Alea gadis cupu yang selalu di bully di sekolah sebab dari keluarga miskin, suatu saat dia bekerja sebagai biduan menggantikan ibunya. semenjak itu penampilan Alea berubah drastis, dia berhasil membalas semua teman yang menganggapnya jelek dan bisa menarik perhatian Sang ketua OSIS pujaan hatinya. Tetapi pacar sahabatnya juga mencintainya, sehingga hubungan dia dengan sahabat yang selalu menemaninya menjadi renggang. Bagaimanakah Kisah Alea?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina lutfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11. Kekasih Temanku
Esok harinya Alea tidak sekolah, sebab baru siang hari dia mendapat izin untuk pulang.
‘’Ibu, apa malam ini ada acara manggung?’’ tanya Alea.
‘’Ada sih, tapi sebaiknya kamu istirahat dulu. Nanti biar ibu menghubungi mang Jeky unntuk minta izin,’’ jawab Arum.
‘’Tidak perlu, Bu. Nanti malam aku ingin bekerja, aku ingin secepatnya mengumpulkan uang jadi begitu uangnya terkumpul kita bisa membuka usaha baru,’’ sergah Alea.
Arum tidak menyangka jika putrinya memiliki pemikiran yang sama dengannya.
‘’Ibu mengerti, tapi kamu masih sakit begini,’’ bujuk Arum tak tega.
‘’Aku sudah tidak apa-apa, Bu. Sekarang aku mau tidur dulu, nanti malam biar tubuh aku bisa bugar kembali,’’ ucap Alea berbaring lagi di tempat tidurnya.
Sore harinya Alea terbangun, setelah mandi dia sarapan. Sebenarnya tubuhnya masih terasa lemah, hanya saja Alea tidak ingin membuat ibunya semakin cemas.
‘’Alea, ada teman lelaki kamu,’’ kata Arum.
‘’Anggara?’’ ucap Alea balik bertanya.
‘’Bukan, tapi Zaky,’’ jawab Arum.
Alea menjadi penasaran ada urusan apa, sebab baru kali ini Zaky mendatanginya.
‘’Ah, palingan soal Hana. Mungkin dia meminta aku untuk menemani menjenguk Hana di rumah sakit, sebab kalau sendirian pasti orang tua Hana akan curiga jika mereka berpacaran,’’ duga Alea.
Alea segera menemui Zaky yang sudah menunggu di ruang tamu.
‘’Zaky, ada apa tumbenan kamu datang kemari?’’ tanya Alea berbasa-basi.
Zaky terlihat gugup dan salah tingkah, membuat Alea semakin yakin jika kedatangan pemuda itu untuk mengajaknya ke rumah sakit.
‘’Baiklah, aku tahu kalau kamu kemari mau mengajak aku ke rumah sakit kan untuk menemui Hana?’’ sela Alea.
‘’I… Iya, apa kamu ada waktu sebentar?’’ jawab Zaky dengan cepat.
‘’Ada sih, tapi jangan lama-lama ya, nanti malam aku ada manggung,’’ jawab Alea tidak enak menolak.
‘’Iya, hanya sebentar saja,’’ balas Zaky.
Alea langsung meminta izin pada ibunya, walaupun terlihat berat tapi Arum tetap mengizinkan. Bukan apa-apa, melainkan karena wajah Alea yang terlihat masih pucat.
Kemudian Alea berganti baju yang pantas untuk keluar, melihat kalung bermata birunya di atas meja dia memakainya biar penampiannya semakin oke.
Tapi hal tak terduga terjadi, dalam sekejap tubuhnya menjadi sehat dan bahkan memiliki semangat dan kepercayaan diri yang tinggi.
‘’Kenapa, kenapa setelah memakai kalung ini aku merasa lebih kuat dan lincah?’’ batin Alea.
Akan tetapi karena Alea sudah terburu-buru dia langsung melupakan mengenai kejadian ini.
Alea masuk ke mobil Zaky, Arum juga merasa heran kenapa tiba-tiba putrinya langsung sehat begitu dan wajahnya juga cerah.
Dalam perjalanan keduanya hanya diam, karena sebelumnya memang tidak pernah akrab. Akan tetapi Alea sedikit curiga sebab Zaky tidak membawanya ke rumah sakit, tapi malah di sebuah kafe.
‘’Loh, Zaky. Katanya mau ke rumah sakit?’’ tanya Alea heran.
‘’Ayo masuk sebentar, aku ingin membicarakan hal penting denganmu. Setelah ini aku akan mengantar kamu pulang lagi,’’ jawab Zaky serius.
Alea semakin penasaran, diapun duduk dan menunggu Zaky untuk berbicara duluan.
‘’Kamu mau pesan apa?’’ tanya Zaky.
‘’Tidak, sebaiknya kamu segera membicarakan hal penting itu,’’ jawab Alea tak sabar.
Tapi Zaky justru memanggil pelayanan dan memesan dua jus apokat beserta kue.
‘’Zaky, cepatlah! Aku sudah penasaran, hal penting apakah itu?’’ tanya Alea.
Zaky menarik napas dalam-dalam, kemudian dia menatap wajah cantik Alea dengan tatapan serius.
‘’Alea, aku mencintaimu. Aku tahu kamu terkejut sebab selama ini aku cuek padamu. Tapi entah kenapa aku akhir-akhir ini mau gila karena terbayang kamu terus. Alea maukah kamu menerima cintaku? Aku mohon,’’ ucap Zaky penuh harap.
Alea langsung terbengong, dia sampai tidak bisa berkata apa-apa. Selama ini dia selalu mengira jika hubungan Zaky dan Hana sangat kuat.
‘’Alea, aku mohon katakana sesuatu,’’ pinta Zaky.
Alea langsung sada jika hal ini tidaklah benar.
‘’Zaky, kamu pacarnya Hana. Dan Hana adalah sahabatku, bagaimana mungkin aku tega menusuk dia dari belakang. Apalagi selama ini orang yang paling baik padaku adalah Hana di saat orang lain menghina dan merendahkan aku. Zaky, mulai sekarang kita tidak usah saling bicara karena hal ini bisa menyakiti perasaan Hana,’’ jawab Alea tegas lalu beranjak pergi.
Namun dengan cepat Zaky menahan lengan Alea, sehingga membuat dia berhenti.
‘’Tadi pagi aku sudah memutuskan Hana, aku sudah merasa tidak cocok lagi dengannya. Jika bertahan aku dan dia juga sama-sama tidak bahagia,’’ sela Zaky.
‘’Apa? Kamu memutuskan Hana disaat dia sedang sakit begitu? Sekarang aku mau tanya, hal apa yang membuat kalian tidak cocok lagi? Hana selalu mencintaimu dan setia padamu. Apa kamu bosan dan merasa ingin ganti yang baru? Kalau begitu carilah gadis lain, aku rasa kamu memang tidak pantas untuk orang sebaik Hana!’’ bentak Alea menghempaskan tangannya dan langsung berlari, untung saja saat itu tepat ada taksi yang sedang berjalan, Jadi Alea bisa segera menghindari Zaky.
Alea memutuskan pulang, dan di rumah ternyata sudah ada Anggara yang mau mengantarkan kerja.
‘’Alea, kok pulangnya naik taksi? Katanya tadi bersama Zaky ke rumah sakit?’’ tanya Anggara heran.
‘’Tidak apa-apa, aku memang buru-buru mau pulang jadi mending naik taksi saja,’’ jawab Alea beralasan.
Malam ini Alea bisa manggung seperti biasanya, bahkan saking terpesonanya Anggara pemuda yang biasanya malu ikut naik ke panggung dan menyawer. Alea tidak mengira jika Anggara bisa menerimanya apa adanya.
Alea sungguh menawan, suaranya juga semakin terlatih dan penampilannya seperti artis profesional. Tapi semakin hari Alea semakin kecanduan dengan kalung tersebut, sebab jika dilepaskan Alea seakan tidak memiliki jiwa dan tubuhnya terasa lemas.
Sepulang dari manggung, Alea langsung tidur. Dia mulai bermimpi lagi dan kali ini terasa lebih nyata dan semakin menakutkan.
Alea serasa di hisap kesebuah lubang yang tiada ujungnya, gelap dan sangat menakutkan. Tiaa suara apapun melainkan ruang hampa yang membuat dirinya memilih lebih baik mati.
makasih thor sudah up 😊