Indonesia
NovelToon NovelToon
Happy Ending

Happy Ending

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: Widya_Kim02

Mengisahkan seorang gadis bernama Nara yang awalnya mendapatkan sebuah kalung berlambang bunga kamelia dari ibunya. Setelah menggunakan kalung tersebut, Nara tiba-tiba berpindah tempat ke dalam sebuah komik yang selesai dibacanya.

Menurut Nara, dia harus mengubah ending pada komik tersebut menjadi happy ending dikarenakan salah satu karakter yang mati terbunuh secara tidak adil dan sempat difitnah sebagai pembunuh yang menjadikan siswa tempat mereka sekolah korbannya.

Apakah Nara mampu mengubah ending komik tersebut dan kembali ke dunia aslinya tanpa harus melibatkan perasaannya yang tanpa dia sadari telah jatuh cinta dengan salah satu karakter komik tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widya_Kim02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12| Akhir Pekan

Malam itu Nara mencoba melihat-lihat foto yang dikirimkan oleh Ha Joon beberapa hari yang lalu.

      "Ternyata aku cantik juga!" ujarnya dengan tertawa.

Detik berikutnya dia menghentikan aktivitas melihat foto karena mendengar seperti ada yang menghantam jendela kamarnya. Nara bergegas bangkit dari tempat tidur dan melihat ke jendela.

      "Tidak ada apa-apa, atau jendela di ruang tamu?"

Nara segera berlari menuju ruang tamu, kebetulan saat itu lampu telah dimatikan karena memang sudah jam tidur. Dia berjalan menuju saklar untuk menyalakan lampu.

Gadis itu melihat sebuah batu yang telah membuat kaca jendela rumahnya pecah, bahkan mamanya sampai terbangun dan terkejut melihat hal tersebut.

     "Astaga Nara, kenapa kacanya bisa pecah?" tanya sang mama dengan mendekati putrinya.

      "Aku tidak tahu."

Nara berjalan menuju pintu dan segera membukanya. Dia tak melihat apapun kecuali mendapatkan kesunyian di luar sana. Entah kenapa perasaan Nara rasanya tidak tenang dan otaknya seperti memikirkan sesuatu.

      "Mungkin hanya orang iseng. Sudah ayo, kita tidur saja!"

Setelah mengunci pintu kamar, Nara bergegas mengajak mamanya untuk kembali ke kamar.

Keesokan paginya, Nara telah bersiap untuk pergi ke sekolah. Dia memandangi dirinya sendiri di cermin dan terkejut ketika mendapati tanda merah dibagian leher.

 

      "Sepertinya tadi aku tidak melihat tanda ini. Aish, tidak mungkin ini gigitan nyamuk!"

Nara mengambil foundation demi menutupi tanda merah tersebut.

     "Oke, tertutup!"

Nara bergegas pergi ke sekolah menggunakan bus. Setibanya di sana, dia memandangi gedung sekolahannya dari gerbang. Entah kenapa perasaan waspada dan takut muncul akhir-akhir ini membuat Nara menjadi sulit untuk berfokus pada satu hal.

Seseorang menepuk bahunya membuatnya tersentak dan segera menengok.

     "Hai Nara!" sapa seorang pria dengan kacamata bulatnya.

     "Taehyun, kau mengejutkanku."

     "Hm, kenapa terkejut?" tanyanya dengan memasang wajah bingung.

     "Ah, bukan apa-apa. Ayo kita masuk!"

Nara melangkah lebih dulu lalu disusul oleh Taehyun. Selama di kelas, gadis itu menatap ke depan dan pikirannya engah melayang ke mana.

"Baiklah. Pelajarannya sampai di sini. Jangan lupa untuk kumpulkan tugasnya minggu depan!"

"Baik pak!"

Nara dan Ji Hye kini berada di kantin.

"Akhir pekan nanti kau akan ke mana?" tanya Ji Hye dengan melahap katsu miliknya.

"Tidak tahu. Mungkin di rumah seharian, lagipula kau pasti akan menghabiskan waktu dengan pacarmu. Jika aku ikut, hanya akan menjadi obat nyamuk saja!"

Nara menatap lesu makanannya. Tiba-tiba seseorang mendekati meja keduanya.

"Boleh aku duduk di sini?" tanyanya yang kemudian mendapatkan anggukan setuju dari Nara.

Segera Nara bergeser agar orang itu bisa duduk.

"Oh, Taehyun. Apa kau akhir pekan ini sibuk?" tanya Nara, sementara Ji Hye hanya mendengarkan saja. Sudah seperti obat nyamuk.

"Tidak, memangnya kenapa?" tanya Taehyun membalik.

"Nah, pas sekali. Bagaimana kalau ikut aku. Kita pergi ke salah satu restoran yang berada di dekat perpustakaan umum. Katanya ayam goreng di sana sangat enak, aku ingin mencobanya dengan Ji Hye, tetapi dia harus menghabiskan waktu bersama Kang Dae. Nanti aku traktir seperti yang sudah aku janjikan!" ajak Nara dengan penuh semangat.

Sementara Ji Hye sejak tadi memandangi gelagat Taehyun dan cara dia melihat temannya itu.

"Oke. Kebetulan aku juga berniat pergi ke perpustakaan umum, sekalian saja!"

Ji Hye berdehem agar keberadaan dirinya tidak dilupakan.

"Kalau begitu sabtu sore!" lanjut Nara yang kemudian beranjak dari sana karena makanannya telah habis.

Di kelas, Ji Hye mencoba bernegosiasi pada Nara untuk tidak pergi akhir pekan nanti dengan Taehyun.

"Nara, bagaimana kalau kau pergi denganku saja? Aku juga kebetulan sedang ingin makan ayam."

Nara menggeleng sembari memainkan ponselnya.

"Kau harus menemani Kang Dae."

"Bagaimana kau bisa kenal dia? Bahkan anak-anak kelas kita saja tidak ada yang tahu siapa dia!" ucap Ji Hye penasaran.

Saat akan menjelaskan, tiba-tiba Ha Joon datang dengan membawa susu kotak.

"Ini, minumlah!"

Nara tersenyum dan berterima kasih.

"Terima kasih!" ucapnya yang kemudian langsung meneguk hingga habis.

"Nara. Akhir pekan nanti kau sibuk tidak?" tanya Ha Joon dengan menarik salah satu kursi milik siswa lain agar dia bisa duduk.

"Aku sudah ada janji. Kau mau mengajakku keluar?" tanyanya membalik dan mendapatkan anggukan dari pria itu.

"Aku berniat mengajakmu ke restoran milik papa yang baru dibuka beberapa hari yang lalu."

"Oh, papamu punya restoran? Aku tidak tahu. Lalu menunya ada apa saja?" Nara terlihat begitu antusias kalau sudah menyangkut makanan.

"Kalau kau datang, kau akan tahu!"

Nara kemudian menyentuh jemari Ha Joon dengan senyuman yang melebar. Tiba-tiba tubuhnya seperti kesetrum dan sebuah ingatan muncul. Detik berikutnya Nara kembali tersadar dan melihat wajah panik dari kedua temannya.

"Nara, kau tidak apa-apa?" tanya Ji Hye. Gadis itu sudah sangat khawatir sekarang.

"Me-memangnya aku kenapa?" tanyanya membali.

"Kau tiba-tiba tidak sadarkan diri dan tubuhmu tadi kejang-kejang!" jelas Ha Joon.

Segera pria itu menyentuu dahi Nara menggunakan punggung tangan dan memastikan bahwa gadis tersebut baik-baik saja.

Di rumah, saat ini Nara memikirkan ingatan yang tiba-tiba muncul menjadi sebuah layar lebar. Di sana ada Ha Joon kecil yang meringkuk ketakutan di dalam lemari yang gelap. Dia menangis seorang diri sembari memanggil-manggil ayahnya.

Setelah itu Nara juga melihat seorang pria yang mirip dengan Ha Joon dewasa tengah menyiksa seorang wanita yang diyakini sebagai ibu Ha Joon. Di sana, Nara sudah berteriak sekencang mungkin, tetapi semuanya sia-sia saja.

"Apa itu ingatan milik Ha Joon saat dia masih kecil?" tanyanya penasaran.

"Kenapa tiba-tiba aku bisa melihat ingatan milik orang lain? Terlebih itu seperti sesuatu yang ingin dia lupakan."

Nara mencoba berpikir, jangan-jangan dia mendapatkan kekuatan seperti pada film-film superhero?

"Ei, aku sepertinya terlalu banyak berhalu. Sudahlah, anggap saja tadi aku tertidur sebentar dan bermimpi. Ya, mimpi!"

Sabtu sore pun tiba. Kini Nara sudah berada di depan restoran sembari menunggu kedatangan Taehyun.

"Oh, itu dia. Taehyun, di sini!" Nara melambai penuh semangat.

Taehyun berlari kecil dengan tasnya menuju Nara.

"Maaf membuatmu menunggu lama!" ucapnya dengan berjalan tepat di sebelah Nara.

"Ah, tidak. Aku juga baru datang!"

Keduanya memasuki restoran tersebut dan segera duduk di tempat yang telah Nara letakan tasnya.

"Aku sudah memesan ayam gorengnya dengan rasa original dan pedas, juga ada cola. Kau bisa makan pedas, kan?" tanya Nara memastikan membuat Taehyun mengangguk.

"Aku bisa!"

Ketika sedang asik mengobrol, datanglah pelayan pria yang membawakan pesanan keduanya.

"Ini ayam dan colanya!"

"Ah, terima kasih!"

Nara mendongak dan terdiam sejenak dengan mengedipkan mata beberapa kali.

"Ha Joon?"

"Nara?"

Nara kemudian paham bahwa restoran yang Ha Joon maksud adalah tempatnya duduk sekarang.

"Aku tidak tahu kalau restoran ini milik papamu," ucap Nara sedikit canggung.

Dia tadi menolak ajakan pria itu karena sudah ada janji dengan Taehyun.

"Tidak masalah, lagian kau juga ada di sini. Aku akan kembali, jangan habiskan ayamnya!"

Ha Joon bergegas kembali ke dapur, sementara Taehyun dan Nara mulai menikmati ayam tersebut.

"Wah, ayam rasa original ini enak!" puji Taehyun dengan tak henti-hentinya mengunyah.

"Benar. Kau cobalah yang pedas ini."

Tibalah Ha Joon dengan membawa sepiring ayam goreng rasa original. Melihat itu membuat Nara dan Taehyun hanya bisa terkejut.

"Makan yang banyak. Akhir-akhir ini badanmu kelihatan kurus!" ucap Ha Joon pada Nara, membuat gadis itu memanyunkan bibirnya kesal.

"Aku tidak sekurus itu, ya."

Melihat ada noda saus di sudut bibir Nara membuat Taehyun berinisiatif ingin membersihkannya. Saat sedang mengambil tisu, Ha Joon lebih dulu mendekat dan membersihkan noda saus tersebut menggunakan bibirnya membuat Nara yang sedang memegang ayam goreng tersebut, terlepas ke atas piring. Terlebih Taehyun yang hanya berkedip melihat pemandangan di depannya.

Ha Joon akhirnya kembali ke tempat duduknya sembari tersenyum miring ke arah Taehyun. Detik berikutnya Nara terbatuk-batuk dan segera meminum cola hingga tandas.

"Wahaha, bumbunya sangat pedas!"

Nara berusaha untuk menghilangkan kecanggungan yang ada di sana. Ternyata kejadian tadi dilihat oleh Seong Jin yang juga tengah menikmati ayam gorengnya di meja dekat jendela.

"Ha Joon cepat juga!"

Bersambung...

1
ruby sunn
makasih Thor udah up lagi makin seruu ceritanya
moonstrucktraveller
lh kok smpe sini,,,??? thor mna lanjutanx,,,kok kgk ad juga hari updatex,,,?
Lucy🌼: maap, ini baru update😭😭
selamat membaca hehe
total 1 replies
SizzlingTeapot
Hari ini aku mantengin HP ku karena nunggu update-an dari author :( Suka banget :( lanjutannya jangan lama-lama
Lucy🌼: huhu makasih udah nunggu, maaf tadi ga update gegara lagi mager seharian😭
besok ya ku update kayak jam biasanya ^^
makasih juga udah nunggu
total 1 replies
NewJerseyJack
Makasih udh berkarya thor! Lumayan banget buat bantu aku ngabisin waktu luang! Semangat terus pokoknya
Lucy🌼: terima kasih kembali karena sudah mampir untuk baca ^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!