Indonesia
NovelToon NovelToon
ASMARALOKA

ASMARALOKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Teen School/College / Romansa / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author:

{Apa itu ditinggal pergi orang terkasih selama-lamanya, berganti di ratukan lelaki tampan dan crazy rich???}
Oh Astaga, apa ini mimpi?!!!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Mengisahkan siswi SMA bernama Zia Zelin Kirana yang ditinggal pergi kedua orang tuanya untuk selamanya, ia pun tinggal di rumah om dan tantenya yang memiliki dua anak lelaki, "oh,,, mereka sangat jahil!!!" Zia.

Zia memiliki pacar bernama Yuda Aditama, tampan dan penerus perusahaan besar, Aditama.

Akan tetapi, kehadiran orang ketiga bernama Raidhan perlahan membuat hubungan Zia dan Yuda bak telur di ujung tanduk!!!

Apa, Zia bingung memilih antara Yuda atau Raidhan??? semua sama-sama tampan dan ku suka... Tolong help me!!!

Happy Reading, DAR!!!~
Novel pertama karya, Maryam17

Fakta Mengejutkan

Hari minggu datang, hari di mana kebanyakan orang menggunakannya untuk berlibur bersama keluarga maupun teman, atau memilih beristirahat di rumah.

Matahari bersinar sangat terik kali ini. Maklum, matahari di musim hujan rasanya jauh lebih menusuk daripada panas matahari di musim kemarau.

Zia tengah menyapu halaman di depan rumah dan memangkas rumput yang menjalar tinggi.

"Ya Allah, non, biar bibi saja yang melakukan semua ini, nona hanya perlu duduk saja, nanti bibi yang kena marah loh non" ucap Bi Inem khawatir.

"Tidak papa Bi, Zia ingin mencari keringat, kan sehat to Bi. Lagi pula, mama sudah ku beri tahu kalau Zia yang ingin bersih-bersih" jawab Zia.

"Kalau non Zia yang mau yah bibi bisa apa, yasudah non bibi ke dapur dahulu" ucap Bi Inem dibalas senyuman oleh Zia.

Di lampu merah, terlihat seorang lelaki sedang mengamen dengan icik-icik khasnya. Berganti dari satu motor ke motor yang lain. Tetap mengais rezeki walaupun kulitnya terbakar terik matahari.

"Makasih pak" ucapnya, setelah menerima uang.

"Masih muda begini kok ngamen sih mas, tidak mau bekerja keras yah, dasar anak zaman sekarang" sotoy seorang ibu yang dibonceng seorang bapak-bapak.

"Tidak mengapa kok bu, selama itu halal" balasnya tetap tersenyum.

"Ih sok-sokan alim" jawab ibu itu sambil mencebikkan bibir.

"Di mana sih ada penjual bakso yang katanya rasanya sangat enak, tak kalah dari restoran ternama." monolog Zia yang sedang mondar-mandir mencari penjual bakso keliling di dekat pasar.

Karena sudah menginginkan bakso dari lama, Zia memutuskan pergi membeli bakso dan Bunga menyarankan bakso yang ada di dekat pasar. Katanya luar biasa enaknya.

Namun sedari tadi Zia mencari-cari baksonya tetapi belum juga dapat.

"Eh, orang itu kok seperti kak Raidhan yah? tidak mungkinlah kak Raidhan menjadi pengamen, ada-ada saja aku ini, faktor lapar kali ya" ucap Zia, tetapi makin dilihat-lihat, lelaki yang sedang mengamen di persimpangan jalan itu sangat mirip sekali dengan Raidhan. Bentuk tubuh, gerak-geriknya serta wajahnya dari samping pun sangat mirip.

Karena penasaran Zia menghampirinya, "Permisi" ucapnya.

Lelaki itu menoleh, "Zia?" ucapnya terkejut.

"Raidhan?!"

***

"Jadi, kamu sekarang menjadi pengamen itu untuk menambah biaya makan dan segala kebutuhan kamu di Jakarta?" tanya Zia.

Saat ini Zia bersama Raidhan sedang menyantap bakso. Dengan petunjuk Raidhan, akhirnya Zia pun bisa menemukan tempat di mana penjual baksonya berada.

Raidhan merantau ke Jakarta demi melanjutkan sekolahnya.

"Iya, memang benar aku mendapat beasiswa namun itu hanya cukup untuk biaya sekolah saja bukan untuk makan sehari-hari. Dan juga, tabungan ibu, aku gunakan untuk membayar kos-kosan." jawab Raidhan.

"Tetapi tidak masalah, selagi aku tidak melakukan tindakan kriminal dan aku tidak merugikan masyarakat, aku rela menjadi pengamen dan aku bahagia menjadi seperti ini" sambungnya tersenyum pada Zia.

"Kamu hebat kak, masih bisa tersenyum bahagia walaupun ujian kamu sangat berat. Zia jadi terhura." ucap Zia sambil mengusap kelopak matanya yang mulai basah.

"Terharu kali" Raidhan membenarkan. Segera keduanya pun tertawa bersama.

Kini Zia sudah sampai di depan gerbang rumahnya,

"Terima kasih ya hari ini sudah menemani aku makan bakso dan mengantarkan pulang" ujar Zia tersenyum pada Raidhan.

"Sama-sama, makasih juga sudah traktir makan aku" balas Raidhan.

Zia melihat ada sebutir nasi yang menempel di dagu Raidhan. Gadis itu mendekat ke arahnya, tubuh Raidhan menjadi tegang.

"Ini, ada nasi yang nempel di dagu kamu" ucap Zia sembari memperlihatkan butir nasi, membuat Raidhan bernapas lega.

"Kirain mau apa, makasih ya" balas Raidhan tersenyum membuat Zia tertawa kecil.

Keduanya pun berpisah, Zia segera masuk ke dalam rumah. Namun betapa terkejutnya dia mendapati Yuda yang sudah berdiri tegap di depannya. Zia segera merasa terintimidasi oleh tatapan tajamnya.

"Siapa tadi sayang? apa jangan-jangan pacar simpanan kamu? selingkuh ya kamu di belakang aku?!" tuduh Yuda bertubi-tubi.

Zia yang akan memeluk Yuda, dia urungkan, "Kamu kok berprasangka buruk sih ke aku, tidak mungkinlah aku selingkuh. Dia kak Raidhan, teman SMP dan satu kelas sama aku!" jawab Zia menahan emosi.

"Kamu kok tidak cerita sih sama aku, kalau memiliki teman namanya Raidhan?" tanya Yuda balik, meniru nada Zia. Dengan rasa kesal yang memuncak.

"Tidak semuanya bisa aku ceritakan, Yuda, yasudah aku lelah, mau langsung ke kamar dahulu, bebersih diri." tukas Zia, lelah memperpanjang masalah dengan Yuda yang tingkat posesif nya sangat tinggi.

Entah mengapa akhir-akhir ini Zia merasa Yuda makin posesif padanya setelah kejadian dia di kunci di kamar mandi.

Benar Yuda adalah lelaki tampan, crazy rich dan terkenal pintar mengemban jabatan ketua gengnya. Namun jika dihadapkan Zia, seakan Yuda seorang anak kecil yang takut ditinggal pergi ibunya. Sebegitu berartinya Zia di mata Yuda. Sehingga, Zia harus selalu dalam baik-baik saja, termasuk memberi tahu setiap orang yang dekat dengannya.

***

Kini, Raidhan duduk di sebuah gubuk yang terbuat dari kardus di tata sedemikian rupa agar menyerupai rumah. Dan bisa digunakan untuk tidur.

Rumah kardus itu dibangun Raidhan untuk menampung banyaknya anak-anak pengamen sepertinya yang tidak memiliki tempat tinggal. Mereka anak telantar, entah di mana keluarganya. Begitulah seorang Raidhan, lelaki berhati mulia yang selalu peduli terhadap orang lain.

"Anak-anak, kakak bawakan makanan nih buat kalian!" seru Raidhan dengan menenteng dua plastik berisi makanan.

"Yey Asyik, kakak tampan bawa makanan, hore!!!" seru semua anak-anak kegirangan. Keluar dari rumah gubuk nya.

Raidhan pun segera memberikannya kepada anak-anak.

"Ayo masuk, kita makan bersama-sama di dalam yah" ajaknya.

Walaupun rumah kalian jauh dari kata layak, namun senyum tetap mengembang di pipi tak berdosa kalian. Kakak bisa setegar ini pula karena belajar dari kalian anak-anak. batin Raidhan tersenyum lembut menatap mereka yang lahap makan.

"Oh iya, aku akan menelepon Zia" Raidhan segera mengambil ponsel jadulnya di saku celana lalu menekan nomor yang dituju. Sesuai pinta Zia untuk melihat anak-anak.

"Assalamualaikum" salam Raidhan saat telepon di angkat.

"Waalaikumsalam" balas Zia.

"Beralih ke Video Call Zi, katanya mau lihat anak-anak" ujar Raidhan, segera panggilan pun berubah menjadi Video Call.

"Wah masyaallah, anak-anak pada lahap makannya, hi ... adek-adek!" sapa Zia tersenyum gemas melihat anak-anak kecil yang lucu dengan kulit sawo manisnya.

"Hallo kakak cantik!" balas mereka tersenyum lebar.

"Bilang makasih sama kakak cantik, soalnya dia yang sudah membelikan kita makanan" bisik Raidhan yang masih bisa didengar Zia.

"Terima kasih kakak cantik atas makanannya, perut kami kenyang, malam ini kami tidak tidur dengan kelaparan lagi" ucap mereka serempak.

Tak terasa air mata Zia luruh, sungguh anak-anak yang hebat, masih kecil sudah merasakan kerasnya kehidupan. Sangat tabah, Zia sangat salut kepada mereka.

"Alhamdulillah kalau begitu" jawab Zia tersenyum lembut.

"Kakak cantik kapan-kapan main ke sini yah, aku mau bertemu kakak, mau kasih kejutan ke kakak!" pinta anak yang paling kecil dengan polosnya. Membuat Zia tertawa gemas.

Zia tertawa kecil, "Oh ya? Kejutan apa itu, iya kapan-kapan kakak main, sebelum itu kalian harus janji dahulu akan selalu nurut apa yang diperintahkan kak Raidhan dan menjadi anak yang baik, janji?"

"Janji!" balas mereka serempak.

"Pintar." ucap Zia tersenyum.

"Sudah, jangan mengganggu calon pacar kak Raidhan!" seru salah satu anak, membuat mereka terutama Zia dan Raidhan terperanjat.

***

1
bankit majapahit
mantap!🔥🤟
bankit majapahit
tauk!! kalo aku sih lgsg kumarahi org jahat kyk ratu😡👎
bankit majapahit
semangat zia km kuattt😢
bankit majapahit
Bagus ceritanya, ak sukak bgt sama Zia, hajar terus si Ratu!!!
bankit majapahit
judulny menarik banget, makin sukak wkwkwk🤣
Maryam17: makasihh🥰
total 1 replies
Gaara
Bingung harus ngapain tanpa cerita ini setiap malam 😔
bankit majapahit: iy apalagi bab 35 tu bikin penasaran kelanjutanny!!
total 2 replies
Dark Dynamix
Asik banget!
zhouzhou_zz
Gila, aku jadi cinta sama karakternya, author keren!
Maryam17: makasih ya 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!