auto baca kuyy. 𝗔𝗭 !!!
Alayana yang hanya mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu, hidup berkecukupan dan tidak mengalami kesusahan dalam kasih sayang orang tua, dan kehidupannya
gadis tidak tahu bersosialisasi dengan para teman-temannya karna suatu insiden yang kelam. gadis ini sangat pintar, itu membuatnya masuk ke sekolah ternama dan terkenal atas prestasi para murid-muridnya, Lewat jalur beasiswa
kenal dengan salah satu most wanted, ketua basket WIS, leader geng motor di macam-macam Negara, dan melakukan tantangan dari sahabatnya membuat aya masuk dikehidupan Zayn.
Zayn, cucu pemilik sekolah. keturunan keluarga Mafia, badboy, urakan, kejam, tapi sangat tampan dan sangat pintar membuat aya sedikit tidak suka padanya.
karna menurut Aya, zayn itu jarang belajar, banyak bolos tapi sering mendapat juara pertama di angkatan mereka.
Dari sebuah persahabatan yang hancur, Kisah remaja, problem kehidupan, Menjadi sebuah kecerahan, Kebahagiaan Bagi kehidupan Aya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon capr.gurlll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
gara-gara si scoopy
Hari ini hari sabtu, dimana anak-anak sekolah libur.
Ada yang menggunakan itu sebagai waktu luang buat menikmati empuknya kasur di pagi hari ini yang sudah mau menjelang siang. Ada saja yang masih dialam mimpi di kasur
Contoh nya seperti Zayn deh
"Zayn bangun.. " Ucap mom tercintanya membuka kain jendela membuat si dialam mimpi merasakan sinar cahaya matahari diwajah tampannya itu
Pelan-pelan si empu membuka matanya itu, pertama yang ia lihat wajah cantik mommynya. Walau sudah menginjak umur empat puluhan mommynya itu tetap cantik
"Bangun zayn, mandi. " Ucap mommynya itu
Zayn merentangkan kedua tangannya, "Mom, seriously? It's a holiday. What mom tak membiarkan anak tercintamu ini menikmati hari libur? "
Intan memutar bola matanya itu. "Ini sudah mau jam sebelas siang zayn. Siapa suruh kamu keluyuran tadi malam? Nanti jam dua pagi baru pulang?! Kau kira mommy tak tahu apa-apa? No honey! "
"Mom aku anak muda, aku hanya menikmati masa mudah ku saja.. "
Zayn menarik tangan mommynya itu duduk dikasur, dan zayn menyandarkan kepalanya dipaha mommynya itu
"ya. tapi apa itu geng motor kamu ha? Nggak usah geng-gengngan sayang. Balapan? Sok-sok an? Berkelahi? Musuhan? Semuanya disitu zayn. Mommy nggak mau anak mommy satu-satunya kenapa-napa.. " Intan mengelus-elus rambut putranya itu
"mom.. Nggak semua geng motor itu seperti yang mommy pikirin. Nggak semuanya sama.. "
"No honey. No debat. seharian ini pokoknya kamu nggak boleh kemana-mana. Kecuali mommy yang suruh. " Ucap intan final
Zayn langsung berdiri tegap. "No mom. Zayn bentar malam mau balapan. Gimana mau balapan coba? kalo mommy nggak izinin?! " Ucap Zayn cenderung.
"Haa itu kan?! Balapan lagi, ha? No, TITIK. " Intan keluar dari kamar Zayn. Zayn mengacak rambutnya bingung. Mommynya posesif.
*
*
"Halo sayang.."
"Ya Halo ma, knapa? " tanya Aya.
"Mama Minta tolong ya, beliin sayur kol sama nuget ayam di supermarket, ya sayang? "
"Oh iya-iya boleh. Uangnya? "
"Uangnya dikamar mama, ambil aja. Kunci motor nya dirak tv ya ay, Kamu masih tau bawah si scoopy kan? hehe"
"Iya ma, walau dah jarang nggak bawah motor, Aya masih tau kok. "
"Okdeh,mama baru isiin bensin si scoopy kemarin, Hati - hati ya. "
Mamanya mematikan ponselnya sepihak dari sebrang sana
Aya mengganti celana pendeknya dengan celana panjang. Ia mencari kunci motor yang katanya dirak TV. Ha akhirnya ketemu.
Disisi lain
"ZAYN SAYANG.. " teriak intan di dapur
Zayn menghampiri mamanya di dapur yang sedang memasak. "Ya, mom? "
"Zayn mommy Minta tolong beliin wortel yang segar ya, yang masih fresh. "
"Kata mommy Zayn nggak boleh keluar seharian ini.." Jawab Zayn
Intan menghela nafasnya. "Kan kata mommy nggak boleh keluar, KECUALI mommy yang suruh, Sekarang kan mommy lagi nyuruh Zayn beliin wortel. "
"Berarti Zayn boleh keluarkan bentar malam? " Tanya Zayn hati-hati.
"No, Lio. Cepetan lio. "
"Kenapa mommy nggak suruh bibi aja? Atau Mang diman? Kan mereka di pekerjakan nggak buat makan gaji buta doang." Ucap Zayn.
"Zayn kan mereka tiap hari mommy suruh, Kalau kamu kan kadang - kadang mommy nyuruh karna sekolah. " Ucap Intan.
Intan melihat anaknya diam saja seperti menahan kesal padanya.
"Oh, jadi nggak mau mommy suruh yah skarang. Cuman gara-gara mommy nggak ijinin keluar, Jadi lebih milih balapan dari pada mommy ya? "
Zayn yang mendengar peruturan mommynya itu langsung memeluk lengan mommy nya
"nggak kok, Lio mau disuruh mommy, Apapun itu! "
"Beneran? "
Zayn mengganggukan kepalanya
"Trus kok tadi mukanya masam gitu?! "
"Nggak mom, Lio cuman mikir aja. Lio kan udah terima tantangan balapannya.. Tapi mommy nggak izinin." Ucap Zayn masih memeluk tangan mommynya. "Kan kata mommy kalo udah janji..."
"Cepetan nanti masakan mommy gosong. " Potong intan
Zayn melepaskan tangan ditangan mommynya itu dan pergi dari dapur
"Zayn cepetan ya, NGGAK PAKE LAMA! " Teriak intan kepada anaknya yang sudah sedikit menjauh
"IYA IYA MOM. "
Zayn yang hanya memakai celana pendek dan kaos oversize dilapisi hoodie-nya, dan sandal terpasang dikakinya.
Dia mengambil salah satu helm dari stock-stock helm yang begitu banyak ia stock.
Pas diperjalanan, setiap bok-nya aya berulang kali membunyikan klakson motornya walaupun keadaan jalanan sepi.
Dan disinilah ia perempatan udah deket supermarket, udah kelihatan supermarket ya kira-kira 500 meter lah.
Saat seharusnya dia mengambil jalur kiri jalan menuju supermarket, ia hilang slak memotong jalanan karna banyak kendaraan melaju dengan kecepatan cepat.
kini ia mengambil jalur kanan berlawanan dengan kendaraan lain, dia tak memerhatikan ada motor sport melaju cepat berlawanan arah dengannya.
Aya tak meminggirkan scoopynya. Dia diam seketika, otaknya tak berfungsi.
Motor sport yang melaju cepat itu saat 5 meter kira-kira dari motor aya didepannya, ia membanting stir motornya, dan akhirnya tak seimbang menahan motor scoopynya itu, ia terjatuh.
Bukhhh
Belanjaan dari motor itu terlempar dan jatuh ke tanah. Untung saja orang dimotor itu memakai helm, dia melihat belanjaan tergeletak sama seperti dirinya diaspal.
"S***, " gumam pria itu.
seseorang perempuan mengangkat belanjaannya tersebut. Ia berdiri dari posisinya yang tidur diaspal dengan santai, seperti tak merasakan sakit sedikitpun. Ia juga mengangkat motornya itu.
Kakinya seblah kirinya terluka, berdarah karna terjatuh diaspal. Dia hanya memakai celana pendek saja. Untung saja ia memakai hoodie jadi tangannya tak juga ikut lecet seperti kakinya
"Mas, maaf banget ya, gara-gara saya mas jadi.."
Pria tersebut membuka helmnya menampakkan wajah tampannya tak lupa dengan raut wajah yang sedang kesal
"lo.. " Tunjuk Aya
Zayn juga menengok ke wanita itu. Ia menghela nafasnya kesal. Ia menaikkan kedua tangannya di pinggangnya dan menghadap ke Aya
Aya takut skarang, pria didepannya melihatnya dengan tajam, aura dingin terpancar diwajah pria itu.
Aya menunduk, ini memang nyata salahnya dia mengemudi scoopy nya tak sesuai jalurnya.
Tapi, ini juga bukan sepenuhnya salah Aya, seharusnya bawah motornya itu hati-hati nggak seperti orang mabuk.
"ah gara gara si scoopy nih, Ahhh, " gumam aya menyalakan motor scoopy nya
ya ampun, huft aya aya
Jadi aya mengaku kesalahannya sekitar 70℅, yang 30℅ salah si zayn. Kenapa nggak bawah motornya hati-hati?! Yakan?!
Ya, yang baru saja jatuh dari motor itu, Zayn.
Aya menaikan lagi wajah cantiknya itu mengadap zayn, yang mata itam kecoklatan itu tak bergerak melihat aya
"Maaf, " Aya membranikan diri. Tapi ia menunduk lagi, hanya satu kata yang mampu ia katakan skarang
"oh my god. " Ucap zayn pelan dan mengalihkan tatapannya.
"Sial, sial, huuu" Ucap lagi zayn menghela nafas kasar, melihat belanjaan mommynya tak berdaya ditangan aya
Udah lama ngantri nya, belanjaan udah jadi cacat. Wortel yang fresh kini menjadi cacat
Aya melihat belanjaan zayn yang dipegangnya. Wortel yang penyet tak berdaya, kini ia mengerti zayn pasti double kesalnya
"AHHHH." Teriak zayn
Aya melihat kaki zayn yang terluka parah. Tapi si empu malah marah karna belanjaan tersebut. Sayur kan masih bisa dibeli lagi, tapi kakinya itu nggak bisa dibeli.
"Kaki lo berdarah. " Ucap pelan aya
"DIEM!. " Ucap zayn
Aya dejavu
"Kok lo marah banget si, sayurnya bisa beli lagi kok, biar gue ganti rugi. " Ucap Aya
Zayn lagi-lagi menghela nafasnya. "Lo kira gue jauh-jauh beli tuh sayur, cari yang fresh, ngantri panjang-panjang, disuruh cepetan sama nyokap gue, trusss sayurnya.. AHHH. " Ucap kesel zayn
Ah disuruh nyokapnya ternyata..
Tapi biasa aja dong.
"Disitu ada supermarket, pasti jual sayur-sayuran kok. Nanti gue ganti rugi. " Tunjuk aya ke supermarket yang akan ditujunya
"heh, lo pikir sayur yang gue beli itu bakal sama se-higenis, se-fresh yang gue beli?! "
"Disitu juga se-fresh dan higenis kok, gue biasa beli disitu, bahkan kadang gue belinya dipasar. Di pasar itu rempah-rempahnya bahkan lebih bagus, baru dipanen dari kebunnya. " Jelas Aya.
Zayn memutar bola matanya
"Yuk lihat supermarket situ aja, dari pada lo bolak balik lagi ketempat tadi, nyokap lo makin marah karna lo pasti lama baliknya. "
Zayn hanya diam.
Sebenarnya dia juga tak akan mempersalahkan ini lebih dalam, tapi dia lagi darah tinggi skarang. Tak di ijinin mommynya keluar, padahal bentar malam dia ada balapan.
Zayn itu bukan pengecut. Yang bakal lari dari kenyataan, ingat itu!
Maka dari itu sedikit membawa motornya dengan kecepatan sedikit tinggi, untung aja ngga ngetabrak orang, bakal ribet nantinya kalo dia nabrak orang yakan?! Abis sama mommynya nanti dia kalo tabrak orang, dalam posisi memang dia yang salah
"Gue jamin deh, kalo sayuran di supermarket itu bikin keluarga lo kenapa-napa, Gue tanggung jawab. " Aya mengangkat tangannya melihatkan jari V nya
Zayn melihat aya, lalu mengalihkan pandangannya ke supermarket yang tak jauh dari mereka. Zayn beralih naik ke motornya,
sebelah kiri motornya tergores, untung aja dia make motor warna hitam kalau dia pake motor sport yang cerah pasti kelihatan jelas banget goresannya. Aya juga naik ke scoopy-nya.
Mereka memarkirkan motor mereka didepan supermarket. Zayn langsung masuk ke dalam, Aya yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.
'Ketua geng motor, ketua tim basket WIS, tapi sifatnya kek anak kecil, huft' gumam Aya bermonolog sendiri sambil berjalan ikut masuk kedalam toko tersebut.
"lo disuruh beli apaan? " Ucap Aya memulai obrolan
Kini mereka sudah di area vegetables, Aa yang mengikuti dari belakang Zayn, seperti anak domba mengikuti gembalanya.
Zayn hanya diam, sepertinya masih marah.
Zayn mengambil wortel yang sudah dibersihkan. Mereka berjalan kekasir, mengantri untuk membayar
"Mba sama yang ini juga, brapa totalnya? " Ucap aya menunjuk wortel yang zayn pegang
"Nggak usah. " Ucap zayn. "Wortelnya brapa? " Kasir mengecek harga wortelnya, dan menggesek kartu yang diberikan zayn
"Sama yang itu juga. " Tambah zayn, melirikan matanya keblanjaan aya
Kasir menggangguk, dan mengembalikan kartu blackcard zayn
"Nggak usah, " Ucap Aya
Zayn mengangkat blackcard-nya ke depan wajah aya. "Telat. udah digesek" Ucap zayn berjalan keluar supermarket
Aya berjalan mendekat kesalah satu pegawai supermarket. Tepatnya sih ke salah satu cleaning servis, dekat aya berdiri.
Dia meminjam kotak p3k pada clean servis tersebut, setiap toko pasti ada kotak obat yakan?!
Si cleaning servis ijin mengambil p3k sebentar, Aya meminta membawakan p3k kedepan. Dia melihat Zayn baru saja ingin menaiki motornya, Aya dengan cepat berlari keluar toko menghampiri si empu
Aya menahan ujung hoodie si zayn, membuat si empu berhenti bergerak "lepas, girl. Jangan bikin gue tambah badmood. " Ucap Zayn.
"Turun dulu bentar. " suruh Aya
"Nggak! Awas. " Ucap zayn menggerakkan badannya hingga ujung hoodie yang Aya pegan terlepas
Aya tak berhenti disitu, dia langsung menghadang dirinya didepan motor Zayn, sambil merentangkan tangannya.
Orang-orang yang disekitar situ tak melepaskan pandangan mereka dari dua sejoli ini, Zayn menengok sekitar dengan pandangan mengintimidasi
"Awas, gue mau cepat. Nyokap gue nungguin. Minggir. " Ucap Zayn dengan mata tajamnya.
Aya yang tak mampu bertatapan mata dengan Zayn, ia mengalihkan pandangannya.
Aya berpikir apa yang harus ia lakukan.. Mengancam Zayn? Kalo nggak mau turun dia bakal teriak dan buat orang-orang mengerumuninya? Tapi kalo itu zayn bakal bodo amat. Lihat sekarang orang-orang menatap terus mereka berdua, tapi Zayn tetap di pendiriannya.
Calm Aya. Harus Halus oke?! Aya menghela nafasnya pelan
"Itu dia! Kalo lo pulang dengan keadaan gini, kaki lo luka kek gini, ngga bakal bikin nyokap lo khawatir apa?"
Aya menunjuk luka kaki Zayn, membuat si empu melihat juga kaki nya yang terluka.
"Minimal lo obatin dulu, supaya mama lo nggak khawatir. " Tambah Aya
Aya menarik lagi ujung baju Zayn, "Ayo, daripada lo bikin nyokap lo khawatir. "
Zayn turun dari motornya, cleaning servis keluar membrikan p3k yang Aya tanya tadi.
Mereka berdua duduk di kursi yang sudah disediakan toko didepan toko tersebut
Aya mengkode kaki seblah kirinya zayn agar diletakkan diatas paha Aya. Supaya membuat Aya lebih enak mengobati nya
"Nggak usah. " Ucap zayn masih dengan posisi duduknya
"gak papa" Ucap Aya melirikkan lagi matanya ke kaki zayn
"Nggak usah. " Ucap lagi zayn
Aya menghela nafas, lebih baik ia belajar rumusan kimia dari pada menghadapi orang di seblahnya ini!