Karine Vandela gadis cantik yang berusia 24 tahun, bekerja sebagai CEO salah satu Mall terbesar. Papa dan Mama Karine adalah pengusaha sukses kaya raya, mereka memiliki beberapa perusahan di bidang properti. Kehidupan Karine hancur ketika orang tua nya tau kalau dia menikah diam-diam dengan salah satu asisten Papa nya, semenjak itu orang tua nya selalu memaksa mereka bercerai.
Fedro William berumur 28 tahun, anak yatim piatu berasal dari panti asuhan. Orang tua nya tidak diketahu, setelah lulus sekolah Fedro memutuska untuk meninggalkan panti. Ada keadaan dimana dia hampir kehilangan nyawa, sehingga dia berhutang budi dengan keluarga Kastro dan berjanji akan mengabdikan hidupnya untuk mereka.
Bagaimana kehidupan pernikahan mereka?
Jangan lupa baca Novel nya ya👌❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mi.randa180701, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12. Membosankan
Satu minggu berlalu setelah acara makan malam hari itu, bahkan Karine berusaha keras menghidari Fedro di rumah. Fedro semakin bingung dengan sikap Karine, bahkan dia pergi ke kantor pagi-pagi sekali dan pulang malam setelah semua isi rumah tertidur.
Malam ini dengan malas Fedro menunggu Karine pulang, dia berbaring di sopa lantai dua dekat dengan kamar Karine. Sedangkan Mama dan Papa kamarnya ada di lantai bawah, sama juga dengan parah pembantu mereka tinggal di rumah belakang. Bisa di bilang mereka berdua adalah penghuni lantai dua, tapi selama seminggu ini Karine terkesan menghindar.
"Ahkk....Astaga kamu mengagetkan saja" kesal Karine sambil mengelus dadanya, tidak bisanya ada orang tidur di sopa itu.
"Kamu sudah pulang! kenapa pulang nya malam sekali?" tanya Fedro berusaha duduk dan membuka matanya.
"Kenapa kamu bertanya, bukan urusan kamu juga. kembali lah kekamar kamu jangan tidur disini!" ucap Karine yang berlalu begitu saja.
"Tunggu aku mau bicara sama kamu" Sambung Fedro memegang tangan Karine yang ingin membuka pintu kamarnya.
"Apa yang kamu lakukan, lepaskan tangan kamu. Jangan menyentuh aku!" bentak Karine, padahal dia sangat gugup sekali.
"Maaf aku tidak sengaja, aku cuma mau bertanya. Kenapa kamu terlihat menghindari aku?" tanya Fedro sambil menatap Karine.
"Aku tidak menghidari siapa-siapa, kenapa memangnya?" Karine balik bertanya sambil melipat kedua tanganya di dada.
"Dari kemarin kamu itu aneh, aku benar kan?" tanya Fedro tapi Karine hanya diam saja.
"Jangan bohong, aku bukan anak kecil lagi yang bisa kamu kelabui ya. Terlihat sekali kamu menghindari aku, kenapa? apa kamu benci karena aku jadi kakak kamu?" tanya Fedro salah paham, dia kira Karine menjauh karena membecinya.
"Pikirkan saja sendiri, minggir aku mau masuk" Karine mendorong tubuh Fedro, lalu masuk kedalam kamarnya dan tidak lupa dia juga mengunci kamar itu.
"Kurasa memang benar, dia membenci ku dan tidak menerima aku menjadi kakaknya" ucap Fedro sambil memandangi pintu kamar Karine.
Fedro pun kembali kekamarnya, sebelum berbaring dia memeriksa ponselnya. Banyak panggilan masuk dari Viola, Fedro tidak mempedulikannya. Dia mematikan ponselnya dan langsung berbaring, banyak yang Fedro pikirkan. Niatnya untuk mengunjungi panti ke kota S gagal, terpaksa dia hanya menghubungi ibu panti dan mengirimkan sejumlah uang.
Sedangkan di kamar Karine sangat gelisa, dia mencoba untuk menghubungi Leo beberepa hari ini tapi laki-laki itu terlihat cuek dan tidak membalas pesan dari Karine. Besok Karine akan menjemput Leo di bandara karena saat ini Leo masih di Bali, dia bilang mengurus hotel baru yang di bangun oleh Papanya dan Karine hanya mempercayai tanpa curiga.
"Apa dia sibuk sekali sehingga tidak sempat membalas pesan ku, tapi kenapa dia online?" tanya Karine kesal.
"Kenapa semua nya sangat menyebalkan!!" Karine membanting ponselnya sbarangan hingga jatuh kelantai dan retak.
.
.
.
Sedangkan di Bali, saat ini Leo tengah berbaring di atas rajang bersama dengan seorang gadis cantik. Mereka terlihat menghabiskan malam bersama seperti pengantin baru, Leo sengaja mengajaknya untuk berlibur agar tidak di ketahui oleh Karine dan keluarganya.
"Apa kamu puas sekarang? aku sudah sangat lelah, kamu bermain dengan kasar" ucap gadis itu yang saat ini berbaring di pangkuan Leo.
"Maafkan aku sayang, habisnya kamu sangat nikmat. Apa kamu juga sering menghabiskan waktu bersama seperti ini dengan Tomas?" tanya Leo sambil sesekali mencium pipinya.
"Tentu saja tidak, kami tidak pernah melakukan hal di luar batas seperti ini kecuali sama kamu. Aku juga sudah cerita sama kamu kalau waktu sekolah dulu aku di perk*sa, hal itu lah yang membuat aku agak trauma menjalin hubungan dengan laki-laki" cerita Rere panjang lebar.
"Maaf sayang, aku janji tidak akan bertanya tentang Tomas lagi" jawab Leo sambil mengelus kepala Rere.
"Lagian saat ini Tomas lagi di Jerman untuk beberapa bulan atau mungkin selamanya, katanya orang tuanya menyuruh nya pulang. Mungkin dia akan menikah dengan wanita pilihan orang tuanya dan tidak akan kembali ke indo, aku wanita paling sial di dunia ini" jawabnya.
"Rere sayang, kamu masih punya aku. Kita masih bisa melanjutkan hubungan kita, apa kamu mau jadi pacarku?" tanya Leo sambil memeluk erat Rere.
"Terus kamu mau apa dengan Karine yang polos itu? kamu mau menduakan kami. Maaf aku nggak mau jadi yang kedua, kalau kamu mau sama aku. Ya kamu harus putusin dia!" ancam Rere.
"Nggak bisa gitu sayang, kita masih butuh dia sebagai dompet berjalan. Bukan kah kamu menyukai perhiasan dan uang yang aku berikan?" jawab Leo dengan bujuk rayuanya.
" Bersabar lah, aku akan menjadikan kamu satu-satunya. Tunggu aku punya segalanya dan aku akan menikahi kamu" janji Leo kemudian dia mencium bibir Rere yang sudah menjadi candu sebulan terakhir ini.
"Kamu harus berjanji jangan pernah meninggalkan aku" Rere terlihat manja di pelukan Leo.
"Tentu saja sayang, mana mungkin aku meninggalkan kamu setelah apa yang kita lewati bersama" Leo mempererat pelukanya.
"Oh iya aku penasaran kenapa kamu mengatakan kalau pacaran dengan Karine sangat membosankan?" tanya Rere sambil mantap wajah Leo.
"Hubungan kami sangat lah membosankan, bagaimana aku hanya jalan denganya tapi tidak bisa menyentuhnya. Jangankan untuk memberikan aku kepuasan, berpegangan tangan saja tidak bisa. Kamu tau dia selalu di ikuti oleh asisitenya yang gendut itu, ditambah lagi bodyguard yang sangat posesif" Leo menceritakan bagaimana keadaan hubungan mereka.
"Dia memang cantik, tapi kamu lebih menarik dan lebih seksi" bisik Leo di telinga Rere.
Cup...
"Aku mau lagi, aku janji ini yang terakhir. Setelah ini aku membiarkan kamu untuk istirahat" ucap Leo setelah mencium bibir Rere dan Rere pun hanya pasrah mengikuti kemauaan Leo yang kini sudah resmi menjadi pacarnya itu.
Kembali ke satu bulan yang lalu, Rere menangis sambil mencari Tomas di apartemen Leo. Leo memang punya apartemen sendiri, jika dia bosan atau akhir pekan dia sering menghabiskan waktunya disana bersama dengan teman-temanya termasuk Tomas.
Setelah sampai disana ternyata Tomas sudah pulang, malam itu menujukan tengah malam. Rere bilang dia habis bertengkar dengan Tomas, Leo hanya percaya saja tanpa menaruh curiga pada Rere. Malam itu Leo terlihat habis mabuk, Rere sedikit takut dan dia buru-buru ingin pergi meninggalkan aparteman Leo. Tapi sayang saat mau keluar Leo menarik tanganya dan menyerang Rere tiba-tiba, Leo menciumnya dengan berutal dan awalnya Rere memberontak tapi akhirnya pasrah dan menuruti semua kemauaan Leo.
Semenjak malam itu, Leo sering mengajak Rere untuk bertemu dan tentu saja tujuanya adalah untuk saling memuaskan. Mereka sepakat untuk menutupi ini semua dari Tomas dan Karine, hingga sampai minggu kemarin dengan alasan mengecek pembangunan hotel di Bali Loe mengajak Rere untuk ikut berlibur bersama denganya.