Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Tuan Presdir

Istri Bar-Bar Tuan Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:64.1k
Nilai: 5
Nama Author: naya siswanto

Bagaimana jadinya jika gadis bar-bar bertemu dengan pria dingin dan punya kekuasaan tertinggi di suatu perusahaan.

Sering bikin ulah dan kasar, namun sang pria sangat mencintainya.

Sang gadis tidak peduli apa kata orang, dia adalah dia. Tidak ingin berpura-pura menjadi orang lain hanya agar disukai oleh semua orang.

Sikap kasar, ugal-ugalan, dan tidak ada sikap feminim membuatnya tidak mendapat restu dari sang mertua.

Bagaimana kisah cinta mereka?
Yuk ikutin cerita ini ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naya siswanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Keguguran

"Pak, rumah bapak ada yang menyerang!" lapor Arman yang tiba-tiba masuk ke ruang kerja Sakti.

"Selyn!"

Kakek dan Sakti beranjak secara bersamaan lalu ke luar dari ruangan itu dengan tergesa-gesa. Mereka masuk ke mobil masing-masing, dan meluncur ke rumah Sakti.

Sakti mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, untung jalanan sedikit lengang.

Sesampainya di rumah, Sakti langsung masuk dan menyaksikan bagaimana mama beserta orang-orangnya mendesak Selyn agar pergi meninggalkan Sakti.

Kakek datang beserta rombongannya, saat dalam perjalanan kakek menghubungi beberapa orang kepercayaannya dan menyuruh mereka datang ke rumah Sakti.

"Teruskan, Mila! Jangan berhenti sebelum kamu puas!" seru kakek dari arah pintu.

Mila dan beberapa anak buahnya menoleh ke arah suara, sedikit pun tidak ada rasa takut dalam dirinya.

"Ini semua karena kalian lebih memilih sampah ini dari pada aku!" balas Mila dengan suara meninggi.

Mila datang bersama orang-orang pilihan, dia sengaja membawa para jawara-jawara agar Selyn tidak sanggup menandinginya.

Selyn tidak kalah, namun dia kewalahan menghadapi lawan yang lebih dari sepuluh orang tersebut. Hingga akhirnya, dia merasakan perutnya keram dan melilit. Saat itulah dia mendapat pukulan dan tersungkur ke lantai.

"Pak! Sepertinya non Selyn mengalami pendarahan!" seru anak buah yang dibawa oleh kakek.

Sakti yang sedari tadi sibuk melawan orang bawaan Mila pun menghentikan aksinya. Dia menghampiri Selyn yang sedang merintih kesakitan, keringat jagung membanjiri wajahnya yang mulai pucat, darah segar mengalir dari lantai tempatnya duduk.

"Perutku! Awh! Sakit, Mas!" Selyn memegangi perutnya sambil terus merintih.

"Kita ke rumah sakit!" Sakti menggendong Selyn ala bridal style menuju mobil, seseorang mengikutinya dari belakang, dia akan menjadi sopir yang akan mengantarkan Sakti dan Selyn ke rumah sakit.

Kesabaran kakek sudah sampai puncaknya, dia sangat geram melihat perbuatan mantan menantunya.

"Aku menyesal sudah memelihara rubah licik di rumahku," geram kakek.

"Ha-ha-ha, dasar tua bangka! Otakmu terlalu dangkal! Kamu terlalu menganggapku remeh dan sepele, kali ini aku tidak akan tinggal diam. Aku tidak mau kembali hidup susah. Aku harus mendapatkan hakku!" Kata Mila.

"Hak yang mana? Semua yang kamu miliki, bahkan nasi yang kau makan semua milik keluarga Hutama. Jika aku mau, aku bisa menagih dan menuntutnya. Tapi, aku bukan manusia serakah yang tidak tahu malu sepertimu. Sebelum hukum rimba aku jatuhkan kepadamu, lebih baik kamu pergi!" usir Kakek sambil mengarahkan tangannya ke arah pintu ke luar.

"Ingat, pak tua! Aku akan menuntut balas atas penghinaan ini. Aku tahu kelemahan Hutama, akan kubuat Hutama jatuh hingga tenggelam jauh ke dalam lumpur." Dengus Mila dengan kesal, lalu pergi meninggalkan rumah Sakti.

Kakek mendudukkan tubuhnya di sofa, menarik nafas dalam-dalam, lalu mengeluarkannya dengan perlahan.

"Ternyata tidak selamanya seseorang yang terlihat baik, berada di lingkungan yang baik, mempunyai kepribadian bagus. Kebaikannya hanya topeng untuk mengelabui orang-orang di sekitarnya," gumam Kakek.

"Pak, saya mendapat telepon dari rumah sakit. Cucu menantu bapak mengalami keguguran," lapor salah satu anggota kakek.

"Apa? Keguguran?" tanya Kakek, dia berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju mobil.

"Awasi gerak-gerik Mila, ringkus dia jika masih mengganggu ketentraman cucuku!" titah kakeh sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil.

Di rumah sakit,

Selyn belum sadarkan diri, dia pingsan karena kehabisan banyak darah. Stok yang ada di rumah sakit tidak mencukupi kebutuhannya. Yang lebih parah, dari sekian banyak anggota kakek, tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki golongan darah sama dengan Selyn.

"Sakti!" panggil kakek.

Sakti sedang duduk dan bersedih di samping brankar Selyn.

"Kami menikah belum lama, kenapa Selyn sudah hamil, kek? Apa dia sudah hamil sebelum menikah denganku?" pertanyaan Sakti membuat kakek tersulut emosi.

Tangan tuanya melayang begitu saja ke wajah Sakti, "Jangan bodoh, Sakti! Apa saat pertama kamu menggagahinya, dia sudah tidak perawan? Apa karena kehidupannya yang liar, kamu menganggap dia murahan?" tanya kakek dengan geram.

"Dia masih perawan, aku melihat sendiri dia merintih kesakitan siang itu." Jawab Sakti.

Kakek memanggil dokter, diapun meminta penjelasan atas kasus yang baru saja dialami oleh cucu menantunya.

"Kamu dengar sendiri 'kan penjelasan dari dokter, kamu menggagahinya saat dia berada dalam masa subur, wajar jika dia langsung hamil." Sungut kakek.

Seseorang masuk ke ruangan itu, memberi laporan jika darah yang dibutuhkan oleh Selyn sudah mereka dapatkan.

Kakek dan Sakti sama-sama bernafas lega, mereka berharap agar Selyn segera siuman.

"Sakti? Pa? Bagaimana keadaan Selyn?" tanya Demian, dia datang setelah mendapat telepon dari anak buah kakek.

"Kania? Kamu ada di sini?" tanya kakek pada perempuan yang datang bersama Demian.

"Saya sedang ada di rumah sakit ini, Pa. Tidak sengaja bertemu mas Demian di depan." Jawab Kania dengan tutur bahasa yang halus dan sopan. Meski penampilannya tidak jauh berbeda dengan Selyn.

"Tante ini siapa?" tanya Sakti.

"Dia ..." jawaban Demian terpotong, karena Kania yang menjawab pertanyaan Sakti.

"Teman lama papamu, kebetulan golongan darah tante sama dengan istrimu. Jadi, tante memutuskan untuk mendonorkannya." Tutur Kania.

"Terima kasih, Tante." Ucap Sakti.

Dokter dan beberapa perawat masuk ke kamar rawat Selyn, mereka akan melakukan tranfusi saat ini juga.

Kania menyeret Demian ke luar, untung tindakannya tidak terlihat oleh Sakti.

"Aku pulang dulu, sampaikan salamku pada papa dan Sakti!" pamit Kania.

"Sopirku akan mengantarkanmu pulang," kata Demian.

"Terima kasih," ucap Kania lalu pergi.

Setelah Kania benar-benar pergi, Demian kembali masuk ke kamar inap menantunya.

"Mana Kania? Apa dia sudah pulang?" tanya kakek.

"Sudah," jawab Demian.

"Siapa dia?" tanya Sakti.

Kakek dan Demian hanya diam, sepertinya mereka tidak berniat menjawab pertanyaan dari Sakti.

Sepertinya Selyn menyelamatkan kakek dan Demian dari pertanyaan Sakti, dia siuman di waktu yang tepat.

"Mas," sebut Selyn dengan lirih.

"Sayang? Kamu sudah sadar? Syukurlah!" ucap Sakti.

Kakek dan Demian mendekat, mereka menghibur Selyn agar tidak larut dalam kesedihan.

"Aku kehilangan calon anakku, Kek, Pa." Kata Selyn dengan suara pelan, tenaganya belum benar-benar pulih.

"Anak bisa dibuat lagi, yang terpenting sekarang kamu sehat dan pulih." Kata Demian.

Plak! Kakek memukul pundak Demian.

"Bukan begitu caranya menghibur orang yang baru saja keguguran," tegur Kakek.

"Jadi, aku harus bagaimana?" tanya Demian.

Selyn dan Sakti hanya menahan senyum melihat tingkah ayah dan anak di hadapannya yang sedang berdebat.

Melihat senyum Selyn, kakek menghentikan omelannya pada Demian.

"Selyn? Kamu tersenyum? Kakek tahu kamu wanita kuat." Kata Kakek.

"Sekuat-kuatnya batu karang, dia tetap akan habis terkikis oleh ombak dan akhirnya tumbang." Ujar Selyn.

1
Nur Hayati
lanjut thoor
Nur Adam
lnjut
Jana
waahhh lebih bar bar ini 😜
Jana
lah mas sakti maen sosor aja 🤭🤭
Jana
udah terima aja.. kerjaan enak koq 😜😅
zc❖🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦 ☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
Alhamdulillah Mila di tendang yg jauh.
moga aja otak licik mila nga ber ulah.
akhir'a sekian dan sekian up juga
naya siswanto: terima kasih😍
total 3 replies
Mutiara Putri
akhirnya setelah selesai purnama, muncul juga karyanya.. terima kasih
naya siswanto: kembali kasih
terima kasih masih setia di sini🙏
total 1 replies
zc❖🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦 ☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
lanjut lah kak Naya.
Yuni Ati
Bagus Selyn lawan manusia" yg berujud berlian tapi nya sampaah👍👍
Ani
sepertinya dengan adanya berita ini akan menguak siapa keluarga ayah selyn nih.. ternyata Mila dan Rendra salah taktik 😃😃😃😃😃
Ani
😲😲😲😲😲😲 ya Allah ternyata ..
Maizuki Bintang
bgs
Muh. Safri
Luar biasa
Rizky prasetyor862@gmail.com
ya ampun Naya kemna aja sekian abad ga muncul,,
Rizky prasetyor862@gmail.com: iya makasih,,,

buat Naya dan keluarga semoga sehat selalu aja ya,,💪💪💪❤
total 8 replies
Deriana Satali
Akhirnya up lg kemana aja Thor sampe lupa jln ceritanya
Deriana Satali: semangat terus dan sehat sll
total 2 replies
itanungcik
lanjut up jangan lama-lama bestie
Lina Darmiati
inilah yang buat aku gemes...gemes...alias penasaran ceritanya
itanungcik
kapan mila sadar thor
naya siswanto: nanti klo udah kena batunya.
di season berikutnya😁
total 1 replies
zc❖🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦 ☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
lanjut kak Naya
Sri Wulandari
eee emak emak ga waras
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!