Delanta Elman seorang pembisnis yang tidak peduli dengan pernikahan. Baginya kehidupan pernikahan begitu memuakkan dengan masa lalunya yang kelam. Delanta pernah menikah akan tetapi dia memilih menceraikan istrinya di sebabkan istri selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Hal itu membuat Delanta menganggap bahwa wanita tidak berguna dalam hidupnya.
Sebuah peristiwa terjadi dan tidak terduga...
Penasaran, mari kita saksikan 🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aloha_Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 - Kepercayaan
#Masih disini kan, like dan comment ya🤭#
Next
Al dan Caca menyantap makanan dengan santai. Tiba-tiba Al berbicara dengan Caca:
"Caca, apakah kamu memiliki seorang pacar? ehm teman dekat lah kalau begitu,"tanya Al sambil memakan buah yang ada di depannya.
"Ehm, saya tidak terpikir memiliki pacar, lagian mana ada waktu kan buat dia, nanti dia marah-marah sama aku, nanti tidak dikasih perhatian dia marah-marah sama aku, itu buat pusing Al, masalah ku saja belum kelar mau mengurusi pacar juga, itu sungguh memusingkan," ucap Caca.
Al tanpa berpikir panjang, dia pun menjawab dengan satu kalimat yang membuat Caca sampai tersedak dengan minuman nya sendiri.
"Jadilah kekasihku, aku hanya membutuhkan pengalaman itu, setidaknya aku memikirkan kekasihku daripada adikku," ucap Al satu napas.
Al pun berdiri meninggalkan Caca yang tersedak dan kebingungan.
"Apa? dia menembak saya, bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan? aku kenal dia juga tidak? dekat juga tidak? bagaimana bisa menjadi kekasih?" batin Caca bergejolak dengan perkataan Al.
Al pun mengajak Caca untuk beranjak dari tempat duduknya, sebab sudah di bayarnya dan harus segera pergi.
Saat keduanya ingin pergi, salah satu karyawan resto tersebut meminta keduanya untuk berfoto, Caca pun menarik tangan Al. Al pun bermuka merah saat di pegang tangannya oleh Caca. Setelah Caca sadar, dia meminta maaf pada Al. Dan mereka berdua pun berfoto sesuai dengan keinginan mereka.
Setelah selesai keduanya pun kembali ke mobil, tidak ada perkataan apapun yang keluar dari mulut keduanya. Saat Caca hendak keluar, Al berkata ;
"Pikirkan perkataan tadi di resto aku serius dengan ucapan itu, aku tunggu selama seminggu," ucap Al.
Caca hanya mengangguk saja dengan ucapan Al.
Waktu berlalu dengan begitu cepat, Alena masih belum berbaikan dengan Al. Hingga El yang mencairkan suasana di dalam ruangan makan.
"Kalau kalian, masih bertengkar seperti ini, lebih baik kita jangan saling beranggapan," ucap El jengkel tapi palsu.
Al dan Alena saling memandang satu sama lain. Papa Alster pun mulai curiga, dan bertanya pada mereka.
"Kalian mengapa bertengkar sudah 2 hari papa melihat? jika masih bertengkar kalian papa kurung di satu ruangan," ucap papa Alster.
Alena pun mulai luluh dengan sikap sang papa. Alena pun mulai meminta maaf dengan sang kakak. Al pun sudah luluh dengan sikap sang adik. Keduanya pun berpelukan satu keluarga, El pun senang melihat keduanya sudah berbaikan.
Sehingga Al pun mengatakan sesuatu yang mengejutkan :
"Alena, El dan papa, Al mau mengatakan sesuatu bahwa lusa malam mau memperkenalkan pacar ku," ucap Al tersenyum.
"Apa? jadi siapa kekasih Abang? penasaran," ucap El terkejut.
"Nanti lihat saja, semuanya saya izin ke kantor duluan," ucap Al pamit pada keluarganya.
Alena pun menemani Abang Al sampai ke mobilnya.
"Abang Al, maafin Alena," ucap Alena memeluk abangnya.
Al pun memeluk sang adik, dan mencium kening sang adik.
"Abang maafin kamu sayang, Abang yang tidak memahami kamu, Abang menyayangi mu makanya terlalu berlebih-lebihan, jadi Abang membebaskan kamu, akan tetapi tetap Abang pantau," ucap Al.
Alena pun mengangguk dengan sikap Abang Al kembali lembut padanya.
Di tempat berbeda.
Delanta Elman, di hadapi masalah yang rumit sehingga dia tidak memikirkan Alena. Biasanya, Delan selalu memberi pesan pada Alena. Akan tetapi hari itu Delan tidak menghubungi Alena, karena kesibukan yang menerpa.
Sehingga rapat dimulai dan memulai dengan kekesalan di hadapkan oleh para karyawan yang masih tidak sempurna menyelesaikan tugasnya.
Hingga dering ponselnya berbunyi, ekspresi Delan pun berubah;
📱"Ya Alena ada apa?" tanya Delan dengan suara lembut.
Para karyawan pun terkejut dengan ekspresi yang keluar dari Tuan Delan, dan mereka saling menatap satu sama lain.
📱"Abang Delan, temani aku mall, aku lagi butuh inspirasi baru, nenek minta desain kepadaku, terus aku tidak mau menganggu abangku yang lain, kan Abang Delan sudah janji padaku akan mengabulkan semua kemauanku," ucap Alena membujuk.
📱"Ya sudah, Abang Delan jemput ke rumah kamu ya," ucap Delan.
📱"Oke siap Abang, aku siap-siap kalau begitu, oh ya nanti cicipin ya makanan aku buat sendiri," ucap Alena dengan nada senang.
📱"Ya sudah, kalau begitu Abang menyiapkan mobil ya," ucap Delan.
Alena pun mengiyakan, dan menutup panggilan tersebut. Delan pun meminta karyawan nya menyelesaikan tugas mereka.
Saat Delan keluar ruangan, para karyawan bernafas lega. Mereka mengatakan lega, karena dengan kehadiran wanita bernama Alena itu menyelamatkan ketegangan mereka.
Delan pun menghidupkan mesin mobilnya menuju rumah Alena. Keduanya sudah memiliki hubungan akan tetapi hubungan masih belum jelas. Sebab Alena sudah sangat nyaman dengan keberadaan Delan. Hal yang sama dengan Delan, meskipun Delan menganggap lebih.
Delan pun sampai di rumah Alena, Alena pun karena terlalu senang tiba-tiba memeluk Delan. Delan pun langsung berdegub kencang jantung nya. Alena mendengar jantungnya Delan. Dia pun melepas pelukannya dan langsung mengatakan:
"Ayo kita jalan," ucap Alena menunjuk ke mobil.
Delan pun membuka kunci mobilnya, dan Alena pun masuk ke dalam mobil. Delan pun hanya tersenyum dengan sikap kekanak-kanakan Alena. Delan sangat menyukai sikap Alena yang kekanak-kanakan, baginya itu hal yang baru baginya.
Alena begitu bahagia keluar jalan-jalan sebab dia seharian menyelesaikan tugas kuliahnya. Delan pun bertanya pada Alena:
"Kapan kamu akan menjawab lamaran aku Alena?" tanya Delan.
"Abang Delan coba lihat aku baik-baik, aku masih remaja kekanak-kanakan, kalau jadi istri seorang direktur mempermalukan kami bagaimana? aku hanya menghasilkan uang dengan menjahit pakaian dan juga itu pun jarang hanya pas ada yang memesan sesuai keinginan," jawab Alena.
"Saya menerima kamu, asal kamu bersedia jadi nyonya Delan, aku tahu tidak bisa berharap kamu mencintai mu, perbedaan umur kita yang membuatmu malu berjalan dengan ku," ucap Delan.
Alena terkejut dengan sikap Delan yang tiba-tiba. Alena pun luluh dan berkata:
"Abang Delan, aku memiliki masa lalu yang kelam, dan juga aku kuliah online karena tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan orang luar sebab ada kejadian kala itu, aku bisa menjahit dan mendesain aku belajar sendiri dan memang kursus, jadi kemampuan ku hanya itu, aku takut jika menjadi istri Abang Delan akan mempermalukan kamu," jawab Delan.
"Baiklah, Abang beri waktu kamu berpikir kembali selama seminggu ok," ucap Delan.
"Baik Abang Delan, tolong beri kepercayaan ku untu menjawab setelah seminggu ya, terima kasih Abang Delan," ucap Alena tersenyum.
Delan tersenyum malu melihat sikap manis Alena, dia tidak bisa menyentuh Alena sedikit pun karena ingin menjaga Alena seutuhnya untuk dirinya.
🍃 Bersambung 🍃
"Jagalah perasaan orang yang kamu cintai," author _aloha-zahra.
🌹 untukmu thor