktu itu...."
Ling Qingxue langsung terkejut mendengar pengabaran Liu Xui itu, tercebur ke dalam danau? Empat hari yang lalu?
Seketika ingatannya berputar cepat, kembali ke peristiwa itu, di mana dia sedang menemani Ling Yaofei jalan-jalan di taman pinggir kotaraja.
Waktu itu.... Sebentar...!
Bukankah peristiwa itu terjadi pada 7 tahun yang lalu, terhitung dari waktu dia dieksekusi mati? Waktu itu dia belum menikah dengan sang Putra Mahkota, Zheng Liang, bahkan belum bertunangan dengan kaisar keparat itu.
Berarti dia saat ini kembali ke masa 7 tahun yang lalu, di mana saat itu usianya sudah 18 tahun, di saat dia siuman dari pingsan akibat tercebur ke dalam danau.
Empat hari yang lalu...?!
Semua orang meyakini jika kejadian itu hanyalah kecelakaan biasa. Bahkan Putra Mahkota --yang sungguh digila-gilakannya-- percaya begitu saja akan hal itu.
Padahal itu perbuatan Ling Yaofei, dia masih ingat betul akan hal itu. Ling Yaofei mendorongnya seolah dia tidak sengaja.
Waktu itu Ling Qingxue masih wanita naif, tertipu akan kebaikan dan perhatian Ling Yaofei yang palsu.
Namum sekarang, tentu tidak lagi. Dia tidak lagi dan tidak akan lagi tertipu oleh kepalsuan dan sandiwara busuk yang dibuat oleh Ling Yaofei.
Dia tidak akan masuk ke dalam lingkaran cinta terhadap Pangeran Zheng Liang, dia tidak akan tergila-gila lagi dengan lelaki pengkhianat itu.
Sekarang dia terlahir kembali, memiliki kesempatan kedua untuk menjalani takdirnya sendiri.
Di awal kehidupan ke dua ini dia akan mengubah segalanya, mengubah alur takdirnya yang dipermainkan oleh kenaifannya sendiri di masa lalu.
Dia akan membalas dendam terhadap semua orang yang ikut andil dalam kematiannya yang dulu. Dia tidak akan menyisakan satu orang pun dari mereka menjalani hidup dengan tenang.
Dia akan membuat mereka merasakan penderitaan dan putus asa yang dia derita selama ini....
★☆★☆★
kumpulkan kekuatan byk2 ,,
biar gx perlu pake byk tenaga buat ngebalas perbuatan mereka ,,
dan buat mereka menyesal ,,