Banyak yang bilang cinta itu indah. Iyah memang cinta itu indah.
tapi apa yang akan terjadi jika dalam suatu hubungan memiliki perbedaan kepercayaan
novel ini menceritakan sepasang kekasih yang sudah menjalin hubungan bertahun-tahun lamanya. namun suatu ketika chania mendapati suatu fakta yang begitu menyakitkan hatinya.
ia mendapati sang kekasih masuk kedalam gereja tepat dihari Minggu, ia begitu syok melihat itu. awalnya ia masih mencoba berfikir positif sampai ia mendesak masuk mengintip sang kekasih dan yah dia melihat Erland sedang berdoa disana
............
aku sudah menduga bagaimana ending diantara kami, aku memutuskan untuk tidak meninggalkan agamaku dan itu sudah janjiku pada Tuhanku. begitupun dia sama denganku. tidak meninggalkan Tuhannya demi diriku.
suatu ketika dia datang padaku dan mengatakan ia akan pindah agama karena ia mencintaiku.
namun aku kecewa padanya dan menolak keras akan keputusannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sittyyy²⁶, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mengungkapkan rasa
pagi ini chania kembali sibuk dengan tumpukan kertas yang sudah menggunung diatas meja kerjanya. sudah terhitung dua Minggu dari kejadian di mall itu chania selalu menghindari Erland. bahkan pertemuan rapat diluaroun chania tidak ikut serta menemani Erland dengan alasan masih banyak pekerjaan yang tidak bisa ditunda.
"chania segera keruangan saya" kata Erland ketika dia melewati meja kerja chania. dan dia tidak menunggu jawaban dari chania, Erland langsung masuk ke ruangannya. seolah dia tahu chania pasti akan menolak perintahnya.
mau tidak mau akhirnya chania memasuki ruangan Erland dengan sangat berat hati. Namum ketika chania hendak pergi keruangan Erland, ia bertemu dengan Bimo.
"Bimo kamu mau keruangan pak Erland yah?" ucap chania menyapa Erland.
"iya ca, kalau kamu?"
"aku juga sama"
"kalau begitu bareng aja" ucap Bimo yang merasa senang. chania mengangguk kepalanya dan tersenyum kepada Bimo.
tok tok tok
"masuk" ucap Erland dari dalam ruangannya, ia merapikan penampilannya karena ia tahu siapa yang akan datang menemuinya. Namum sesaat senyuman itu pudar ketika melihat yang datang tidak hanya chania.
"hei bos kenapa wajahmu murung melihatku seolah aku ini pembawa Sial saja" ucap Bimo melihat raut wajah Erland.
"akhirnya kamu sadar juga kalau kamu memang pembawa Sial" geram Erland kesal kepada Bimo.
dua jam lamanya mereka berada diruangan erland dengan membahas beberapa pekerjaan.
"kalau begitu aku permisi duluan" ucap Bimo kepada Erland.
"ayo ca kita keluar" ajak Bimo kepada chania. dan hal itu tidak disia sia kan oleh chania. ia bergegas membereskan segala berkasnya.
"kau sendiri saja yang keluar ada yang harus aku bicarakan dengan chania sekertaris ku" ucap Erland.
"iyalah?" jawab Bimo yang menaruh curiga pada Erland. namun akhirnya Bimo pergi dari ruangan Erland karena suara deringan telponnya.
"kenapa kamu menghindari ku chania?" ucap Erland duduk disamping chania yang masih fokus membereskan berkas yang berserakan.
tidak ada jawaban dari chania dan hal itu membuat Erland kesal.
"jawab chania, jangan mendiamkan ku" ucap Erland yang terbawa emosi.
"saya rasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi pak, tolong jangan membawa masalah pribadi ke kantor saya rasa anda sudah tahu peraturan itu" ucap chania yang merasa jengah dengan tingkah Erland.
"oke kalau memang itu maumu, pulang kerja nanti mari ke kafe seberang sana" ucap Erland yang mengalah kepada chania.
"maaf pak saya sibuk" ucap chania yang masih menolak ajakan dari Erland.
"chania, mau kamu itu apa sih sebenarnya?" ucap Erland menatap chania
"tidak ada pak" ucap chania memelankan suaranya sambil menunduk kan kepalanya.
"tatap saya kalau bicara chania, sudah berapa kali saya bilang" mau tidak mau akhirnya chania melihat Erland yang sedang berbicara.
"aku tanya sekali lagi, kenapa kamu akhir-akhir ini seolah menghindar dariku" ucap Erland yang mengganti kosa katanya menjadi aku kamu.
"saya tidak menghindar pak, saya hanya menghargai atasan saya yang sudah mempunyai calon tunangan" ucap chania mengeluarkan unek unek yang selama ini dia pendam.
deg
Erland terkejut dengan perkataan chania, ia merasa bersalah kepada chania.
"chania, Monica bukan calon tunangan ku. kami hanya berteman" ucap Erland menggenggam tangan chania.
"chania aku mencintaimu, bukan Monica"
chania tersenyum mendengar perkataan Erland yang ia rasa hanya kebohongan semata. chania melepas tangannya dari genggaman Erland.
"saya permisi pak" ucap chania kemudia pergi dari ruangan Erland.
...🦋🦋🦋🦋...
chania bergegas pergi menuju musholla, dia hendak menunaikan sholat ashar karena sudah waktunya. ketika diloby, chania berpapasan dengan Bimo.
"Caca kamu mau kemana?"
"oh aku ingin kemusholla Bim sholat ashar" ucap chania kepada Bimo.
"boleh aku ikut?" ucap Bimo bertanya pada chania. chania yang mendengar hal itu tertawa.
"kau ini, kalau mau sholat sholat saja jangan tanya padaku. bukankah memang seorang muslim diwajibkan untuk sholat" chania menggeleng-gelengkan kepalanya merasa lucu dengan tingkah Bimo.
Bimo menggaruk kepalanya yang tidak Gatak sama sekali.
"gimana yah ca, aku memang seorang muslim tapi aku selalu meninggalkan sholat" jawab Bimo nyegir.
"wah parah kamu Bim, yasudah ayo waktu ashar sudah dapat" ajak chania kepada Bimo.
chania dan Bimo memasuki musholla dan mengerjakan sholat ashar. Bimo sangat bersyukur kepada Allah karena telah mempertemuka dia dengan chania.
POV Bimo
aku mengarahkan tanganku kepada Rabb ku yang telah menciptakan ku hidup didunia ini. dan aku sebagai umatnya sungguh merasa berdosa telah lalai akan perintahnya, aku justru sibuk mencari dunia yang hanya sementara ini.
Namum dibalik itu semua aku bersyukur seorang gadis cantik datang kepadaku dan mengajakku untuk kembali kepadamu. semoga memang gadis ini adalah tujuan ibadahku selanjutnya.
"*ya Allah ampunkan segala dosa ku dan juga dosa kedua orangtua ku ya Allah. maafkan aku yang sudah lalai dan melupakan mu ya Allah.
ya Allah aku tak tahu sholat ku ini kau terima atau tidak, tolong maafkan hamba mu ini ya Allah*" aku mengusap wajah mengaminkan doa ku yang terbilang cukup pendek itu.
selesai sholat aku menunggu seorang gadis cantik yang sudah mengajakku untuk sholat ashar tadi Namun sebelum gadis itu datang, Erland menghampiriku. dua menepuk pundak ku.
"hei bro, lo kerasukan apa gimana?" ucap Erland.tentunya ia pasti kaget melihatku berada di musholla pasalnya aku memang tidak pernah sholat walaupun aku seorang muslim.
"jangan menertawakan ku land"
"tidak tidak aku serius, kau sembahyang kah?" ucap Erland memastikan aku memang benar sholat atau tidak.
"ya seperti yang kau lihat. sepertinya aku sudah menemukan wanita pujaan hatiku dan aku akan berjuang mendapatkan hatinya. sebelum mendapatkan hatinya maka aku akan terlebih dahulu mendapat hati penciptanya" aku tersenyum dengan perkataan ku sendiri.
"wah wah aku salut dengan mu bro, apakah gadis itu sedang sembahyang disini juga?" ucap Erland. aku menganggukkan kepalaku, entahlah setelah ini entah apa tanggapan dari Erland melihat gadis itu nantinya.
pasalnya Erland juga menyukai chania, namun chania dan Erland mempunyai tuhan yang berbeda. makanya aku mempunyai nyali yang besar untuk merebut chania darinya.
tapi aku tidak akan merebut chania begitu saja darinya, aku akan terlebih dahulu memperbaiki diriku sebelum aku menyatakan cinta ini pada chania.
"sepertinya dia akan lama, ada baiknya kita pergi saja land" ajakku kepada Erland. aku tidak ingin dia mengetahui bahwa aku juga sebenarnya mencintai chania.
"kau yakin, tidak menunggu kekasihmu itu?"
"land dia bukan kekasihku"
"kau tidak ada rencana menjadikan dia kekasihmu?"
"entahlah aku tidak yakin dia mau menjadi kekasihku" ucapku dengan lesu. pasalnya aku melihat chania begitu taan pada Allah. dan aku juga yakin pasti dia tidak akan mau ku ajak pacaran.
akhirnya aku dan Erland pergi memasuki kantor tanpa menunggu chania terlebih dahulu.