Nara, seorang gadis desa yg beralih ke kota dengan tujuan mencari ilmu, tidak begitu lugu dan sedikit berani.
Apakah dia gadis yg polos? tentu tidak, diluar dugaan jauh sebelum tinggal di kota kehidupannya sudah mengenal banyak hal.
Lalu bagaimana kehidupan dia di kota? yuk ikuti terus alurnya;)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuwi_ast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
Pagi harinya, Nara bersiap mengantarkan Angga ke ruang operasi, bersama dua orang suster dia mendorong ranjang Angga keluar.
Nara menghampiri teman-temannya terlebih dahulu yg menunggu di luar.
Nara melihat teman-temannya dengan pandangan seperti orang keheranan.
"Kok muka lo kaya bengep gitu?" Tanya Nara sembari melihat muka Arya.
"Muka lo juga!" Lanjut Nara melihat muka temannya satu persatu.
"Ini gara-gara nyamuk sialan, kita tidur diluar diganggu nyamuk kaga bisa tidur" Ucap Ikta.
"Lo sii enak Nar tidur di dalem, lahh.. Kita jadi santapan nyamuk lapar" Ucap Arya.
"Duh.. Kan gue gatau kalo di luar banyak nyamuk, gue udah nyaranin tidur di hotel kok" Jelas Nara.
"Kita tuh setia kawan, satu susah yg lain juga susah" Timpa Windy.
"Ahh yauda deh sorry.. Gue mau nganter Angga ke ruang OP dulu ya, ntar kita makan" Ucap Nara.
"Iyaa gih. Semangat buat Angga, kita semua berdoa yg terbaik" Ucap Dito yg bijak.
Nara hanya mengantar Angga sampai depan ruang operasi saja, karena yg mengantar tidak boleh masuk.
"Semangat yaa.." Ucap Nara sambil memegangi kuat tangan Angga.
"Makasih, udah mau nemenin" Balas Angga tersenyum.
Nara melihat orang tua Angga menghampirinya.
Memastikan bahwa anaknya sudah masuk ke ruang operasi. Kedua orang tua Angga menunggu di depan ruang operasi, sedangkan Nara berpamitan untuk menemui teman-temannya dulu.
"Semoga Angga cepet sembuh deh" Ucap Arya di sela-sela keheningan mereka.
"Iyaa. Kita gabisa nemenin Nara disini terus soalnya besok udah masuk sekolah lagi" Ucap Ara.
"Si Nara juga pasti masuk sekolah, cuman dia bakal bela-belain nyari waktu buat Angga kalo dia belom sembuh total" Timpa Windy.
"Lagi ngobrolin apa sii?" Tanya Nara yg baru saja datang.
"Kalo Angga belom sembuh total, lo bakalan masuk sekolah kan?" Tanya Windy seketika.
"Yaa masuk lahh, semoga aja Angga udah sembuh" Jawab Nara.
"Hhhh.. Bagus deh. Sayang kalo ga sekolah, bentar lagi lulus" Ucap Windy.
"Bukannya kita sering bolos ya? Kabur juga! Tumben lo bilang sayang Win?" Ucap Dito ada benarnya.
"Ehh.. Hehee. Yaa maksudnya dikurangin lahh" Jawab Windy.
Meski mereka murid yg bisa dibilang sering bolos dan kabur saat jam pelajaran, mereka juga tetap ingin mempertahan kan nilai mereka, meskipun itu seperti bercanda.
Tak lama setelah makan, mereka langsung menuju ke ruang operasi. Disana belum terlihat tanda-tanda bahwa operasi Angga sudah selesai. Mereka pun duduk menunggu di bangku.
"Nak, kalau kalian mau pulang dulu silakan. Malam ini kami yg jaga Angga" Ucap mama Angga.
"Ahh iyaa tante, kita mau liat dulu keadaan Angga setelah operasi" Ucap Nara.
"Terima kasih yaa untuk malam ini, kalian udah nemenin Angga, tante semalem pulang karna ga enak badan" Ucap mama Angga tersenyum.
"Iyaa sama-sama tante" Balas Nara dan teman-temannya.
Tak lama, dokter pun keluar dari ruang operasi.
Semuanya harap-harap cemas dengan apa yg akan disampaikan oleh dokter.
Dokter itu untungnya memberikan kabar baik, operasi Angga berjalan dengan lancar.
Dokter itu berkata bahwa operasinya berhasil dan saat ini tinggal masa pemulihan.
Kabar baik lagi bahwa Angga sudah bisa pulang esok hari kalau kondisinya membaik.
Hal itu tentu saja membuat orang tua Angga senang, termasuk Nara pastinya.
Sementara Angga belum sadar karena efek obat biusnya.
Waktu menunjukan pukul satu siang, Nara dan teman-temannya berpamitan untuk pulang.
Mereka akan menjenguk Angga kembali setelah dia sadar nanti.
Setibanya di rumah, Nara langsung membersihkan diri dan tidur. Dia sangat ngantuk, karena semalam ia merasa tidurnya kurang.
Teman-teman Nara pun tidak langsung pulang ke rumah, mereka langsung tidur di rumah Nara. Sepertinya mereka yg benar-benar kurang tidur, setelah mereka menemukan tempat yg nyaman mereka langsung saja memejamkan mata.
"Anak-anak sepertinya kelelahan paa, pulas sekali mereka tidur" Ucap mama Nara yg melihat anaknya juga teman-temannya tertidur di ruang tv.
"Kayaknya gitu maa, bikinin makanan aja buat mereka nanti kalo udah bangun" Timpa papa Nara.
Nara dan teman-temannya menghabiskan waktu di rumahnya. Mereka membahas perihal ujian kelulusan nanti, sepertinya mereka akan menyiapkan contekan dari sekarang.
Tiba lah pukul 10 malam, teman-teman Nara pamit untuk pulang. Setelah seharian ini mereka bermalas-malasan, akhirnya mencoba bangun dari malasnya karena harus pulang.
Nara kini sendiri di rumah, papa mama dan adiknya sudah tidur. Nara memaksakan untuk tidur juga tapi tidak bisa, mungkin karena tadi siang dia tidur jadi malam susah tidur.
Nara berinisiatif untuk mengabari Angga, siapa tau dia sudah bisa membalas pesannya.
Tapi sepertinya tidak, yg diharapkan tak kunjung memberi balasan.
"Mungkin Angga udah tidur, besok lagi aja deh" Batin Nara.
Nara menatap langit-langit kamarnya, meskipun tidak bisa tidur, dia perlahan memejamkan mata dan akhirnya tertidur juga.
Di sisi lain, Arya dan teman-temannya ternyata tidak pulang ke rumah. Mereka malah menyusuri jalanan malam hingga akhirnya mereka menepi di sebuah bar.
Apa yg dipikirkan mereka sehingga pergi ke tempat itu, padahal mereka tahu kalau besok pagi sudah masuk sekolah.
"Kok kita malah kesini?" Tanya Ara.
"Suttt udah diem ra, ikut aja" Ucap Arya.
"Gue gamau kesiangan besok, kan udah masuk sekolah" Ucap Ara yg jengkel.
"Yauda lo balik sendiri sono!" Perintah Arya.
"Ara kan penakut hahaha..." Timpa Ikta yg menertawakan Ara.
Ara menunjukan wajah yg cemberut, kalau saja dia tidak penakut, pasti sudah pulang duluan. Sedangkan yg lain, mereka menikmati kesenangan sesaat itu.