Tania seorang wanita muda yang dipaksa menikah oleh ayahnya namun pernikahan tak berjalan dengan baik wanita ini di fitnah dengan keji oleh suaminya sendiri hingga berakhir dengan perceraian dan ia juga di buang oleh ayahnya, tania hidup dengan keluarga mendiang ibunya hingga pada suatu malam yang dingin ia menemukan tiga anak laki-laki yang terlihat kumal dan kelaparan, ia pun mengadopsi anak-anak tersebut.
Bagaimana kisahnya? baca selengkapnya di "tiga bintang tania" 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pemuja keindahan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 11 Cinta
"sayang mama banyak-banyak" ucap Indra
"mama juga sayang kalian" balas Mama Tania memeluk putranya semakin erat
"sudah-sudah.. ayo kita duduk dan makan malam.. mama pasti sudah lapar" ucap David setelah beberapa saat
"ah iya.. mama silahkan duduk.. aku akan siapkan makan malam" ucap Dimas membawa ibundanya duduk di meja yang telah mereka sediakan
"indah sekali.. kapan kalian menyiapkan ini?" tanya Mama Tania masih takjub dengan dekorasi yang disiapkan oleh ketiga putranya
"saat mama dan David jalan-jalan" ucap Indra
"jadi itu alasan David membawa mama jalan-jalan?" tanya Mama Tania. David tertawa kecil saja
"lihat foto lama itu.. saat kalian baru masuk sekolah" Mama Tania menunjuk sebuah foto lama
"saat itu mama sangat senang sekaligus takut" ucap Mama Tania
"kenapa ma?" tanya Indra
"itu pertama kalinya kalian masuk sekolah.. mama takut akan ada masalah tapi untungnya teman mama membantu mama saat itu.. meski dia masih sangat muda tapi dia membantu mama dalam mengurus surat adopsi kalian" ucap Mama Tania
"tapi mama sangat bahagia karena kalian bisa beradaptasi dengan baik saat itu" ucap Mama Tania
"iya saat itu kami sangat senang bisa pergi ke sekolah, meskipun takut juga.. hahaha" balas Indra tertawa mengingat momen saat itu
"teman mama itu pak Jimy kan?" celetuk Dimas yang datang membawa makanan
"iya.. pak Jimy Adhitama.. seorang pria muda yang luar biasa.. dan teman yang baik untuk mama" balas Mama Tania mengingat sosok Jimy
"aku juga merasa heran saat dulu pernah bertemu dengan pak Jimy.. dia begitu muda tapi malah menjadi teman mama" ucap David
"entahlah mama juga tidak tau bisa berteman dengannya" balas Mama Tania
"sekarang pak Jimy itu dimana ma?" tanya Indra
"entahlah.. setelah kejadian kegagalan pernikahan Fatan.. pak Jimy sama sekali tak bisa di temukan.. dia akan sulit ditemukan jika sudah menyembunyikannya diri" balas Mama Tania
"ah iya aku tau soal berita kegagalan pernikahan pak Fatan itu" balas David
"aku juga" balas Indra yang di ikuti anggukan oleh Dimas yang tau kisahnya
"sudah-sudah jangan membahasnya lebih baik kita nikmati waktu kita sekarang" ucap Mama Tania
"benar juga... aku sampai lupa.. ayo ma silahkan dimakan" ucap Dimas mengambilkan masakannya dan menaruhnya di piring Mama Tania untuk di coba lebih dulu
"hem... masakan Dimas selalu enak" puji Mama Tania setelah mencicipi masakan putranya
"sepertinya putra mama ini benar-benar akan menjadi juru masak yang luar biasa di masa depan" ucap Mama Tania dengan bangga
"tentu saja siapa dulu dong Dimas" ucap Dimas berlagak. Indra memukul Dimas pelan sementara David hanya menggelengkan kepalanya
" apaan sih Indra.. iri ya aku di puji mama" ucap Dimas
"siapa yang iri biasa aja tuh" balas Indra
"hahahaha" Dimas malah tertawa melihat Indra
"Indra juga hebat... kalian semua sangat hebat" ucap Mama Tania
"sudahlah ma.. bilang saja kalau Indra itu cuma anak manja" balas Dimas yang sangat suka menjahili Indra
"ye.. Indra bukan anak manja tuh" balas Indra
"anak manja.. anak manja" Dimas malah semakin meledeknya
"hentikan Dimas" ucap David
"sudah-sudah ayo lanjutkan makannya" ucap Mama Tania
"coba Indra buka mulutnya... aaaa.." ucap Mama Tania sembari bersiap mendaratkan sendok berisi makanan itu di mulut Indra. Indra melahap makanan yang di suapi Mama Tania untuknya
"tuh kan... Indra manja banget" ucap Dimas
"sini Dimas juga buka mulutnya.. aaaa.." kini Mama Tania mengarahkan sendok berisi makanan itu pada Dimas
"mama.." Dimas merasa malu
"aaaa..." Mama Tania malah bertingkah seperti seorang ibu yang sedang menyuapi anak kecil. Dimas menerima suapan Mama Tania
"bilang aja Dimas juga ingin manja-manja sama mama tapi malu" ledek Indra
"ngak ada ya" ucap Dimas yang kini pipinya memerah karena malu, Mama Tania hanya tertawa senang melihat kedua putranya itu yang berebut mencari perhatiannya
"nah sudah-sudah lanjutkan makannya... kalau menyuapi kalian terus mama jadi ngak bisa makan loh" ucap David
"ya sudah David buka mulutnya" ucap Mama Tania yang malah ingin menyuapi David juga
"mama..." David tak mau
"sekali-sekali David juga boleh menjadi anak kecil" ucap Mama Tania. David menerima suapan itu juga, Mama Tania tersenyum senang
"sekarang giliran mama" Indra menyodorkan sendoknya kini ingin menyuapi Mama Tania, setelah tersenyum Mama Tania menerima suapan itu, hingga ketiga bintang bergantian menyuapinya sepanjang makan malam
Malam yang sungguh di penuhi dengan kebahagiaan, canda tawa, serta harapan bersama deburan ombak dan angin malam di temani indahnya gemerlap bintang, Mama Tania dan Tiga Bintang mengabiskan malam dengan bahagia, mengingat sedikit momen masa lalu yang menbuat mereka bersama.
"aku ingin berterima kasih pada pak Jimy yang sudah membuat kita menjadi milik mama" ucap David pada Dimas, kini mereka sedang menatap bintang
"aku juga" balas Dimas
"terimakasih ya David" ucap Dimas yang kini penuh perasaan
"untuk apa?" tanya David, mereka masih tetap menatap bintang
"selalu menjadi yang paling dewasa di antara kita dan selalu menjaga aku dan Indra dari dulu hingga sekarang" ucap Dimas tiba-tiba
"kenapa tiba-tiba membicarakan hal itu.." ucap David
"kau hanya lebih tua beberapa bulan dari ku tapi kau menjadi seperti kakak untukku dan Indra.. yang kadang kami sadar selalu bertingkah merepotkan David" ucap Dimas
"jangan berbicara seperti itu... itu sangat tidak cocok denganmu... Dimas yang ku kenal adalah pria yang ceria dan optimis, sungguh tak ada kesedihan di mata mu" ucap David
"David yang ku kenal adalah yang seperti ini... David yang dewasa dan istimewa" ucap Dimas penuh haru. David tersenyum mendengar ucapan Dimas
"terimakasih ya.." ucap David kemudian
"apa?" balas Dimas tak mengerti
"selalu bersama ku" ucap David
"ayo jaga keluarga kita tetap seperti ini" ucap David
"janji ya.. apapun itu kau harus memilih kami sebagai yang pertama dalam hidupmu" ucap Dimas
"pasti tak ada kecuali untuk itu.. kalian yang pertama dan paling utama di hidupku" balas David merangkul Dimas
"David juga jadi yang pertama di hatiku" celetuk Indra yang tiba-tiba datang memeluk dua saudaranya dari belakang, Indra mendaratkan ciuman sayang di pipi kedua saudaranya
"ish Indra jangan cium-cium ah" Dimas merasa geli
"hehehe..." Indra malah menciumi Dimas lagi David tertawa melihat kelakuan keduanya
"tenang saja.. jika ada yang menganggu, Indra siap menghajar mereka" ucap Indra dengan semangat
"jangan-jangan!, Indra menjadi yang paling lembut dan manis saja biar aku yang mengurus urusan kekerasan" ucap Dimas
"tidak ada yang boleh menggunakan kekerasan" tegas David
"iya David" ucap Indra dan Dimas bersamaan
Kebersamaan dan kepercayaan di antara mereka sungguh tak tergoyahkan, inilah harapan Mama Tania bahwa putranya saling menyayangi, sungguh kebahagiaan yang cukup untuknya, wanita itu tersenyum melihat kebersamaan putranya.
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗