Demi menyelamatkan harga diri keluarganya
Safira meninggalkan rumah orang tuanya dan mengadu nasib ke kota.
tragedi yang menimpanya sebulan yang lalu menghasilkan benih yang tumbuh dirahimnya .
dikota yang asing ia bertemu dengan Denendra lelaki baik hati yang mau menerima ia apa adanya.
merasa diperlakukan dengan luarbiasa fira pun akhirnya jatuh hati dengan Danendra hingga memutuskan menikah dengannya waktu berlalu hingga ia bertemu dengan keluarga besar danendra disana ia bertemu lelaki yang telah menghancurkan hidupnya. dan siapa sangka pemuda itu adalah adik sepupu Darendra lelaki yang selama ini membantu kehidupannya yang tidak mudah di kota yang asing itu. apakah mereka akan terjebak cinta segitiga? bagaimana cara Narendra bertanggung jawab atas kesalahannya pada Safira.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VELANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dijodohkan
"apa maksud kamu Joko? "..
" eh.. Pak Achmad gapapa kok pak kalau begitu Joko pamit dulu ya "
Joko sebenarnya pemuda yang baik tapi karena salah pergaulan dan kurang kasih sayang keluarga jadi seperti itu.
sementara dirumah Bagas,
hari ini Bagas cuma diam didalam kamar tidak melakukan apa apa semua kebutuhannya untuk ke kota sudah ia siapkan
"kalau gak ada kerjaan waktu terasa lama sekali, aku gak sabar ketemu Safira dan mulai besok aku gak bisa lihat wajahnya lagi dia kan gak punya ponsel jadi bagaimana aku bisa hubungi dia nanti.
setelah ia bingung memikirkan bagaimana nasib hubungannya dengan Safira ke depan ia pun tertidur.
saat ia membuka matanya jam sudah menunjukan pukul 2 lewat
Bagas pun langsung bangun dan segera pergi dengan motornya.
Sesampainya di tempat biasa,
"Safira maaf aku terlambat aku ketiduran tadi"
"tidak apa apa Bagas aku juga baru datang kok
" Bagas besok kamu sudah berangkat ke Surabaya kan? "
"iya fir besok pagi aku sudah berangkat, "
"semangat ya belajarnya disana , aku disini bakal nungguin dan berdoa buat kamu "
"fira, bagaimana hubungan kita nanti? "
"Bagas selama kita masih bisa menjaga hati kita semua itu tidak akan menjadi masalah, kamu tuh yang harusnya hati hati pasti disana banyak Maba yang cantik cantik dan seksi "
"tidak ada yang secantik dan sebaik kamu fira
bisiknya ditelinga fira.
" jangan gombalin aku ya gas kamu belum lihat saja cewek cewek dikota "
"ya kamu do'ain aku dong fir jangan sampai nglirik cewek lain disana "
"iya iya pasti aku do'ain kamu
mereka bercanda tawa bersama menghabiskan waktu terakhir mereka sebelum bagas berangkat ke kota.
Malam harinya di rumah Safira,
" nduk kemarilah bapak ingin bicara sama kamu ! "
"iya Pak ada apa? "
"Bapak dengar besok bagas sudah berangkat ke kota ya? "
"iya Pak , memangnya kenapa Pak? "
menghela nafas panjang,
"selama ini Bapak tahu kamu menjalin hubungan diam diam dengan bagas bukan nya bapak gak suka tapi kamu tahu sendiri bagaimana keluarganya, bapak lebih rela kamu menikah dengan joko daripada dengan bagas "
"Bapak! Joko itu pemuda seperti apa kan tahu kok malah jodohin anak sendiri dengan pemuda begajulan seperti joko "ucap ibunya Safira
" bu, Bapak itu sudah tau watak joko yang sebenarnya dia hanya salah pergaulan saja , bapak tidak ingin punya mantu orang kaya yang tidak punya hati seperti keluarga bagas itu bu! bagaimana nasib putri kita nanti bu?
"Bapak jangan khawatir ya jodoh fira sudah diatur sama Tuhan bagaimanapun fira bersikeras ingin menikah dengan siapapun jika bukan jodoh fira tidak akan terjadi pak, sekarang fira fokus bekerja dulu pak bantu mbak sari menjahit "
"Terima kasih nduk"
Sudah seminggu Bagas pergi ke kota, para pemuda desa semakin leluasa untuk menggoda Safira , hampir tiap hari didepan rumahnya selalu dikunjungi para pemuda disana bahkan tak jarang pemuda yang dari kampung lainnya.
"ibu,fira risih deh buk sama mereka semua "
"biarkan saja selama mereka tidak mengganggu kita "
tiba tiba saja...
"heh salma! anakmu mau koleksi lelaki ya? tiap hari ngumpulin pemuda disini"
mendengar teriakan dari depan rumahnya bu salma dan Safira akhirnya keluar dari rumah,
"bu tolong dijaga ya perkataannya Safira tidak pernah mengundang siapapun kemari! ibu bisa langsung pemuda pemuda itu sedang apa didepan rumah saya? "
"maling mana ada yang ngaku! "
"untung saja anak saya sudah gak kepincut sama putrimu yang sok cantik itu! "
lalu ibunya bagas segera berlalu pergi dari sana
"maafin fira ya bu "
"sudah sudah biarin saja dia kan memang seperti itu mana bisa kita melawannya nduk kita kan wong cilik mereka wong penguasa"
"do'ain fira ya bu supaya bisa membahagiakan bapak sama ibu "
"amin nduk amin"
setiap hari Safira ikut kerja dirumah mbak sari dari awal nya yang membantu pekerjaan ringan kini Safira sedikit demi sedikit mulai bisa menggunakan mesin jahit, saat semua pegawai mbak sari pulang Safira meminta ijin untuk belajar menjahit dan akhirnya hampir satu minggu belajar kini Safira bisa lancar menjahit dan setiap minggunya bisa mendapat gaji yang pasti dari mbak sari.
selamat sore Bu Safira pulang,
"kamu sudah pulang fir? "
"iya bu hari ini fira menerima gaji dari mbak sari ini buat ibu semua"
"loh loh kok dikasih semua to nduk gaji mu? "
"ya gak apa apa buk fira kan gak butuh apa apa semua keperluan fira ibu yang ngurusin sudah buat ibu saja"
"baiklah nanti kalau kamu butuh beli apa apa minta ke ibu yo"
"iya bu beres"
Tok.. tok.. tok..
"bu sepertinya ada tamu"
"sebentar ibu lihat dulu kamu cepat mandi lalu makan ibu sudah siapkan"
"baik bu"
ceklek...
"loh juragan burhan? ada apa pak? "
"apa saya gak dipersilahkan masuk salma? "
"monggo pak , tapi mas ahmad belum pulang dari sawah pak"
"jam berapa ahmad pulang ini hampir petang kok belum pulang? "
"mungkin sebentar lagi juraganx
" ya sudah tak tunggu saja ya"
"nggih juragan saya buatkan kopi dulu "
terlihat Safira baru keluar dari kamar mandi,
"nduk kamu cepetan masuk kamar ya jangan keluar dulu? "
"loh kenapa bu? "
"ada juragan burhan didepan mau ketemu bapakmu! "
"ow,,
tak berapa lama pak ahmad pun akhirnya datang,
" loh ada juragan burhan toh, ada apa ini pak tumben mampir ke gubuk saya? "
"kamu itu sawah kecil saja ditungguin sampai malam begini mad"
"hehehe... ya kalau saya punya sawah besar ya saya nyuruh orang saja buat ngurusin pak saya enak duduk sambil ngopi ngopi dirumah
" kamu bisa saja, begini mad saya kesini ada hal penting yang ingin saya sampaikan "
"nggih pak apa itu? "
"bagaimana mad kalau saya minta anakmu jadi istri anakku joko?
apapun yang kamu minta saya kabulkan mad jangan khawatir! rumah besar, sawah, ladang, bisa aku kasih ke kamu mad hidupmu juga bisa berubah jadi lebih baik.
" kalau saya bagaimana Safira saja pak saya kasihan kalau maksa maksa anak "
"kamu bicarakan dulu sama anakmu! masalahnya, kamu tau sendiri si joko gak mau kawin kalau bukan sama safira"
"nggih pak menurut saya juga lebih baik sama si joko daripada sama bagas yang tau sendiri keluarganya seperti apa "
"apa mereka masih berhubungan mad? "
"setahu saya sudah nggak lagi kok pak malah sekarang bagas kan kuliah di kota "
"baiklah kalau begitu saya pulang dulu saya tunggu jawabanmu ya mad"
"nggih baik juragan "
setelah pak burhan pulang ahmad mengajak anak dan istrinya duduk bersama,
pak ahmad menceritakan perihal kedatangan juragan burhan kerumah mereka tadi sore
"bagaimana nduk?..
" tapi pak Safira gak ada perasaan apapun sama joko"
"perasaan itu bisa tumbuh seiring berjalannya waktu nduk" ucap sang ibu
entah karena apa kemarin bu salma menentang keras kala suaminya bicara tentang joko sekarang bisa berubah pikiran apa karena iming iming dari juragan burhan tadi?
"Safira nggak tau bu lalu ia langsung berlari ke kamar "
"bagaimana ini pak?
" ya bagaimana lagi bu wong anaknya gak mau kok"
"seandainya saja ya pak Safira menerima si joko hidup kita pasti gak susah lagi kayak gini kita gak dihina hina lagi sama orang karena kita miskin "
katanya roda kehidupan itu berputar tapi kok kita tetap begini begini saja
"sudah jangan menggerutu terus disyukuri saja bu apa yang sudah Tuhan beri untuk kita sekarang "
"bagian mana pak yang harus disyukuri itu ayo katakan! "
"bu jangan begitu kita sehat bisa kerja begini itu sudah anugrah yang luar biasa,
lihat itu juragan cengkeh pak suharjo kurang kaya apa dia tapi tidak bisa menikmati hartanya karena penyakit tiap hari makannya rebus rebusan ! ibu mau seperti dia! "
"nggak sih pak "
"ini waktu surup lo bu kok ngomongnya begitu nanti kalau malaikat mendengar bagaimana? "
"iya iya pak maaf ibu keceplosan tadi semoga keluarga kita selamat dari marabahaya "
keesokan paginya,
Safira sedang sarapan bersama bapaknya di bale bale,
"yang banyak nduk biar kuat kerjanya nanti"
"siap pak,
namun tiba tiba saja sesuatu jatuh dirambut Safira,
" aaaa apa ini pak? Safira tampak terkejut kala seekor cicak melompat dari atas kepalanya,
"aduh ngagetin saja itu cicak"
pak ahmad terdiam ia menghentikan sarapan nya,
"ini pertanda buruk nduk"
"aah Bapak ini masih percaya mitos yang seperti itu"
pak ahmad langsung masuk menyudahi sarapannya yang belum selesai
"bu.. bu. gawat bu! "
"ada apa to pak ngagetin ibu saja "
"Safira baru saja dijatuhi cicak di atas kepalanya bu"
"apaaa??