Indonesia
NovelToon NovelToon
Jodoh Si Gadis Miskin 2

Jodoh Si Gadis Miskin 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:946.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lina Dari Katriati

Assalamualaikum wr.wb

Hai semuanya... Masih inget kan sama novel aku yang berjudul Jodoh Si gadis Miskin yang udah pernah temen-temen baca.... Kali ini aku akan kembali berkarya dengan judul yang sama tapi dengan alur yang berbeda...

Jodoh si gadis Miskin yang pertama ada di akun lama aku... Dan kali ini Jodoh Si Gadis Miskin 2 akan aku buat di akun terbaru aku... Dan untuk akun aku yang lama sudah tidak saya gunakan lagi yaa... Tapi untuk cerita yang lama masih tetep ada di platform noveltoon...

Semoga karya terbaru aku ini teman-teman suka...
Dan aku sangat berterimakasih atas dukungan dan partisipasi kalian semua untuk karya aku...
😘😘😘

Selamat membaca yaa... semoga kalian happy...

wassalamu'alaikum wr.wb

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Dari Katriati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 2

Di Sekolah Dewi...

Kebetulan jarak sekolah dari rumahnya tidak begitu jauh, hanya sekitar 500m, sehingga setiap harinya Dewi berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki.

"Dewi!" terdengar seruan yang memanggil namanya dari belakang, Dewi pun menghentikan langkahnya ketika hendak memasuki gerbang sekolah, dan melihat ke arah belakang.

Ternyata Hana teman sebangku Dewi.

Dewi menunggu temannya tersebut yang sedang berlari menghampiri dirinya.

"Tumben baru dateng Han, biasanya lebih duluan kamu dari pada aku?" tanya Dewi.

"Hah...hah...aku telat bangun tadi Wi, soalnya semalam aku belajar sampai malem banget,,hah...hah..." jawab Hana yang terlihat masih ngos-ngosan sehabis berlari.

"Ya ampun Han,belajar itu harus tapi gak harus memaksakan diri begitu juga, kita juga harus jaga kesehatan" jelas Dewi.

"Iya-iya Wi... mulai deh ceramahnya. Udah yuk ke kelas" Ucap Hana.

Merekapun berjalan menuju ke kelas. Tak lama kemudian bel tanda ujian pun di mulai. Semua siswa dan siswi yang mengikuti ujian telah memasuki kelas masing-masing, tak terkecuali Dewi. Hari ini dirinya merasa begitu khawatir dan gugup, Dewi tak lupa selalu berdoa kepada Tuhan agar ujiannya kali ini diberi kemudahan, Dewi tidak mau jika membuat orang tuanya kecewa. Dewi bertekad akan mengejar niat dan tekadnya untuk masuk di universitas kedokteran dengan beasiswa.

Tak dipungkiri, bahwa Dewi memang termasuk anak yang pandai di sekolahnya. Dewi sering kali mendapat juara 1 di setiap mata pelajarannya. Semua gurupun bangga terhadapnya, tapi tak sedikit juga teman yang merasa iri dengan keberhasilannya.

Ujian pun dimulai. Dewi dan seluruh siswa pun mengerjakan soal dengan tenang dan sungguh-sungguh berharap agar semua lulus dengan nilai yang memuaskan.

***

Pagi ini pak Hadi berjualan balon dengan mengayuh sepeda tuanya. Pak Hadi setiap harinya bekerja tanpa kenal lelah, meskipun hasil yang didapat tak seberapa, tetapi buat pak Hadi seberapapun yang dia dapat selalu dia syukuri.

Apapun akan dia kerjakan selama pekerjaan tersebut halal, dan cukup untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya, meskipun sering kali kurang.

Kali ini pak Hadi berjualan di depan sekolah dasar, siapa tau rejeki hari ini ada ditempat tersebut.

Pak Hadi menempatkan sepedanya di samping gerbang sekolah, dia menunggu para anak-anak sekolah tersebut keluar istirahat. Seraya menunggu pak Hadi meneguk air putih dalam botol yang dia bawa dari rumah tadi.

Setelah menunggu kurang lebih 1 jam, akhirnya para murid SD tersebut berhamburan keluar untuk beristirahat. Terlihat ada 2 orang murid menghampiri pak Hadi.

"Mau bolan adik-adik manis" sapa pak Hadi dengan senyum ramahnya.

Murid perempuan kecil tersebut hanya mengangguk, mereka terlihat masih kelas satu SD.

"Mau warna apa?" tanya pak Hadi.

"kuning" jawab mereka serempak.

"Oke, ternyata pilihan warnanya sama yaa... ini satu buat kamu dan satu lagi buat kamu" kata pak Hadi, seraya menyerahkan 2 balon kepada gadis kecil tersebut.

Lalu mereka menyodorkan uang secara bersamaan, mereka hanya membayar dengan uang 2000 saja. Setelah itu mereka langsung berlari masuk ke dalam gerbang.

Pak Hadi pun menerima uang tersebut, meskipun uang mereka kurang, tapi pak Hadi tidak mempermasalahkannya, pak Hadi tetap menerima uang tersebut dengan ikhlas.

Setelah setengah jam kemudian, pak Hadi berlanjut berkeliling kembali untuk menjajakan dagangannya.

****

Kembali ke Bu Ningsih...

Bu Ningsih saat ini sedang menyetrika baju. Tapi dia merasakan dadanya begitu sakit, dan batuknya tak mau berhenti. Bu Ningsih mencoba menahan itu semua, namun lama kelamaan Bu Ningsih tidak sanggup menahannya, dan akhirnya Bu Ningsih jatuh pingsan.

Saat itu Tini yang sedang memasak mendengar suara yang cukup keras dari ruang setrika. Tanpa pikir panjang Tini langsung mematikan kompornya lalu berlari menuju ruang setrika. Betapa kagetnya Tini melihat Bu Ningsih yang sudah tergelatak di atas lantai. Tini langsung menghampiri tubuh Bu Ningsih,dan mencoba membangunkannya. Dengan perasaan panik, Tini berteriak meminta tolong.

Satpam yang mendengar teriakan Tini dari dalam langsung berlari untuk menghampirinya. Tak kalah kagetnya,satpam tersebut langsung mendekati mereka.

"Ada apa mbak Tini, kenapa dengan Bu Ning?" Tanya satpam tersebut panik.

"Saya juga gak tau pak, saya kesini Bu Ning sudah dalam keadaan pingsan. Tolong pak, kita harus membawa Bu Ning ke rumah sakit" kata Tini dengan wajah pucat.

"Ayo mbak, biar saya yang angkat, mbak Tini tolong cari taksi di depan siapa tau ada yang lewat" kata Satpam.

" iya pak" ucap Tini. Tini pun langsung berdiri lalu berlari menuju gerbang. Kebetulan saat itu ada taksi yang lewat. Tanpa pikir panjang, Tini langsung menghentikan taksi tersebut.

Tini langsung membuka pintu belakang, dirinya terlebih dulu masuk, lalu satpam yang membopong tubuh Bu Ningsih memasukannya ke dalam taksi tersebut dengan kepala diatas pangkuan Tini.

"Pak, nanti kalau Bu Intan sudah pulang, bilang saya ke rumah sakit mengantar Bu Ning yaa" Kata Tini.

" iya mbak, hati-hati" ucap satpam tersebut, lalu menutup pintu taksi.

"Pak, tolong ke rumah sakit sekarang" kata Tini kepada sopir taksi.

"Ba..baik mbak" jawab sopir taksi yang terlihat ikut panik.

"Ya Allah Bu Ning, kenapa sampai begini, saya kan tadi sudah bilang untuk istirahat, kenapa Bu Ning memaksakan diri" ucap Tini seraya mengelus kepala Bu Ning. Tini merasa iba melihat keadaan Bu Ning yang terlihat sangat pucat.

"Pak, tolong cepat sedikit!" pinta Tini.

"Iya mbak"jawab sopir taksi tersebut.

Setelah 20 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Sopir taksi tersebut langsung keluar dari mobil, kemudian membantu mengangkat tubuh Bu Ningsih.

Tini langsung berteriak kepada para petugas rumah sakit. Para perawat pun langsung membawa brangkar untuk Bu Ningsih. Setelah membayar ongkos taksi, Tini mengikuti perawat yang membawa Bu Ningsih menuju ruang UGD.

"Mohon ibu tunggu di luar yaa, kami akan memeriksa pasien terlebih dahulu, kalau boleh tau ibu dengan siapanya pasien?" tanya salah satu perawat.

"Saya teman kerjanya sus" jawab Tini.

" Apa ibu bisa menghubungi pihak keluarganya?" tanya perawat tersebut kembali.

"iy...iya sus" jawab Tini bingung.

"Terimakasih ibu" Kata perawat tersebut, lalu kembali masuk ke ruang UGD.

" Saya harus menghubungi siapa ini, handphone aja gak punya, gimana ini ya Allah!"resah Tini. Dia bingung harus bagaimana, karena Tini tidak mempunyai handphone,atau nomer siapapun. Tini terlihat duduk di ruang tunggu seraya memikirkan cara untuk menghubungi keluarga Bu Ningsih.

*Terimakasih semua yang sudah menyempatkan untuk membaca karya saya.

Semoga kalian semua suka dan terhibur..

Mohon dukungannya selalu yaa...

Terimakasih 😚😚*

1
Firtrian Delli
iklan terlalu byk tidak berbobot dgn novel jgn terlalu byk iklan
Firtrian Delli
mk nya jgn sombong karma berlaku buat pak lurah dan antonya yg sombong
Alia Pertiwi
cukup menarik..... lanjutkan
Rosminah Mtp
cerita lanjutan dari Naura dan Nico ko gak ada lagi si thor
Sristamirin
lanjut
Sristamirin
hebat dewa
Hellen Rikumahu
lanjut
Yoan Theresia Wattimury
syukurlah .akhirnya Bu Farah mau terima Dewi jga .setelah liat kebusukan monika.makanya jangan hanya liat cantik saja .blm tentu hatinya baik. sekarang liat Dewi di terima jg kan .
Yoan Theresia Wattimury
mampus ga tu Bu farah .terlalu membanga2kan Monica .buat menjadi mantu kesayangan.akhirnya melihat dengan mata kepala sendiri .calon yg dibangga2kan malah cuma incar harta aja.habis itu anakanya di depak .makanya jadi ibu jangan percaya sama muka cantik aja jadinya kena sendirian mampus tu Bu Farah😈😈😈😈😈
Habib Burrahman
lanjut
Tai Lincung
jut
Hindun
Mana Lanjutan.a kok jadi gk Seru shi
Welly Lokuakzz
lanjuttt
Mei Rani Wijayaka
lanjutkan lagi
Mei Rani Wijayaka
lanjutkan
Aniss Tallasa Udin
Alhamdullillah kenapa g skalian mati sih Thor biar kapok itu karma makax jgn sombong
Aniss Tallasa Udin
Ya ampun ia ada ya seorg lurah kak gtu ya di kasih turun aja dah tuh jabatanx biar tau rasa mereka
Aniss Tallasa Udin
Ya gtu dong g byk komentar dan tulisan g penting dri si Authorx
Aniss Tallasa Udin
Ya gtu dong g byk komentar dan tulisan g penting dri si Authorx
Aniss Tallasa Udin
Nyimak dulu lah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!